UINSGD.AC.ID (Humas) — Perluas jejaring internasional dan tingkatkan mutu akademik, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjajaki kerja sama strategis dengan Universiti Utara Malaysia (UUM). Salah satu fokus pembahasan ialah pengembangan program dual degree yang diharapkan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen di kedua perguruan tinggi.
Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam kunjungan delegasi Universiti Utara Malaysia (UUM) di Aula LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (10/7/2026). Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., selaku inisiator kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi universitas untuk mewujudkan visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi yang memperoleh rekognisi internasional, khususnya di kawasan ASEAN.
“Program kerja sama internasional ini sejalan dengan visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mencapai rekognisi internasional, terutama di ASEAN,” tegasnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi akademik yang lebih erat di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan program studi bersama.
Delegasi UUM dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Mohamad Khairi Othman, Dekan Faculty of Education, didampingi Assoc. Prof. Dr. Md. Zawawi Abu Bakar, Dekan Faculty of Psychology, serta Dr. Zulfahmi dari Islamic Business School dan Dr. Lutfi dari Faculty of Education.
Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Dr. Irawan, S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa pertemuan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan program studi, di antaranya Prof. Adam Malik dari Pendidikan Fisika, perwakilan Program Studi Pendidikan Kimia, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama di bidang pendidikan, khususnya pengembangan pendidikan sains, tata kelola perguruan tinggi, dan pendidikan Islam. Kami membahas peluang pengembangan program dual degree, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan memperoleh pengalaman belajar internasional,” jelasnya.
Selama ini praktik baik yang telah diterapkan UUM dalam pengelolaan pendidikan di kawasan ASEAN menjadi referensi penting bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan.
“Mudah-mudahan kerja sama ini berkembang menjadi matching grant, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai program akademik lainnya. Kolaborasi internasional seperti ini juga sangat penting untuk memperkuat akreditasi, terutama melalui peningkatan kerja sama penelitian, publikasi ilmiah, dan pembelajaran bersama,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Psikologi, Dr. H. Irfan Fahmi, S.Th.I., M.Psi. Menurutnya, meskipun Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung baru berusia sekitar 20 tahun, penguatan kerja sama internasional menjadi bagian penting dalam pengembangan fakultas.
“Kami sangat menyambut baik program ini. Kerja sama internasional merupakan bagian penting dalam pengembangan Fakultas Psikologi. Ke depan kolaborasi ini tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program dual degree, Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, pengabdian kepada masyarakat bersama, penelitian, maupun pertukaran sivitas akademika,” ujarnya.
Fakultas Psikologi terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan dibukanya Program Magister (S2) pada tahun ini serta pengelolaan tiga jurnal ilmiah, termasuk satu jurnal yang menjadi wadah publikasi mahasiswa.
“Mudah-mudahan kerja sama dengan UUM ini semakin memotivasi mahasiswa untuk melanjutkan studi, memperluas wawasan internasional, dan meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi,” katanya.
Dr. Zulfahmi, International Lecturer Islamic Business School UUM, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen UUM untuk memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami membawa dua dekan, yaitu Dekan Faculty of Education dan Dekan Faculty of Psychology, agar dapat berdiskusi langsung dengan dekan-dekan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sesuai bidangnya masing-masing. Kami berharap dari pertemuan ini lahir program-program kolaboratif yang konkret,” ungkapnya.
Kerja sama yang ditawarkan mencakup pengembangan program dual degree, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, hibah penelitian, publikasi ilmiah bersama, hingga penguatan program pascasarjana.
“Saat ini fokus kerja sama internasional UUM terus diperluas dengan berbagai mitra di Tiongkok, Kazakhstan, dan Indonesia. Kami berharap UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu mitra strategis dalam jejaring tersebut. Kami membuka berbagai peluang beasiswa jenjang magister dan doktor. Bagi calon mahasiswa yang masih memiliki kendala bahasa, UUM menyiapkan program pendampingan sehingga mereka dapat mengikuti perkuliahan dengan baik,” jelasnya.
Puluhan Mahasiswa Antusias Daftar KKN dan Pengabdian Internasional
Antusiasme mahasiswa terlihat seusai sesi pemaparan dan diskusi. Puluhan mahasiswa semester akhir dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) serta Fakultas Psikologi langsung memadati meja registrasi untuk mengisi formulir pendaftaran berbagai program internasional yang ditawarkan Universiti Utara Malaysia (UUM), mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, program pengabdian kepada masyarakat, pertukaran mahasiswa, hingga peluang melanjutkan studi melalui program beasiswa.
Dr. Zulfahmi menilai tingginya minat mahasiswa menjadi sinyal positif bagi pengembangan kerja sama kedua institusi.
“Kami melihat antusiasme mahasiswa sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki semangat untuk memperoleh pengalaman akademik dan pengabdian di tingkat internasional. Kami berharap dalam waktu dekat program-program ini dapat segera diwujudkan, baik melalui KKN internasional, pengabdian bersama, pertukaran mahasiswa, maupun program dual degree,” ujarnya.
Tingginya animo mahasiswa menunjukkan bahwa program internasional yang ditawarkan mendapat sambutan positif dari sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Diharapkan kerja sama ini dapat segera direalisasikan sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar, melakukan riset, dan mengabdi di tingkat global.
Kepala Bagian Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jajang Burhanudin, S.Ag., S.S., M.Hum., didampingi Ketua Tim Kerja Sama, Dani Muhammad Nugraha, S.Ag., M.E.Sy., menjelaskan bahwa penjajakan ini diharapkan segera ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA), yang kemudian diimplementasikan dalam berbagai program nyata.
“Kolaborasi dengan Universiti Utara Malaysia tidak hanya akan memperkuat internasionalisasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tetapi meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta membuka peluang penyelenggaraan program dual degree, pertukaran akademik, hibah penelitian, KKN internasional, dan beasiswa yang memberikan manfaat bagi kedua institusi,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi ini menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memperluas kemitraan strategis di tingkat internasional sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen. “Melalui implementasi berbagai program kolaboratif tersebut, UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing global dan aktif membangun jejaring akademik di kawasan ASEAN maupun dunia,” pungkasnya.


