UINSGD.AC.ID (Humas) — Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyerahkan 48 sertifikat kompetensi kepada peserta yang dinyatakan kompeten setelah mengikuti uji sertifikasi. Penyerahan berlangsung di Gedung O. Djauharuddin AR pada Jumat, (10/7/2026), sebagai bagian dari upaya kampus memperkuat daya saing lulusan melalui pengakuan kompetensi yang terstandar.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag. mengatakan, sertifikat kompetensi kini menjadi kebutuhan di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Menurutnya, ijazah menunjukkan capaian akademik, sedangkan sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa lulusan memiliki kemampuan yang telah diuji secara profesional. “Perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui,” ujarnya.
Wakil Rektor BIdang Akademik, Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag., menilai sertifikasi profesi merupakan jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Karena itu, kampus terus mendorong mahasiswa dan tenaga kependidikan mengikuti uji kompetensi agar memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
Direktur LSP UIN Bandung, Prof. Dr. Ija Suntana, M.Ag., CLA, CBLS, menjelaskan seluruh proses asesmen dilaksanakan sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Asesmen dilakukan secara objektif, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Sertifikat ini bukan hadiah, melainkan hasil pembuktian kompetensi peserta,” katanya.
Senada dengan itu, Manajer Standar LSP yang juga menjabat Kepala Pusat Sertifikasi Profesi UIN Sunan Gunung Djati, Prof. Dr. Betty Tresnawaty, M.Ikom, menyebut sertifikasi merupakan instrumen penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. LSP, kata dia, akan terus memperluas layanan sertifikasi agar semakin banyak sivitas akademika memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar nasional.
Penyerahan 48 sertifikat tersebut menegaskan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berbekal pengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi yang terverifikasi dan siap bersaing.

