id Indonesian

Halal Bihalal DWP Kemenag Hadirkan Gus Baha

(UINSGD.AC.ID)-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI hari ini menggelar Halal Bihalal Nasional 1442H/2021M dengan mengusung tema “Mempererat Silaturahim dalam Kebersamaan dan Keberagaman”.

Acara ini diikuti ratusan peserta secara daring dan menghadirkan ulama kharismatik KH Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha. 

“Alhamdulillah, hari ini, masih dalam bulan Syawal, kita bersilaturrahim untuk melakukan halal bihalal bersama-sama, sekaligus mendengarkan tausiyah yang insha Allah akan sangat bermanfaat, dari guru kita KH. Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dengan tema mempererat silaturahim dalam kebersamaan dan keberagaman,” kata Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut mengawali rangkaian Halal Bihalal di Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Senin (7/6/2021). 

Matur nuwun sanget, Gus Baha, atas perkenan dan kesediaannya mengisi acara kami hari ini,” sambung Eny.

Hadir mendampinggi Eny Retno Yaqut, Penasihat DWP Kemenag Halimah Zainut Tauhid, Ketua DWP Kemenag, Farikhah Nizar Ali dan jajaran pengurus. Sementara peserta yang mengikuti Balal Bihalal berasal dari DWP Kemenag provinsi dan kabupaten/kota serta DWP PTKN se Indonesia.

Moderasi Beragama 
Dikatakan Eny Retno Yaqut, salah satu kebijakan dan program unggulan Kementerian Agama adalah moderasi beragama.  Argumen paling krusial hadirnya kebijakan moderasi beragama ini bersumber pada fakta bahwa masyarakat Indonesia sangat plural-multikultural, baik suku, etnis, agama, bahasa, budaya, dan secara geografis adalah negara kepulauan terbesar. 

Sehingga, lanjutnya, secara sosio politik Indonesia memiliki landasan yang kuat dalam mengembangkan program-program strategis moderasi beragama dan kerukunan umat beragama dalam konteks keindonesiaan.  

Tak dapat dipungkiri bahwa akhir-akhir ini semakin marak tindakan-tindakan dan kekerasan yang mengatasnamakan agama atau perintah agama. Ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara di dunia. 

Menurut Eny, fakta empiris menunjukkan bahwa provokasi, ujaran kebencian, serta hasutan untuk melakukan kekerasan yang terjadi baik di sosial media dan hubungan kemasyarakatan secara real yang dibungkus dengan berbagai hegemoni dan identitas; baik itu identitas agama, budaya, kelompok, suku, ras, dan bangsa telah mengikis dan mengaburkan rasa saling menghormati, toleransi, kasih sayang, perdamaian, dan persatuan.

Dengan demikian, tegas Eny, tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau Kementerian Agama saja, melainkan tugas semua pihak, tanpa terkecuali, untuk mensyukuri dan menghargai keberagaman tersebut serta harus mampu mengelola perbedaan-perbedaan dengan baik dan bijaksana demi persatuan nasional dan kemajuan bangsa Negara Indonesia.

“Selamat dan sukses untuk DWP Kementerian Agama yang telah mempersiapkan acara ini sehingga berjalan sukses dan mengundang narasumber yang sangat mumpuni dan akan memberikan kita pencerahan tentang apa, bagaimana dan mengapa mempererat silaturahim dalam kebersamaan dan keberagaman menjadi sesuatu yang sangat penting. Semoga acara ini berjalan dengan lancar serta kegiatan-kegiatan DWP seterusnya dapat lebih berkesinambungan, konstruktif, dan positif,” tandas Eny.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x