Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Bandung Raih Dua Juara pada Musabaqah Ilmiah Mahasantri Mahad PTKIN se-Indonesia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Ilmiah Mahasantri Mahad Al Jamiah PTKIN se-Indonesia yang berlangsung di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 18–20 Agustus 2026.

Dalam ajang yang mempertemukan mahasantri Mahad Al Jamiah dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia tersebut, kontingen Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meraih dua Juara I.

Prestasi pertama diraih Mutiara Islamy Sabila, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, yang berhasil menjadi Juara I Musabaqah Karya Tulis Ilmiah. Prestasi kedua diraih Alfin Muhammad Zain, mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah, yang berhasil meraih Juara III Musabaqah Qiroatul Kutub.

Penghargaan kepada para juara diserahkan langsung pada acara Penutupan Musyawarah Nasional Mudir Mahad Aljamiah PTKIN se-Indonesia oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., didampingi Ketua Asosiasi Mahad Al Jamiah PTKIN se-Indonesia yang juga Direktur Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag.

Dalam kesempatan itu, Prof. Amin Suyitno menegaskan pentingnya keberadaan Mahad Al Jamiah dalam membangun integrasi mahasiswa PTKIN yang memiliki latar belakang beragam.

“Mahad Al Jamiah merupakan tempat yang paling tepat untuk proses integrasi mahasiswa dengan latar belakang yang beragam. Karena itulah salah satu pilar dari program Direktorat Pendis Kemenag adalah Mahadisasi PTKIN. Di setiap PTKIN harus ada Mahad Al Jamiah yang mampu menampung seluruh mahasiswa baru,” tegas Prof. Amin.

Menurutnya, keberadaan Mahad bukan sekadar sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun karakter, wawasan keislaman, kebersamaan, dan integrasi kehidupan akademik dengan nilai-nilai keagamaan.

Direktur Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. KH. Abdul Hadi, M.Ag., yang didampingi Sekretaris Mahad, Dr. Aep Saepuloh, M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan mahasantri yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Raihan prestasi mahasantri Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini tidak terlepas dari pembinaan yang selama ini dilakukan secara sistematis oleh Tim Mahad. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Mahad mampu mendorong mahasantri untuk mengembangkan potensi akademik, keislaman, dan keterampilan mereka,” ungkapnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasantri untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dua Juara I yang diraih dalam ajang Musabaqah Ilmiah Mahasantri PTKIN se-Indonesia ini sekaligus memperkuat komitmen Mahad Al Jamiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam membangun generasi mahasiswa yang unggul dalam keilmuan, keislaman, karakter, dan kepemimpinan.

Tentunya capaian prestasi ini menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi antara Mahad Al Jamiah, fakultas, dan berbagai unsur akademik dalam mencetak mahasiswa PTKIN yang memiliki kompetensi intelektual sekaligus memiliki kedalaman nilai-nilai keislaman.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *