HomeBeritaBeritaSenja di Yogyakarta dan Catatan Penting Menag untuk Inovator Muda UIN Bandung

Senja di Yogyakarta dan Catatan Penting Menag untuk Inovator Muda UIN Bandung

Senja di Yogyakarta dan Catatan Penting Menag untuk Inovator Muda UIN Bandung

UINSGD.AC.ID (Humas) — Senja mulai membayang di ufuk barat ketika jarum jam menunjukkan pukul 17.36 WIB. Riak angin sore menyapu lembut Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di bawah pendar lampu panggung yang perlahan menyala, suasana yang semula tenang berubah riuh hangat saat alunan musik dan tari tradisional menyambut kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., beserta rombongan dan para Rektor PTKIN se-Indonesia, Rabu (4/11/2026).

Momen dramatis di penghujung hari itu menjadi penanda dibukanya Ekspo Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKI III Tahun 2026. Di tengah kemeriahan perhelatan nasional yang berlangsung hingga 6 November ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berdiri anggun membawa spirit inovasi dan identitas keilmuannya.

Kehangatan di Stand UIN Bandung

Di antara barisan stand pameran yang diikuti oleh 34 PTKIN, jajaran Dharma Wanita, serta unit Kementerian Agama RI, pameran UIN Bandung menyedot perhatian tersendiri. Menag Prof. Nasaruddin Umar menyempatkan diri melangkah masuk, menyusuri karya-karya kreatif yang dipamerkan para mahasiswa UIN Bandung.

Kehadiran sosok Imam Besar Masjid Istiqlal itu disambut hangat oleh Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., yang didampingi Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Husnul Qodim, M.A., serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si.

Di tempat itu, batas antara pejabat negara dan sivitas akademika seolah mencair dalam dialog interaktif. Menag tampak tekun mengamati berbagai purwarupa riset dan inovasi teknologi berbasis digital buatan mahasiswa UIN Bandung. Senyum dan apresiasi yang terpancar dari wajah Menag menjadi pemantik semangat mendalam yang membuktikan bahwa kreativitas anak-anak muda kampus berbasis keagamaan kini mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri spiritualnya.

Napas Iqra’ Bismi Rabbik dan Kejayaan Peradaban

Kunjungan hangat di stand UIN Bandung tersebut seakan menguatkan pesan mendalam yang disampaikan Menag saat membuka perhelatan OASE III di Gedung Multipurpose.

Dalam pidatonya yang menggugah, Menag mengingatkan kembali memori kolektif akan masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana ulama besar seperti Imam Al-Ghazali merengkuh sains dan ilmu keagamaan dalam satu napas yang sama.

“Jika ingin melihat Islam maju, aktifkan sains dan teknologi. Apa yang anak-anakku geluti hari ini bukanlah hal baru, melainkan tradisi intelektual para ulama terdahulu. Jadikan OASE III ini sebagai modal melanjutkan kejayaan peradaban,” tegas Menag penuh penekanan.

Menag menegaskan, integrasi keilmuan adalah fondasi mutlak peradaban modern yang berakhlak.

“Makanya dalam Al-Qur’an disebut iqra’ bismi rabbik. Iqra’ adalah cara kerja sains dan teknologi, sedangkan bismi rabbik adalah integrasi nilainya dengan agama,” bebernya dengan, menitipkan amanat spiritual bagi seluruh peneliti dan inovator muda yang hadir.

Merajut Jejaring dari Yogyakarta untuk Nusantara

Ajang OASE III 2026 bukan sekadar panggung memamerkan piala atau alat-alat canggih. Lebih dari itu, ekspo ini menjadi ruang temu humanis. Persimpangan tempat para peneliti muda, akademisi, dan pemangku kepentingan industri saling bersapa dan menjajaki kolaborasi.

Sebagaimana harapan Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar partisipasi aktif dalam ajang OASE III ini bentuk komitmen kampus untuk terus adaptif, memperluas jejaring Nusantara, serta membina generasi saintis Muslim yang tidak hanya ulung dalam merajut teknologi modern, tetapi kokoh menancapkan nilai keislaman bagi kemanusiaan.

Ketua Official, Undang Syaripudin, M.Kom., Ph.D., menjelaskan kelima inovasi dan keunggulan yang hadir dalam stand UIN Bandung, diantaranya:

1. Smart Qiblat: Inovasi instrumen digital penentuan arah kiblat inklusif berbasis integrasi hisab azimut dan teknologi sensor orientasi.

2. Sight 2 Sound : Kacamata cerdas berbasis OCR dan Text-to-speech sebagai media bantu membaca bagi penyandang tunanetra.

3. Pijak : Pemanen injakan jalan area kampus berbasis mekanisme leadscrew sebagai solusi alternatif energi bersih.

4. Baraqah Farm : melaui integrasi pertanian perkotaan, lanskap ekologis, dan aktivitas komunal. Ruang baraqqah mengubah lahan menjadi ruang produktif yang menghadirkan manfaat bagi manusia dan lingkungan secara berkelanjutan.

5. ArgoHeal: Kasa pembalut luka antibakteri-regeneratif berbasis nanopartikel perak hasil green synthesis madu lokal dan lidah buaya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *