HomeBeritaBeritaDari Bandung Menuju Panggung Nasional

Dari Bandung Menuju Panggung Nasional

Dari Bandung Menuju Panggung Nasional

27 Finalis UIN Bandung Siap Ukir Prestasi di OASE III PTKIN Tahun 2026

 

UINSGD.AC.ID (Humas) – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung mengirimkan 27 mahasiswa untuk berlaga pada babak final Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Tahun 2026. Kontingen tersebut secara resmi dilepas oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi Wakil Rektor III sekaligus Pimpinan Kontingen, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE, di Gedung O. Djauharuddin AR, Senin (2/11/2026).

Kontingen UIN Bandung selanjutnya akan mengikuti kompetisi yang diselenggarakan secara luring di kampus utama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–7 November 2026. Sebanyak 27 mahasiswa tersebut berhasil melaju ke babak final pada 13 cabang perlombaan setelah melalui tahapan seleksi tingkat nasional.

Mengusung tema “Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi”, OASE III PTKIN 2026 menjadi ajang kompetisi akademik yang mempertemukan potensi mahasiswa PTKIN dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tahun ini, sebanyak 497 mahasiswa terpilih dari 1.592 pendaftar untuk berkompetisi dalam 18 cabang perlombaan yang mencakup bidang agama, sains, dan riset.

Ajang tersebut juga menjadi ruang aktualisasi kemampuan akademik, kreativitas, inovasi, serta daya saing mahasiswa dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk transformasi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence). Integrasi agama, sains, dan riset diharapkan mampu melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, karakter keislaman, dan kepedulian terhadap persoalan kemasyarakatan.

Rektor: Jangan Inferior, Tunjukkan Kemampuan Terbaik

Dalam arahannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, pelatih, pendamping, dan mahasiswa yang telah menjalani proses persiapan hingga berhasil mengantarkan kontingen ke babak final.

Rektor menegaskan bahwa keikutsertaan dalam OASE bukan semata-mata berorientasi pada perolehan medali, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik, membangun persahabatan antarmahasiswa PTKIN, serta menunjukkan kualitas dan reputasi UIN Bandung di tingkat nasional.

“Keuntungan pertama dari ajang ini adalah memperluas silaturahmi. Manfaatkan waktu empat hari di sana untuk bersahabat dengan mahasiswa PTKIN dari seluruh penjuru Nusantara. Jangan sampai pertemanan selesai hanya karena kompetisi berakhir,” pesan Rektor.

Ia mendorong seluruh peserta untuk memiliki kepercayaan diri, menjaga optimisme, dan tidak merasa rendah diri ketika berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain, termasuk tuan rumah penyelenggara.

“Jangan merasa inferior. UIN Bandung adalah kampus besar. Tunjukkan bahwa kita tidak hanya hebat di Porsi Jawara, tapi juga hebat di OASE. Hati kita pasang niat yang maksimal, soal hasil akhir kita serahkan pada upaya maksimal tersebut,” tegasnya.

Selain menekankan kesiapan kompetitif, Rektor mengingatkan pentingnya menjaga nama baik dan marwah almamater selama berada di Yogyakarta. Para peserta diminta menunjukkan karakter masyarakat Jawa Barat yang menjunjung tinggi nilai silih asah, silih asih, silih asuh sebagai landasan dalam membangun hubungan sosial, saling menghargai, dan memperkuat solidaritas.

Rektor menginstruksikan pimpinan kontingen, pendamping, dan ofisial untuk memastikan seluruh kebutuhan mahasiswa selama mengikuti kompetisi mendapatkan perhatian. Menurutnya, pendampingan yang optimal menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan peserta, terutama menghadapi persaingan yang ketat pada babak final.

Sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pengembangan prestasi mahasiswa, Rektor menyampaikan komitmennya untuk memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi dalam kompetisi tersebut.

“Tentu saya berkomitmen memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi, kita siapkan nanti,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Rektor berpesan agar seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan kegembiraan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesiapan kompetisi dan kondisi psikologis mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

27 Mahasiswa Berlaga pada 13 Cabang Perlombaan

Dalam laporannya, Pimpinan Kontingen OASE III PTKIN 2026 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE, menjelaskan bahwa OASE merupakan kompetisi akademik mahasiswa PTKIN yang mempertemukan berbagai potensi, kreativitas, inovasi, dan kemampuan riset dalam bidang keagamaan, sains, teknologi, serta keilmuan multidisipliner.

Pada penyelenggaraan tahun ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengirimkan 27 mahasiswa yang berpartisipasi dalam 17 cabang perlombaan. Berdasarkan hasil seleksi, kontingen berhasil meloloskan peserta pada 13 cabang ke babak final.

Ketiga belas cabang tersebut meliputi Da’i Putra, Da’i Putri, Desain Arsitektur Islam, Energi dan Sumber Daya Terbarukan, Ilmu Falak, Karya Tulis Al-Qur’an, Literasi Inovasi Teknologi, Olimpiade Fisika, Olimpiade Biologi, Olimpiade Matematika, Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) Putra, serta Nanoteknologi dan Kesehatan.

Sementara itu, empat cabang perlombaan yang belum berhasil meloloskan peserta ke babak final adalah Robotik, Karya Tulis Ilmu Sosial Kemasyarakatan, Olimpiade Kimia, serta Ekoteologi Tata Kelola Limbah dan Lingkungan Hidup.

Husnul Qodim menyampaikan bahwa keberhasilan meloloskan mahasiswa ke babak final merupakan hasil dari proses persiapan yang melibatkan koordinasi, pembinaan, pendampingan, serta penguatan kompetensi sesuai bidang perlombaan masing-masing.

Menurutnya, OASE tidak hanya menjadi ruang kompetisi untuk memperoleh penghargaan, tetapi juga sarana pembuktian kualitas akademik, kreativitas, inovasi, integritas, dan daya saing mahasiswa.

“Kami berkomitmen untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan kontingen dengan mengedepankan kedisiplinan, sportivitas, solidaritas, dan tanggung jawab dalam menjaga nama baik almamater. Kami juga berharap kepada seluruh peserta agar dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjaga kesehatan, memelihara kekompakan, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan sportivitas,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Wakil Dekan, pembina, pelatih, tim ofisial, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap persiapan kontingen.

Perkuat Tradisi Prestasi dan Reputasi Akademik

Selain kompetisi, OASE III PTKIN 2026 juga menghadirkan pameran (expo) karya dan inovasi yang diikuti oleh 34 PTKIN di halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil kreativitas dan inovasi mahasiswa, memperluas jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi ant perguruan tinggi.

Sebagai agenda dua tahunan yang sebelumnya diselenggarakan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 2021 dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2023, OASE terus dikembangkan sebagai wadah penguatan tradisi akademik di lingkungan PTKIN.

Bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, keikutsertaan dalam OASE III PTKIN 2026 menjadi bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya prestasi mahasiswa, memperkuat daya saing akademik, serta meningkatkan reputasi universitas di tingkat nasional.

Melalui keikutsertaan 27 mahasiswa tersebut, UIN Bandung berharap kontingen mampu memberikan performa terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, integritas, dan nilai-nilai akademik. Lebih dari sekadar kompetisi, OASE diharapkan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa integrasi ilmu agama, sains, dan riset dapat melahirkan generasi unggul, kompetitif, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *