UINSGD.AC.ID (Humas) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyambut 1.046 mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tingkat fakultas pada Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Abjan Soelaeman Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai bagian dari sivitas akademika.
Dalam sambutannya, Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., menekankan pentingnya membangun semangat dan keberanian berpikir sejak mahasiswa memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, masa perkuliahan merupakan fase penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir secara mandiri dan kritis.
Prof. Dudang menggambarkan masa transisi dari seragam sekolah “putih abu-abu” menuju kehidupan perguruan tinggi sebagai perubahan menuju ruang yang lebih beragam. Di perguruan tinggi, mahasiswa tidak lagi berada dalam pola pembelajaran yang seragam, tetapi dituntut mampu beradaptasi dengan suasana akademik, tanggung jawab, serta karakter lingkungan baru.
Dekan FEBI menyebut masa kuliah sebagai “masa keemasan kedua” bagi kemerdekaan berpikir manusia setelah usia 0–5 tahun. Pada fase tersebut, mahasiswa dituntut untuk mengoptimalkan fungsi akal dan pikirannya sebagai instrumen utama dalam memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
“Fase kuliah menjadi masa keemasan kembali karena mahasiswa dituntut untuk memaksimalkan fungsi akal pikiran sebagai senjata utama mereka,” tegasnya.
Ketua KBNU UIN SGD Bandung ini mengingatkan mahasiswa baru agar sejak awal menentukan “oleh-oleh” atau target yang ingin dibawa ketika menyelesaikan pendidikan di kampus. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas agar perjalanan akademiknya tidak kehilangan arah hingga masa kelulusan.
Selain menjadi insan akademik, mahasiswa diingatkan memiliki tanggung jawab sosial sebagai agent of change sekaligus fasilitator bagi aspirasi masyarakat. Karena itu, ilmu yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam konteks keilmuan FEBI, Prof. Dudang menegaskan bahwa keberadaan fakultas tidak terlepas dari kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan ekonomi, termasuk kesenjangan pengetahuan dan akses terhadap sumber daya. “Mahasiswa untuk tidak sekadar mengkritik atau mengumpat kelompok yang dianggap sebagai oligarki, tetapi menggunakan ilmu pengetahuan sebagai instrumen untuk memperkecil kesenjangan,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa FEBI memiliki posisi strategis dalam membangun keadilan ekonomi, baik pada tingkat nasional maupun global. Dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah, berharap lulusan FEBI mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana PBAK FEBI sekaligus Wakil Dekan III, Dr. H. Kadar Nurjaman, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 1.046 mahasiswa baru mengikuti kegiatan PBAK FEBI 2026.
Para mahasiswa tersebut berasal dari enam program studi, yakni Manajemen sebanyak 293 mahasiswa, Manajemen Keuangan Syariah 270 mahasiswa, Akuntansi Syariah 135 mahasiswa, Ekonomi Syariah 130 mahasiswa, Manajemen Industri Halal 128 mahasiswa, dan Bisnis Digital sebanyak 90 mahasiswa.
Dr. Kadar menjelaskan, PBAK FEBI 2026 merupakan bagian dari rangkaian PBAK UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang mengusung tema “Gunung Jati Muda Merawat Harmoni, Melestarikan Jagat, Mewujudkan Peradaban Dunia Berbasis Kerahmatan Lil Alamin.”
Tema tersebut menjadi landasan pembinaan mahasiswa baru untuk membentuk generasi yang unggul dalam keilmuan, kokoh dalam spiritualitas, peduli terhadap lingkungan, menghargai keberagaman, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan peradaban dunia.
Seluruh proses pembinaan mahasiswa baru diarahkan pada penguatan nilai Rahmatan lil ‘Alamin, sehingga ilmu pengetahuan, karakter, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam karya nyata yang memberikan kemaslahatan bagi manusia dan alam.
Kegiatan PBAK FEBI 2026 berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran structural Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, mulai dari Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Laboratorium, dan Ketua Unit. Tidak lupa juga seluruh organisasi mahasiswa tingkat fakultas turut bertugas dalam kegiatan ini, Senat Mahasiswa Fakultas, Dewan Mahasiswa Fakultas, Himpunan Mahasiswa Jurusan. Setelah penyampaian laporan panitia dan pembekalan kepada mahasiswa baru, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian pembukaan PBAK FEBI 2026 oleh Dekan FEBI. (Elsa Yulandri / Kontributor)

