UINSGD.AC.ID (Humas) — Bagi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kemampuan berbahasa asing menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan mahasiswa di tengah perkembangan dunia pendidikan dan komunikasi yang kian terbuka.
Melihat kebutuhan itu, UKM Lembaga Pembinaan Bahasa (LPB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menghadirkan stand di rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa, baik bagi mereka yang baru mulai belajar maupun yang telah memiliki kemampuan sebelumnya.
Salah satu anggota LPB, Haikal Hikmal Abrar, menjelaskan bahwa lembaga tersebut terbuka bagi mahasiswa dengan berbagai tingkat kemampuan. Artinya, mahasiswa tidak harus memiliki kemampuan bahasa asing terlebih dahulu untuk dapat bergabung.
“Di UKM kita, kita tidak akan memilih. Kita menaungi semua teman-teman, baik itu dari yang nol banget maupun yang sudah ahli dalam bahasa, asalkan mau belajar kami akan menerima,” ujarnya, Rabu, (26/8/2026).
Keterbukaan menjadi salah satu karakter utama LPB dalam membangun lingkungan belajar yang dapat diikuti oleh mahasiswa dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Pembelajaran dirancang secara bertahap, mulai dari tingkat dasar, intermediate, hingga tingkat yang lebih lanjut.
Kegiatan pembelajaran LPB dilaksanakan secara rutin setiap akhir pekan, baik pada Sabtu maupun Minggu. Melalui pertemuan tersebut, anggota tidak hanya mendapatkan pembelajaran mengenai kemampuan berbahasa, tetapi diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa secara aktif.
Haikal, mengungkapkan bahwa, selain pembelajaran bahasa, LPB memberikan pelatihan pendukung, yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan public speaking. ”Di LPB ini setiap anggota akan diberikan pelatihan pendukung, salah satunya melalui kegiatan speech, pidato, khitobah, taqdimul Qishoh, dan munadzoroh . Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berbicara di depan orang lain sekaligus mengembangkan keberanian dan keterampilan berkomunikasi,” tuturnya.
Saat ini, LPB memfokuskan pembelajaran pada bahasa Inggris dan bahasl. Fokus itu menjadi bagian dari upaya lembaga untuk membantu mahasiswa mendalami kemampuan berbahasa secara lebih terarah.
Untuk dapat menjadi bagian dari LPB, mahasiswa dapat mengikuti proses penerimaan anggota baru yang dilaksanakan satu kali dalam setahun. Salah satu tahapan yang menjadi bagian dari proses itu adalah ORASI (Orientasi dan Inaugurasi) bagi mahasiswa yang berminat bergabung dengan Lembaga Pembinaan Bahasa.
Keberadaan LPB menjadi alternatif bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi di luar kegiatan perkuliahan. Dengan sistem pembelajaran yang terbuka bagi berbagai tingkat kemampuan, mahasiswa dapat memulai proses belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing dan berkembang secara bertahap.
Lebih dari sekadar tempat mempelajari bahasa, “Di LPB kita tidak hanya mendapat pembelajaran kebahasaan saja, tetapi kita akan dilatih bagaimana untuk me-manage organisasi. LPB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun keberanian berkomunikasi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin membutuhkan kemampuan berbahasa asing,” jelasnya.
Selain itu, dalam waktu dekat UKM Lembaga Pembinaan Bahasa akan mengadakan event perlombaan tingkat nasional yaitu ALF (Art and Language Festival) yang dapat diikuti oleh mahasiswa.
Informasi Open Recruitment, Instagram: @lpb_uinsgd (Fitri Awaliyah / Magang)


