PBAK 2026 UIN Bandung: Saatnya Gunung Djati Muda Rawat Harmoni, Lestarikan Jagat, dan Wujudkan Peradaban Rahmatan Lil ‘Alamin

UINSGD.AC.ID (Humas) — Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, sebanyak 7.503 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bertajuk “Gunung Djati Muda: Merawat Harmoni, Melestarikan Jagat, Mewujudkan Peradaban Dunia Berbasis Rahmatan lil ‘Alamin” yang berlangsung di lima titik area: Gedung Anwar Musaddad, Tugu Kujang, Gedung E (Eks Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam), Aula dan Taman Abjan Soelaeman, Kampus I, Selasa (25/8/2026).

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa baru. Hal ini berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Bukan Sekadar Seremonial Tahunan

PBAK 2026 berlangsung selama tiga hari (Selasa-Kamis, 25-27 Agustus 2026) ini dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., “Atas nama Keluarga Besar Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh calon mahasiswa baru yang sebentar lagi dilantik oleh rektor menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati dan menimba ilmu di kampus yang memiliki visi Menjadi Universitas Islam Negeri yang Unggul, Kompetitif, dan Inovatif berbasis Rahmatan Lil Alamin di Asia Tenggara Tahun 2029. Karena itu, menjadi mahasiswa UIN SGD Bandung bukan hanya sebuah kebanggaan, tetapi juga sebuah amanah dan tanggung jawab” tegasnya.

Sungguh patut kita syukuri bahwa di tengah ketatnya persaingan untuk memasuki perguruan tinggi, saudara telah memperoleh kesempatan menjadi bagian dari keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pertama, bersyukurlah kepada Allah Swt. Kedua, sampaikan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada kedua orang tua dan keluarga yang telah mendoakan, mendidik, mendukung, dan mengantarkan saudara sampai berada di tempat ini. “Jangan pernah lupa, di balik keberhasilan saudara menjadi mahasiswa hari ini, ada doa orang tua, pengorbanan keluarga, dan harapan besar yang dititipkan kepada saudara,” tandasnya.

Kita tentu patut berbangga dan bersyukur kepada Allah Swt, serta menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh UIN SGD Bandung di bawah kepemimpinannya.

“Kita berdoa mudah-mudahan ke depan UIN SGD Bandung lebih maju lagi, sehingga tercapai apa yang telah ditetapkan dalam visi dan misinya. Âmîn, Bapak Rektor serta hadirin yang kami banggakan. Mari kita buka Sidang Senat ini dengan sama-sama membacakan basmalah, Bismillahirrahmanirrahim Sidang Senat Terbuka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun Akademik 2026/2027 secara resmi dibuka untuk umum,” jelasnya.

Transformasi Awal Bentuk Insan Akademis Berkarakter

Dalam laporannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Husnul Qodim S.Ag., M.A CRCE menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi sebagai kesempatan untuk kembali meneladani akhlak, kepemimpinan, kecintaan terhadap ilmu, kepedulian sosial, sikap toleran, serta kasih sayang beliau kepada seluruh umat manusia dan alam semesta.

Terlebih bagi mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung, keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan. “Ilmu harus berjalan bersama akhlak, kecerdasan harus berjalan bersama kebijaksanaan, dan kemajuan harus selalu berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.

Sebanyak 7.503 mahasiswa baru yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2026/2027 yang tersebar dari 9 Fakultas. Fakultas Ushuluddin (FU) 507 Mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 1.307 Mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) 1.031 Mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 1.247 Mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) 726 Mahasiswa, Fakultas Psikologi (FPsi) 305 Mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 709 Mahsiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) 518 Mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 1.044 Mahasiswa.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2026/2027 ini dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 25 – 27 Agustus 2025 mulai pukul 07.00 WIB – 16.00 WIB. Hari Kesatu, Selasa, 25 Agustus 2026: Prosesi Sidang Senat Terbuka dan pembekalan materi tingkat Universitas. Hari Kedua, Rabu, 26 Agustus 2026: Untuk pengenalan organisasi mahasiswa intra kampus di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung (UKM/UKK) DEMA dan SEMA. Hari Ketiga, Kamis, 27 Agustus 2026: Agenda ke-fakultas-an.

“Panitia menyediakan sebanyak 92 Stand untuk pengenalan: UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), UKK (Unit Kegiatan Khusus), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa yang terletak di selasar lingkungan kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” paparnya.

Tema PBAK 2026 ini Wakil Rektor III menegaskan arah pembinaan mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menjadi generasi yang unggul dalam keilmuan, kokoh dalam spiritualitas, peduli terhadap lingkungan, menghargai keberagaman, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan peradaban dunia.

“Seluruh proses tersebut berlandaskan nilai Rahmatan lil ‘Alamin, sehingga ilmu, karakter, inovasi, dan kepedulian ekologis diwujudkan dalam karya nyata yang membawa kemaslahatan bagi manusia dan seluruh alam,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag menjelaskan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas, yang berorientasi pada kecerdasan intelektual, kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, serta mengedepankan jiwa nasionalisme.

Rektor menegaskan, PBAK bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan proses transformasi awal membentuk insan akademis yang berkarakter. Di hadapan ribuan peserta yang menyisihkan banyak pendaftar lain, Rektor menyampaikan sejumlah pesan krusial.

“Kalian adalah orang-orang terpilih. Bersyukurlah kepada Allah SWT dan kedua orang tua. Luruskan niat kuliah untuk mencari ilmu, sedangkan gelar hanyalah sebuah konsekuensi yang akan mengangkat derajat kehidupan,” tutur Prof. Rosihon.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini berpesan agar mahasiswa fokus menyelesaikan studi tepat waktu, idealnya selama empat tahun, serta bersiap menjadi pemimpin di masa depan yang mampu menjaga kelestarian alam melalui pendekatan ekoteologi.

Proses pembentukan karakter di UIN Bandung berlandaskan pada empat pilar utama: keilmuan, keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi memiliki ketahanan moral yang kuat.

“Dengan dimulainya rangkaian PBAK ini, ribuan mahasiswa baru UIN Bandung resmi melangkah untuk menempa diri menjadi generasi pemimpin masa depan yang cerdas, berakhlak mulia, dan membawa keberkahan bagi semesta,” bebernya.

Pesan Moral untuk Panggilan Peradaban

Dalam penutupan Sidang Senat Prof. Mahmud menuturkan tema ini bukan sekadar slogan. Tema ini merupakan pesan moral dan panggilan peradaban bagi saudara sebagai generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.

“Sebagai Gunung Djati Muda, saudara tidak cukup hanya menjadi generasi yang cerdas secara intelektual. saudara harus menjadi generasi yang memiliki kedalaman spiritual, keluhuran akhlak, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta kemampuan menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Nilai-nilai tersebut sesungguhnya telah diwariskan oleh Sunan Gunung Djati, yang menjadi sumber inspirasi dan identitas historis bagi kampus ini,” ungkapnya.

Ada sebuah pesan yang sangat dikenal dari Sunan Gunung Djati: ingsun titip tajug lan fakir miskin. (saya menitipkan masjid dan fakir miskin). Pesan ini mengandung makna yang sangat dalam. Titip tajug mengajarkan kepada kita untuk menjaga nilai-nilai keimanan, spiritualitas, dan kehidupan keagamaan.

Titip fakir miskin mengajarkan kepada kita untuk menjaga kemanusiaan, kepedulian sosial, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan. “Inilah sesungguhnya spirit rahmatan lil ‘alamin. bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin tinggi pula kepeduliannya, kedudukannya, semakin besar manfaatnya, dan semakin luas pengetahuannya, semakin luas pula kemaslahatan yang mampu dihadirkannya.”

Karena itu, kepada Gunung Djati Muda, jangan hanya menjadi mahasiswa yang bertanya: “Apa yang akan saya dapatkan dari kampus ini? tetapi sejak hari ini, tanamkan pertanyaan yang lebih besar: Apa yang kelak dapat saya berikan kepada kampus, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan? Inilah karakter mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang kita harapkan,” ungkapnya.

Merawat harmoni, berarti mampu menghargai perbedaan, membangun persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian. Melestarikan jagat, berarti menyadari bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan keberlangsungan kehidupan dan mewujudkan peradaban berbasis rahmatan lil ‘alamin, berarti menjadikan ilmu, iman, dan akhlak sebagai kekuatan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh alam.

Memasuki perguruan tinggi berarti memasuki dunia baru. “Saudara akan menghadapi tantangan yang berbeda dengan ketika berada di sekolah. karena itu, jangan hanya menjadi insan yang inspiratif, insan yang inovatif, dan insan yang berintegritas, tetapi jadilah juga insan yang memiliki karakter yang kuat,” tuturnya.

Sebab ilmu tanpa karakter dapat kehilangan arah. Kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan makna; dan prestasi tanpa integritas dapat kehilangan kepercayaan. Pegang teguh nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.

Sebagaimana pesan rasulullah saw. yang menjadi pelajaran penting bagi kita: ittaqillah takun ‘alamin-nas (bertakwalah kepada Allah, niscaya engkau akan menjadi manusia yang berilmu dan memiliki kedudukan yang mulia).

Allah SWT menegaskan dalam QS. An-naba ayat 31: inna lil-muttaqīna mafāzā (sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan) dan dalam QS. Aththalaq ayat 2: wa may yattaqillāha yaj‘al lahū makhrajā (barangsiapa bertakwa kepada allah, niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya).

Gantungkan cita-cita setinggi langit, tetapi kokohkan akar ketakwaan sedalam bumi. Jadilah mahasiswa yang tinggi ilmunya, luhur akhlaknya, kuat karakternya, luas wawasannya, dan besar manfaatnya. Jadilah Gunung Djati Muda yang tidak hanya membanggakan orang tua dan almamater, tetapi mampu memberi arti bagi bangsa, agama, kemanusiaan, dan alam semesta,” pungkasnya.

 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *