UINSGD.AC.ID (Humas) — Ketika sebagian mahasiswa masih terlelap, gerbang kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah mulai didatangi wajah-wajah baru.
Sekitar pukul 05.00 WIB, Selasa (25/8/2026) beberapa mahasiswa baru telah tiba.
Satu jam kemudian, arus kedatangan semakin ramai. Di tengah barisan mahasiswa baru yang mulai memenuhi kawasan kampus, petugas keamanan sudah berada di tempatnya, mengarahkan kendaraan, mengatur akses masuk, dan memastikan peserta dapat menuju lokasi kegiatan dengan tertib.
Bagi mahasiswa baru, pagi itu mungkin menjadi bagian dari hari pertama mereka mengenal kehidupan kampus lewat Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.
Bagi Deni Sofar, salah satu petugas keamanan UIN Bandung, pagi tersebut merupakan awal dari tugas yang sedikit berbeda dari rutinitasnya sehari-hari.
“Yang asalnya petugas biasa di gedung, ditarik ke sini untuk antisipasi mahasiswa baru dan juga nanti pas datang sama pulangnya, dan juga untuk mengarahkannya,” ujar Deni.
Perubahan penugasan tersebut menjadi salah satu perbedaan yang paling terasa ketika PBAK berlangsung. Pada hari biasa, petugas keamanan menjalankan sejumlah tugas rutin seperti melakukan patroli dan memeriksa kendaraan. Ketika PBAK dimulai, perhatian mereka lebih banyak diarahkan pada pergerakan mahasiswa baru.
“Kalau hari-hari biasa mah seperti biasa aja. Kita enggak terlalu terfokus ke ini. Paling juga kita patroli, cek kendaraan,” katanya.
Pagi hari menjadi salah satu waktu ketika petugas harus lebih aktif mengatur arus. Mahasiswa datang secara bertahap, kemudian mulai terkonsentrasi di area kampus. Pembatasan kendaraan membuat petugas juga harus memastikan siapa saja yang diperbolehkan memasuki kawasan kampus.
“Untuk PBAK ini yang masuknya mahasiswa, kendaraan enggak boleh masuk. Otomatis kita memantaunya mahasiswa baru,” tutur Deni.
Meski suasana kampus berubah menjadi jauh lebih ramai, jam kerja petugas keamanan tetap mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Yang berubah adalah intensitas situasi yang harus mereka hadapi. PBAK membuat sejumlah titik kampus yang biasanya relatif tenang menjadi dipenuhi mahasiswa dalam waktu singkat.
Namun, menurut Denis, keramaian saat mahasiswa datang belum menjadi tantangan terbesar. Perhatian lebih besar justru diarahkan pada waktu ketika kegiatan selesai dan seluruh peserta bergerak keluar secara bersamaan.
“Pulangnya serempak semua, otomatis jalur kendaraan di depan kita macet,” ujarnya.
Pada saat itulah tugas petugas keamanan melebar ke berbagai arah. Mereka harus memperhatikan mahasiswa yang keluar dari kampus, mahasiswa yang hendak menyeberang, sekaligus kendaraan yang datang menjemput.
“Satpam mengatur yang keluar, yang menyeberang, juga mengatur kendaraan penjemputan mahasiswa,” kata Deni.
Hari pertama PBAK sendiri masih berjalan relatif kondusif. Belum terdapat kejadian atau gangguan berarti yang dilaporkan Deni. Pelaksanaan pada hari tersebut juga berlangsung pada hari libur sehingga aktivitas pegawai di lingkungan kampus belum terlalu padat.
“Belum. Soalnya kan ini baru pertama pembukaan setengah hari. Dikarenakan sekarang hari libur, aktivitasnya berkurang. Aktivitas karyawan kan enggak terlalu ribet,” jelasnya.
Meski begitu, petugas keamanan tidak berhenti mengantisipasi rangkaian kegiatan berikutnya. Deni memperkirakan bagian akhir PBAK akan membutuhkan perhatian lebih karena terdapat kegiatan yang melibatkan berbagai UKM dan organisasi mahasiswa.
“Biasanya hari yang terakhir itu yang paling fatal,” katanya.
Menurut Deni, hari terakhir PBAK diisi oleh aktivitas dari berbagai UKM, termasuk kegiatan yang membuat mahasiswa bergerak di sekitar kampus, berpotensi menambah kepadatan. Karena itu, pengaturan perlu dilakukan sejak awal agar kegiatan tetap terkendali.
“Soalnya tiap-tiap UKM pasti banyak karnaval, istilahnya bakal keliling-keliling. Setiap UKM sama HMJ-nya pasti,” ujarnya.
Di balik kemeriahan tersebut, ada pekerjaan yang mungkin tidak banyak diperhatikan mahasiswa. Ketika mahasiswa baru sibuk mengikuti rangkaian kegiatan, petugas keamanan harus terus memperhatikan keadaan di sekeliling mereka. Mereka memastikan kendaraan tidak memasuki area yang dibatasi, mengarahkan mahasiswa, dan bersiap menghadapi kepadatan yang muncul ketika ribuan orang bergerak dalam waktu hampir bersamaan.
Bagi Deni, harapan terhadap pelaksanaan PBAK pada akhirnya sederhana. Ia ingin seluruh pihak, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
“Harapannya pertama, mahasiswa baru dan senior bisa diatur. Intinya mah lebih tertib, aman, ikuti aturan yang telah disepakati,” tuturnya.
Di hari-hari ketika kampus dipenuhi wajah baru, petugas keamanan menjadi salah satu orang yang paling awal menyaksikan kedatangan mereka dan salah satu yang masih sibuk ketika kerumunan mulai meninggalkan kampus. Mereka tidak berdiri di atas panggung, tidak memimpin yel-yel, dan tidak menjadi bagian dari rangkaian acara yang paling ramai difoto.
Namun dari gerbang kampus, dari arus kendaraan, dan dari kerumunan yang datang lalu pulang bersamaan, mereka memastikan satu hal tetap berjalan yaitu PBAK yang berlangsung dengan aman dan tertib. (Mohamad Farhan Fadilah / Magang)


