Merajut Integrasi Keilmuan Menuju Universitas Riset Unggul

UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali mencatatkan momentum penting dalam memperkuat fondasi akademik melalui penyelenggaraan Short Course Konsorsium Keilmuan 2026 bertajuk “Mengokohkan Integrasi Keilmuan dan Jati Diri Menuju Rahmatan Lil Alamin” yang berlangsung di Aula Ushuluddin Lantai 1 Kampus II, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium Wahyu Memandu Ilmu (WMI). Dalam arahannya, ditegaskan bahwa implementasi nyata dari paradigma Wahyu Memandu Ilmu adalah mewujudkan nilai-nilai rahmatan lil alamin, yang selaras secara substansial dengan visi besar Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Pembukaan dan Arahan Pimpinan Universitas

Rangkaian kegiatan ini dimulai pada pagi hari pukul 07.00 WIB dengan registrasi peserta. Acara inti dibuka secara resmi pada pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh MC. Agenda pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hanna Habibah Ma’mun, M.Pd., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UIN.

Sesi sambutan pengantar disampaikan oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium WMI. Suasana semakin khidmat ketika sesi arahan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.

Dalam sambutannya, ditekankan bahwa konsolidasi konsorsium keilmuan ini menjadi pilar utama pengarusutamaan WMI demi mengawal transformasi mutu akademik universitas berstandar global.

Pemaparan Materi dan Diskusi Pakar

Memasuki sesi pleno yang dipusatkan di Aula Ushuluddin Lantai 1, kegiatan menghadirkan sederet narasumber guru besar dan pakar terkemuka. Sesi pertama diawali oleh Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag. memaparkan materi strategis mengenai penguatan integrasi keilmuan dan jati diri universitas.

Wakil Rektor I menggarisbawahi bahwa pemisahan antara ilmu agama dan sains umum merupakan dikotomi usang yang harus didekonstruksi. “Integrasi keilmuan harus diletakkan sebagai landasan epistemologis untuk menjawab kompleksitas masalah kemanusiaan modern tanpa kehilangan akar spiritualitas Islam,” jelasnya.

Paparan itu diperdalam oleh Prof. Dr. H. Afif Muhammad, MA., Guru Besar UIN Bandung yang menguraikan dimensi spiritual dan kultural keilmuan Islam di lingkungan kampus. Dengan menekankan bahwa bangunan akademik tidak boleh steril dari nilai-nilai akhlakul karimah dan kearifan lokal. “Tradisi intelektual Islam harus hidup dalam ruang-ruang kultural civitas akademika sebagai pilar pembentuk karakter insan kamil,” tegasnya.

Setelah jeda istirahat, sholat, dan makan (Isoma) pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, rangkaian materi dilanjutkan oleh Prof. Muhammad Taufiq Rahman, Ph.D., Ketua Prodi Magister Studi Agama-Agama Pascasarjana mengupas tuntas dinamika jati diri institusi, menyoroti pentingnya ketahanan epistemik dan adaptasi struktural perguruan tinggi Islam di tengah gelombang disrupsi global.

“Perlunya institusi untuk terus memperbaharui metodologi riset yang responsif terhadap kebutuhan zaman,” bebernya.

Diskusi berlanjut secara hibrida dengan menghadirkan pemikiran mendalam dari Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, M.Ag. yang hadir secara hibrida melalui platform Zoom, membagikan pengalaman transformatif dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang unggul.

Mantan Rektor UIN Malang ini memaparkan strategi kepemimpinan akademik yang menggabungkan kekuatan manajerial modern dengan ruh spiritualitas pesantren, “sebagai kunci sukses melahirkan lulusan yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Menjelang penghujung sesi, suasana akademik semakin bernas saat Mada Sanjaya W.S., Ph.D. menghadirkan sesi puncak yang bernas melalui presentasi bedah buku terjemahan dan kajian mendalamnya atas karya klasik Al-Khwarizmi berjudul “Matematika Aljabar Al-Khwarizmi dalam Kitab Fi Al-Jabr wa Al-Muqabala”.

Dengan memaparkan bagaimana peradaban Islam klasik melalui Al-Khwarizmi meletakkan fondasi fundamental ilmu aljabar dan geometri yang kemudian menjadi pilar revolusi sains modern. “Ini secara konkret menunjukkan manifestasi paradigma Wahyu Memandu Ilmu melalui penggalian kembali keagungan sains klasik Islam, di mana prinsip geometri, aljabar, dan metode matematis Al-Khwarizmi diintegrasikan ke dalam pengembangan sains serta kurikulum perkuliahan modern,” paparnya.

Genealogi, Wahyu Memandu Ilmu, dan Mazhab Cipadung

Pemaparan materi berjalan sangat dinamis dan interaktif. Salah satu sorotan utama mengkaji genealogi sosio-historis pendidikan tinggi Islam di Jawa Barat, mulai dari akar pesisir Cirebon, jaringan pesantren, hingga formalisasi IAIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui SK Menteri Agama No. 56 Tahun 1968, yang kemudian bertransformasi menjadi universitas pada tahun 2005.

Diskusi mendalam memperkokoh fondasi epistemologis khas UIN Bandung, yakni Paradigma Wahyu Memandu Ilmu (WMI) di mana implementasinya secara konsisten bermuara pada pengejawantahan nilai rahmatan lil alamin.

Konsep ini berjalan seiring dengan Mazhab Cipadung yang merepresentasikan konstruksi intelektual lokal bersumber dari warisan spiritual Sunan Gunung Djati serta dialektika syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.

“Transformasi institusional UIN Sunan Gunung Djati Bandung membuktikan bahwa modernisasi universitas dan pengarusutamaan Wahyu Memandu Ilmu harus berorientasi pada kemaslahatan rahmatan lil alamin demi mewujudkan peradaban yang berdaya saing global.”

Penutupan Rangkaian Acara

Menjelang sore hari, rangkaian acara di Aula Ushuluddin Lantai 1 ditutup secara resmi pada pukul 16.20 WIB. Acara diawali dengan prakata penutup oleh Prof. Dr. H. Supiana, M.Ag. selaku Ketua Konsorsium WMI pada pukul 16.00 hingga 16.15 WIB dan diakhiri secara resmi oleh penutupan dari MC, menandai tuntasnya agenda konsorsium yang memperkokoh komitmen kolektif sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *