UINSGD.AC.ID (Humas) — Di sela padatnya rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2026, sejumlah titik di lingkungan kampus tampak lebih ramai dari biasanya. Berbagai stand organisasi mahasiswa telah hadir sejak PBAK Day 1, Selasa (25/8/2026) menghadirkan permainan, booth foto, hingga ruang untuk berbincang dengan mahasiswa tingkat atas.
Bagi mahasiswa baru, tempat-tempat tersebut menjadi ruang untuk beristirahat sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan kampus yang baru saja mereka masuki.
Stand-stand tersebut diisi oleh berbagai organisasi mahasiswa di lingkungan UIN Bandung, mulai dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), hingga organisasi daerah (Orda). Seluruhnya tersebar di beberapa titik di lingkungan kampus dengan konsep dan aktivitas yang beragam.
Ada stand yang mengajak mahasiswa baru bermain games, sementara stand lainnya menghadirkan booth foto dan berbagai dekorasi yang menarik perhatian. Aktivitas tersebut membuat suasana di sekitar stand terasa lebih cair, terutama ketika mahasiswa baru memasuki waktu istirahat setelah mengikuti rangkaian kegiatan PBAK.
Bagi Putri, salah satu mahasiswa baru UIN Bandung, kunjungan ke stand bermula dari rasa penasaran. Waktu istirahat yang awalnya hanya digunakan untuk melihat-lihat justru menjadi kesempatan untuk mencoba berbagai aktivitas dan berkenalan dengan mahasiswa tingkat atas.
“Aku awalnya cuma mau lihat-lihat karena penasaran. Tapi ternyata malah betah di beberapa stand, apalagi ada games dan bisa ngobrol sama kakak tingkat. Jadi sekalian cari tahu juga nanti kalau sudah mulai kuliah bakal ada kegiatan apa saja,” tegasnya, Rabu (26/8/2026)
Menurutnya, suasana di stand terasa berbeda dari rangkaian utama PBAK. Interaksi yang berlangsung lebih santai membuat mahasiswa baru memiliki kesempatan untuk bertanya mengenai berbagai hal yang belum mereka ketahui.
“Kalau di acara PBAK kan kita lebih banyak mengikuti kegiatan yang sudah dijadwalkan. Di stand ini rasanya lebih santai, jadi bisa ngobrol langsung dan tanya-tanya hal yang mungkin belum sempat ditanyakan sebelumnya,” ujarnya.
Pertemuan dengan kakak tingkat juga membuat lingkungan kampus yang sebelumnya terasa asing perlahan menjadi lebih familiar bagi Putri. “Sebelumnya masih agak canggung karena belum kenal siapa-siapa. Setelah ngobrol sama kakak tingkat, jadi tahu beberapa orang dan sedikit lebih nyaman juga di kampus,” tuturnya.
Interaksi tersebut menjadi pengalaman awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus dari sisi yang lebih dekat. Percakapan dengan kakak tingkat memberikan ruang bagi mereka untuk mengetahui kegiatan jurusan, organisasi, hingga berbagai aktivitas yang dapat diikuti selama menjadi mahasiswa.
Keberadaan berbagai organisasi dalam satu rangkaian PBAK memberikan gambaran mengenai luasnya ruang kegiatan yang tersedia di UIN Bandung. HMJ dan HMPS memperkenalkan kehidupan organisasi di tingkat jurusan dan program studi. DEMA dan SEMA membawa mahasiswa baru lebih dekat dengan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas, sementara UKM dan UKK membuka ruang bagi berbagai minat dan aktivitas mahasiswa. Kehadiran Orda pun menjadi tempat bagi mahasiswa untuk bertemu dengan sesama mahasiswa dari daerah asal yang sama.
Pemandangan tersebut membuat area stand menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi selama waktu istirahat. Mahasiswa baru datang bersama teman-temannya, mencoba permainan, mengambil foto, kemudian berbincang dengan kakak tingkat sebelum kembali mengikuti agenda PBAK.
Bagi mahasiswa yang baru beberapa hari mengenal lingkungan kampus, pertemuan sederhana tersebut dapat menjadi awal untuk merasa lebih dekat dengan tempat yang sebelumnya masih terasa asing. Dari obrolan singkat, mereka mulai mengenali orang-orang yang kelak mungkin akan menjadi rekan satu organisasi, senior, atau teman dalam berbagai kegiatan kampus.
Bagi Putri sendiri, banyaknya organisasi yang diperkenalkan membuatnya mulai memiliki gambaran mengenai aktivitas yang dapat diikuti setelah perkuliahan dimulai. “Sekarang jadi tahu kalau ternyata banyak banget kegiatan yang bisa diikuti. Aku jadi punya gambaran mau coba ikut yang mana setelah perkuliahan mulai,” katanya.
Jika rangkaian utama PBAK memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus melalui agenda yang telah disusun, stand organisasi menghadirkan pengalaman yang lebih informal. Mahasiswa baru dapat melihat langsung bagaimana kehidupan mahasiswa berlangsung di luar ruang kelas, sekaligus mulai mempertimbangkan ruang mana yang ingin mereka masuki selama menjalani perkuliahan.
Dari satu stand ke stand lainnya, mahasiswa baru perlahan menemukan berbagai wajah kehidupan kampus. Ada jurusan yang menjadi ruang akademik mereka, organisasi yang dapat menjadi tempat belajar dan berproses, UKM serta UKK yang membuka ruang bagi minat dan bakat, hingga Orda yang mempertemukan mereka dengan mahasiswa dari latar daerah yang sama.
Pada akhirnya, stand yang hadir sejak PBAK Day 1 tersebut menjadi lebih dari sekadar tempat bermain dan berfoto. Di tengah kesibukan masa pengenalan kampus, stand-stand itu menjadi ruang pertemuan pertama antara mahasiswa baru dengan kehidupan organisasi, kakak tingkat, dan berbagai kemungkinan pengalaman yang akan mereka temui selama menjadi bagian dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Mohamad Farhan Fadilah / Magang)

