UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebanyak 769 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dari 40 program studi berhasil mengikuti Program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2025 pada lebih dari 145 instansi dan perusahaan mitra di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia kerja terhadap kualitas dan kompetensi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Program magang yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan RI ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman profesional secara langsung di berbagai lembaga pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat keterampilan kerja, kemampuan adaptasi, dan jejaring profesional yang dibutuhkan di masa depan.
Berdasarkan data pelaksanaan Program Magang Nasional Kemnaker 2025, peserta perempuan mendominasi dengan jumlah 464 mahasiswa (60,3 persen), sedangkan peserta laki-laki sebanyak 305 mahasiswa (39,7 persen). Dari sisi penempatan, mayoritas mahasiswa menjalani magang di instansi pemerintah sebanyak 525 peserta (68,3 persen), sementara 244 peserta (31,7 persen) ditempatkan di sektor swasta.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melalui Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Career Development Center (CDC) UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang secara konsisten mengawal pengembangan karier mahasiswa melalui pendampingan, pelatihan, penguatan kompetensi, serta perluasan jejaring kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah dan dunia industri.
“Program magang ini merupakan bagian dari komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman profesional, kemampuan adaptasi, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui CDC, kami terus mengawal mahasiswa sejak masa perkuliahan hingga memasuki dunia profesional,” tegasnya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah mahasiswa yang diterima dalam Program Magang Nasional Kemnaker menunjukkan bahwa kualitas lulusan dan mahasiswa UIN Bandung semakin diakui oleh berbagai lembaga dan perusahaan di tingkat nasional.
Ke depan, CDC UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan terus memperluas kerja sama strategis untuk membuka lebih banyak peluang magang, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pengembangan karier mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global.
Kepala CDC, Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag menuturkan jika dilihat dari asal fakultas, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 124 mahasiswa (16,1 persen). Disusul Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Sains dan Teknologi yang masing-masing mengirimkan 120 mahasiswa (15,6 persen). Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengirimkan 96 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 92 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 82 mahasiswa, Fakultas Ushuluddin 52 mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora 49 mahasiswa, serta Fakultas Psikologi 34 mahasiswa.
Terdapat lima mitra magang terbesar dalam program ini adalah Kementerian Agama RI dengan 64 peserta, BPK RI sebanyak 28 peserta, Kementerian Keuangan RI sebanyak 26 peserta, Bank Indonesia sebanyak 24 peserta, dan berbagai perusahaan BUMN dengan total 23 peserta.
Program studi dengan jumlah peserta terbanyak adalah Administrasi Publik sebanyak 49 mahasiswa, diikuti Manajemen 46 mahasiswa, Ilmu Hukum 41 mahasiswa, Ilmu Komunikasi 35 mahasiswa, Bimbingan dan Konseling Islam 33 mahasiswa, serta Ekonomi Syariah 31 mahasiswa.
Partisipasi 769 mahasiswa dalam Program Magang Nasional Kemnaker 2025 menjadi capaian strategis bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mendukung penguatan ekosistem pendidikan tinggi yang terhubung dengan kebutuhan dunia kerja. “Kehadiran program ini kampus tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi memberi ruang untuk membangun pengalaman, kompetensi, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

