UINSGD.AC.ID (Humas) — Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung turut meningkatkan volume sampah di sejumlah area kampus. Kondisi ini membuat petugas kebersihan meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah dibandingkan hari biasa.
Pengawas Cleaning Service seluruh area UIN Bandung, Sofian, mengatakan sampah masih ditemukan di sejumlah area yang ramai dipadati mahasiswa baru. Namun, sebagian mahasiswa telah tertib membuang sampah ke tempat yang telah disediakan.
“Masih, tentunya masih ada sampah, tapi kita sudah siapkan tong. Sebagian sudah tertib menaruh ke tong, ada juga yang ditinggal begitu saja,” ujar Sofian, Selasa (25/8/2026).
Untuk menangani kondisi tersebut, petugas kebersihan dari UIN 1 dan UIN 2 digabungkan selama pelaksanaan PBAK. Menurutnya, jumlah personel yang dikerahkan mencapai lebih dari 40 orang.
Pembagian tugas dilakukan berdasarkan area yang telah ditentukan, seperti Gedung Anwar Musaddad, Gedung Abdjan Soelaeman, serta jalur yang digunakan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Petugas melakukan pengangkutan sampah secara berkala menggunakan kendaraan pengangkut sampah. Pengangkutan dilakukan pada pagi dan siang hari, kemudian kembali dilaksanakan pada sore hari.
Sofian mengatakan volume sampah selama PBAK mengalami peningkatan dibandingkan hari biasa. Dalam kondisi normal, petugas biasanya melakukan satu kali pengangkutan hingga satu mobil penuh, sedangkan selama PBAK pengangkutan dilakukan hingga tiga kali sehari. “Kalau sekarang kita tarik sampai tiga kali. Tadi siang sudah kita tarik, sore kita tarik lagi,” ujarnya.
Meski volume sampah meningkat, Sofian menilai kendala kebersihan selama PBAK tahun ini tidak terlalu banyak. Ia melihat adanya penurunan risiko pecahan botol dibandingkan pelaksanaan PBAK tahun sebelumnya.
Untuk penggunaan tumbler berbahan kaca pada tahun sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi menghasilkan pecahan. Berharap pihak penyelenggara dapat menggunakan tumbler berbahan stainless pada kegiatan berikutnya.
Sofian menilai penggunaan tumbler dapat mendukung upaya pengurangan sampah sekaligus mendorong mahasiswa menggunakan kembali botol minum. Dengan mengusulkan penyediaan tempat pengisian ulang air agar tumbler dapat digunakan secara berkelanjutan.
Selain pengelolaan sampah, Sofian berharap ketertiban mahasiswa dalam menjaga kebersihan dapat ditingkatkan. Salah satunya dengan membiasakan mahasiswa makan di tempat yang telah disediakan, bukan di dalam ruang kelas.
Ia menyebut masih menemukan mahasiswa yang makan di dalam kelas dengan meja dan kursi yang dipindahkan ke sisi ruangan. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu ditertibkan sejak awal agar lingkungan kampus tetap nyaman.
“Harapan saya untuk UIN lebih bagus ke depannya, baik dari pengelolaan sampah maupun dari ketertiban mahasiswanya. Kebiasaan menjaga kebersihan dan ketertiban dapat terus diterapkan mahasiswa setelah PBAK selesai. Dengan demikian, lingkungan kampus dapat menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (Sahara Putri Amiliana / Magang)


