UINSGD.AC.ID (Humas) — Transformasi digital menjadi sebuah keniscayaan dalam berbagai sektor, termasuk perbankan dan filantropi. Digitalisasi perbankan mendorong efisiensi operasional, inklusi keuangan, serta pengembangan layanan berbasis teknologi. Di sektor filantropi, digitalisasi mendorong transparansi, kemudahan distribusi dana, dan optimalisasi penggalangan dana melalui platform daring.
Demikian kata Gina Sakinah, S.E.Sy, MM, ketua penyelenggara Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung, di Aula Fakultas Syariah dan Hukum Kampus 1 UIN Bandung, Rabu (02/07/2025).

FGD dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Bandung, Prof Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. Menghadirkan narasumber Prof. Dian Masyita, Ph.D (Komite Pengembangan Keuangan Syariah); Yosita Nur Wirdayanti, ST, MBA, MIFP (Plt. Direktur Jasa Keuangan Syariah); Prof. Dr. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag (Pakar Ekonomi Syariah/Ketua Prodi Hukum Ekonomi Syariah S3 Pascasarjana UIN Bandung); Syarif Hidayat (Islamic Ecosystem Business Solutios Deputy); dan H. Nur Efendi, S.Sos, ME (Board Trustees Rumah Zakat). FGD dipandu oleh Taufik Ridwan Murtadho, SE.Sy, ME.
Acara yang bertajuk “Digital Tranformation in The Banking and Philanthropy Sector : Oppotunities and Chalenges” ini diikuti oleh mahasiwa S1 dan Pascasarjana UIN Bandung; mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung; STAI Pelita Nusa Bandung Barat; STIE Gema Eidya Bangsa; IAI Tasikmalaya; dan STIES Garantara Sukabumi.
Transformasi digital ini, lanjut Gina, tidak lepas dari tantangan seperti keamanan data, literasi digital yang rendah di sebagian kalangan, serta ketimpangan akses terhadap teknologi. “Maka dalam FGD ini penting dibahas peluang dan tantangan secara mendalam, guna merumuskan strategi yang tepat dan inklusif,” jelas Gina.
Ditanya tentang tujuan, Gina mengatakan, tujuan FGD agar bisa mengidentifikasi peluang dari transformasi digital di sektor perbankan dan filantropi. Mengidentifikasi tantangan dan risiko yang muncul dalam implementasi digital; mendorong sinergi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat transformasi digital yang inklusif; dan menyusun rekomendasi kebijakan juga strategi berbasis hasil diskusi.
Direktur Pascasarjana UIN Bandung, Prof Ahmad Sarbini memberikan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan FGD ini. “Tidak sekadar relevan, tetapi juga penting; karena kita tidak bisa menghindar dari platform digital, terutama pada sektor keuangan,” kata Prof. Sarbini, usai membuka acara.
Menurutnya, digital sudah menjadi bagian yang integral dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mempengaruhi berbagai aspek. Meskipun ada tantangan dan risiko terkait teknologi digital ini, misalnya ancaman keamanan data yang bisa membuat kita menjadi was-was atau khawatir. Tapi yang jelas, kata Prof. Sarbini, teknologi digital ini sangat bermanfaat sehingga aktivitas hidup menjadi lebih efisien.
“Ini anugerah dari Allah SWT. Kita tinggal di bumi ini tidak lepas dari rencana Allah, untuk memanfaatkan berbagai sumber daya, termasuk kecanggihan teknologi digital,” ujarnya.
Di bagian lain, sebagai Ketua Prodi HES S3 Pascasarjana Prof. Hasan Ridwan tidak hanya melahirkan sarjana secara formal dengan memiliki intelektual, tetapi juga berusaha melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki motivasi tinggi, kreatif dan inovatif, sehingga mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman.
“Kita punya SDM yang hebat, yang mampu membawa banyak perubahan di berbagai sektor, memiliki kapasitas dalam menghadapi dinamika zaman yang semakin pesat, dan mampu membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Oleh karenanya, dalam pengelolaan prodi Prof. Hasan Ridwan selalu mendorong mahasiswanya untuk lebih aktif dalam berbagai kegiatan, tidak hanya berkutat dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, berusaha meningkatkan academic skill dan membangun academic attitude. (Nanang Sungkawa/Kontributor)