HomeBeritaBeritaMenjemput Asa di Kota Gudeg, Langkah Mantap 27 Duta UIN Bandung di Puncak OASE III PTKIN 2026

Menjemput Asa di Kota Gudeg, Langkah Mantap 27 Duta UIN Bandung di Puncak OASE III PTKIN 2026

Menjemput Asa di Kota Gudeg, Langkah Mantap 27 Duta UIN Bandung di Puncak OASE III PTKIN 2026

UINSGD.AC.ID (Humas) — Suara mesin Bus Hiba Utama menderu pelan memecah udara pagi di samping Gedung O. Djauharuddin AR, Selasa (3/11/2026). Jam baru menunjukkan pukul 09.05 WIB, namun raut wajah 27 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah memancarkan semangat yang menyala.

Hari itu, dari depan Kantor Layanan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), mereka tak sekadar mengemban status sebagai mahasiswa, melainkan duta pembawa harapan almamater yang tengah memulai perjalanan panjang menuju Kota Gudeg.

Di sanalah, pada 3–7 November 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah berkumpulnya ratusan mahasiswa terbaik dari berbagai penjuru Nusantara.

Sebanyak 496 finalis dari 54 PTKIN se-Indonesia akan bertarung di babak final Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III. Di pundak 27 delegasi UIN Bandung ini, tersemat ambisi untuk berlaga di 13 cabang perlombaan mulai dari melantunkan dakwah, Da’i Putra, Da’i Putri, Desain Arsitektur Islam, Energi dan Sumber Daya Terbarukan, Ilmu Falak, Karya Tulis Al-Qur’an, Literasi Inovasi Teknologi, Olimpiade Fisika, Olimpiade Biologi, Olimpiade Matematika, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Putra, hingga meracik inovasi nanoteknologi dan kesehatan.

Ikhtiar Bumi, Ketukan Pintu Langit, dan Amunisi Perjalanan

Di dalam perut bus yang perlahan meninggalkan Kota Kembang, atmosfer kompetisi rupanya belum benar-benar terlelap. Perjalanan darat menuju Yogyakarta tak sekadar menjadi ruang transisi fisik. Bagi para delegasi, kursi bus adalah saksi bisu dari penyatuan ikhtiar duniawi dan kepasrahan samawi.

Di sela-sela deru mesin, beberapa mahasiswa tampak masih menatap lekat layar gawai atau catatan kecil mereka, mematangkan hafalan, menajamkan argumen, hingga merumuskan ulang formula presentasi untuk menghadapi dewan juri.

Namun, mereka sadar betul bahwa sehebat apa pun persiapan intelektual,  takkan sempurna tanpa ketukan pintu langit. Momen magis itu hadir ketika rombongan meresapi perjalanan. Suasana yang tadinya diwarnai obrolan ringan perlahan hening. Dari salah satu kursi, lantunan doa penyejuk kalbu memecah kesunyian, dipimpin oleh Obin, delegasi dari cabang Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Putra.

Dengan suara yang tenang, namun bergetar oleh ketulusan, Obin, mahasiswa Jurusan Perbandingan Madzhab Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) melafalkan munajat, memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan atas setiap peluh yang telah mereka curahkan. “Amin” yang menggema serentak dari seluruh penumpang terdengar lebih dari sekadar ritus perjalanan. Doa itu meresonansikan tekad yang kuat untuk menyatukan 27 kepala dengan latar belakang keilmuan berbeda menjadi satu barisan solid.

Setelah menempuh jarak sekitar 84,4 kilometer dalam waktu 1 jam 15 menit menyusuri rute lintas daerah yang lancar dari Kampus I UIN Bandung di Jl. A.H. Nasution, laju bus perlahan menepi di RM Dian Sari, Jl. Raya Subang – Cikamurang, Cikawung, Kabupaten Indramayu. Di sinilah rombongan singgah sejenak untuk merelaksasi tubuh sekaligus menambah “amunisi” fisik.

Momen makan prasmanan yang tersaji tak sekadar urusan logistik pengisi tenaga. Saat piring-piring saling diangsurkan dan hidangan dinikmati bersama, terjalin kehangatan yang seketika mencairkan ketegangan jelang kompetisi.

Tawa renyah dan obrolan ringan di meja makan seolah menghidupkan kembali pesan Rektor tentang silih asih dan silih asuh, ikatan kekeluargaan yang semakin merekatkan ke-27 delegasi sebelum mereka benar-benar bertempur di arena.

Merawat Mental Juara dan Tradisi Prestasi

Keyakinan baja di sepanjang perjalanan ini sejalan dengan suntikan moral dari Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., pada momen pelepasan. Pesan sang Rektor amat lugas, singkirkan rasa rendah diri dan jalin silaturahmi seluas-luasnya.

“Jangan merasa inferior. UIN Bandung adalah kampus besar. Tunjukkan bahwa kita tidak hanya hebat di Porsi Jawara, tapi hebat di OASE. Hati kita pasang niat yang maksimal, soal hasil akhir kita serahkan pada Sang Maha Pencipta,” tegas Prof. Rosihon.

Pesan optimisme Rektor itu berpijak pada rekam jejak nyata. Kontingen UIN Bandung bertolak ke Yogyakarta dengan membawa muruah sebagai salah satu penantang terkuat.

Sejarah mencatat, pada perhelatan OASE II PTKI di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Juni 2023), delegasi UIN Bandung tampil gemilang memborong 9 gelar juara.

Kala itu, UIN Bandung sukses meraih Juara I (Dai Mahasiswa Putra, Business Plan, Sains Biologi, Expo Astronomi Islam/Falak); Juara II (Sains Fisika, Expo Robotik); Juara III (Robotik); Juara V (Sains Biologi); dan Juara VI (Sains Kimia). Memori kejayaan masa lalu itulah yang kini menjadi bahan bakar semangat mereka.

Wakil Rektor III sekaligus Pimpinan Kontingen, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE, turut menegaskan komitmennya untuk mengawal kontingen ini dengan mengedepankan solidaritas dan kedisiplinan. Menurutnya, OASE bukan sekadar arena unjuk gigi meraih piala, melainkan panggung pembuktian integritas dan daya adaptasi mahasiswa.

Unjuk Inovasi di Panggung Nusantara

Setelah menempuh perjalanan berkendara dari Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Jl. A.H. Nasution No. 105, Cibiru), roda bus akhirnya menyentuh aspal Yogyakarta. Menempuh jarak sekitar 475 km melalui jalur Tol Trans-Jawa, menyusuri Tol Semarang–Batang hingga Tol Solo–Jogja, selama kurang lebih 8 jam 45 menit dengan kondisi lalu lintas normal, kontingen tiba dengan selamat di GETS Premiere Yogyakarta (Jl. Laksda Adisucipto No. 5, Depok, Sleman) pada pukul 17.50 WIB.

Di penginapan inilah pahlawan-pahlawan akademik ini akan merebahkan penat, beristirahat untuk memulihkan energi, dan menyiapkan raga maupun mental.

Setibanya di Yogyakarta nanti, perjuangan ke-27 delegasi ini tidak hanya berhenti di meja perlombaan. Panitia telah menyiapkan Ekspo Inovasi di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, yang dijadwalkan buka pada 4 November 2026.

Ekspo yang diikuti 34 PTKIN ini menjadi ruang pamer produk riset, temuan teknologi, dan gagasan kreatif mahasiswa. Masyarakat umum dan sivitas akademika dipersilakan hadir, menjadikannya ruang temu strategis bagi para peneliti, akademisi, dan pemangku kepentingan guna menjajaki kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Ajang ini menjadi ruang temu strategis guna menjajaki kerja sama dengan dunia usaha, industri, dan memperluas jejaring Nusantara sesuai amanat Rektor. Ekspo ini akan menjadi perwujudan pesan Rektor tentang pentingnya memperluas jejaring.

Di sana, mahasiswa UIN Bandung akan berbaur dengan delegasi dari berbagai penjuru, mulai dari UIN Syarif Hidayatullah, UIN Walisongo, UIN Sunan Ampel, UIN Maulana Malik Ibrahim di Pulau Jawa; UIN Sumatera Utara, UIN Ar-Raniry, UIN Imam Bonjol, dan UIN Sultan Syarif Kasim di Sumatra; hingga UIN Sultan Aji Muhammad Idris, UIN Alauddin, UIN Datokarama, UIN Mataram, dan UIN Abdul Muthalib Sangadji. Bahkan, Dharma Wanita dan Kementerian Agama RI turut memeriahkan deretan stan.

Integrasi kompetisi yang ketat dan kolaborasi karya di arena ekspo, OASE III diharapkan melahirkan generasi mahasiswa PTKIN yang tak hanya unggul secara intelektual, tetapi mampu menjawab persoalan masyarakat lewat riset nyata.

Untuk ke-27 duta UIN Bandung, perjalanan 8 jam itu adalah transisi menuju puncak pembuktian. Kini, mereka datang untuk “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi” bersiap sepenuhnya mengikuti Puncak OASE III dengan semangat pantang menyerah, membawa harapan besar untuk merengkuh kemenangan dan mengukir prestasi gemilang yang membanggakan kampus tercinta.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *