Perkuat Tata Kelola Publikasi Ilmiah, UIN Bandung Gelar Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional ARJUNA

UINSGD.AC.ID (Humas) — Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Lantai 1, Rabu (29/7/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat tata kelola publikasi ilmiah, meningkatkan daya saing perguruan tinggi, serta memantapkan kemandirian keuangan kampus.

Kegiatan yang diikuti oleh para pengelola jurnal di lingkungan UIN Bandung ini menghadirkan tiga  narasumber utama, yaitu Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag.,  Ketua Tim Kerja Keuangan, Ani Fatimah Zahra Saifi, S.Pd.I., M.Pd., Pusat Riset Teknologi Konversi Energi – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tinton Dwi Atmaja.

Mendorong Mutu Akademik dan Reputasi Global

Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag. menegaskan bahwa akreditasi jurnal bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen vital dalam mendorong kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemeringkatan universitas.

“Workshop ini merupakan bagian dari ikhtiar institusi dalam meningkatkan tata kelola publikasi ilmiah, budaya mutu akademik, dan reputasi universitas. Akreditasi jurnal bukan hanya memenuhi indikator administrasi, tetapi menjadi instrumen peningkatan kualitas riset dan daya saing perguruan tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, indikator utama reputasi institusi sangat dipengaruhi oleh profesionalisme pengelolaan Open Journal System (OJS), jumlah sitasi, serta tingkat indeksasi jurnal baik secara nasional maupun internasional.

“Universitas yang memiliki jurnal bereputasi akan lebih mudah menarik penulis terbaik, memperluas jejaring akademik, dan meningkatkan kolaborasi riset,” jelasnya.

Penguatan Tata Kelola Keuangan dan Kontribusi BLU

Selain berfokus pada kualitas substansi ilmiah, workshop ini menekankan aspek kemandirian tata kelola keuangan lembaga. Prof. Tedi menggarisbawahi peran Rumah Jurnal dalam mendukung penguatan UIN Bandung sebagai Badan Layanan Umum (BLU).

Dengan mengacu pada SK Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Nomor 029 Tahun 2026 tentang Penetapan Tarif Publikasi Artikel pada Jurnal, yang mengatur kewajiban penyetoran sebesar 10 persen dari tarif Article Processing Charge (APC) ke kas BLU universitas.

“Rumah Jurnal harus menjadi unit yang memberikan kontribusi nyata pada BLU kampus kita. Penguatan tata kelola jurnal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan publikasi,” bebernya.

Momentum Evaluasi Menyeluruh

Melalui workshop ini, Rumah Jurnal mendorong seluruh pengelola untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara komprehensif, yang mencakup:

Pertama, Manajemen dan Profesionalisme: Peningkatan kualifikasi pengelola dan optimasi platform OJS.

Kedua, Substansi Artikel: Penjagaan mutu keilmuan, orisinalitas, dan kelayakan terbitan.

Ketiga, Pemenuhan Standar ARJUNA: Kesesuaian dengan instrumen penilai akreditasi nasional.

Dengan adanya pembenahan terpadu dari sisi akademik maupun tata kelola instansi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung optimistis jurnal-jurnal ilmiahnya mampu menembus akreditasi unggul serta berkontribusi nyata di tingkat nasional dan internasional.

Koordinator Rumah Jurnal UIN Bandung, Hamdan Sugilar, M.Pd., menegaskan bahwa kesiapan jurnal menuju akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas dan substansi artikel, tetapi juga aspek manajerial serta kelengkapan administrasi.

“Banyak jurnal yang sebenarnya sudah bagus dari sisi isi, tetapi gagal saat akreditasi karena persoalan teknis. Maka, kami hadir untuk memastikan pengelola tidak berjalan sendiri. Rumah Jurnal akan terus mendampingi,” ujarnya.

Hamdan menjelaskan, workshop ini mendapat respons positif dari para pengelola jurnal. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat 87 peserta telah melakukan konfirmasi dari total 132 pengelola jurnal di lingkungan UIN Bandung.

Menurutnya, Rumah Jurnal terus melakukan pendampingan terhadap pengelola jurnal, termasuk dalam menghadapi berbagai persoalan teknis dan manajerial. Pendampingan tersebut dilakukan secara intensif agar pengelola jurnal memiliki kesiapan dalam mengelola proses penerbitan, pengajuan akreditasi, hingga memenuhi ketentuan terbaru ARJUNA.

Koordinasi lintas unit menjadi salah satu kunci dalam memastikan tata kelola jurnal berjalan dengan baik. Rumah Jurnal terus membangun sinergi bersama Wakil Rektor II dan Tim Keuangan, termasuk dalam pengelolaan kontribusi publikasi yang diarahkan untuk mendukung penguatan BLU.

“Ketika ada pemeriksaan BPK, misalnya, atau ketika menghadapi persoalan teknis seperti down server, kami merasa lebih aman karena ada pendampingan dan kebersamaan dengan Wakil Rektor II serta Tim Keuangan. Ini bagian dari upaya kami untuk memastikan tata kelola berjalan dengan baik dan kontribusi publikasi dapat mendukung BLU,” jelasnya.

Hamdan menyampaikan bahwa kebijakan terkait kontribusi dari tarif publikasi telah disosialisasikan kepada pengelola jurnal sebagai bagian dari tata kelola kelembagaan. Kebijakan ini perlu dipahami bersama agar pengelolaan publikasi berlangsung transparan, tertib, dan memberikan kepastian bagi para penulis maupun pengelola jurnal.

“Ini saatnya kebijakan tersebut diketahui dan dipahami bersama. Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada yang komplain. Kita ingin memastikan bahwa ketika ada pembayaran untuk publikasi, proses penerbitannya juga jelas dan terjamin, sehingga tidak terjadi kondisi uang sudah masuk tetapi artikel tidak terbit dalam waktu satu tahun,” ungkapnya.

Rumah Jurnal akan terus memperkuat pendampingan dan memastikan pengelola jurnal memahami aturan terbaru ARJUNA. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan jurnal-jurnal di lingkungan UIN Bandung, baik dari sisi substansi maupun tata kelola.

Workshop Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional ARJUNA menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan pengelolaan jurnal secara menyeluruh, mulai dari tata kelola, kualitas substansi artikel, manajemen penerbitan, profesionalisme pengelola, hingga pemenuhan berbagai standar akreditasi jurnal nasional.

Penguatan ini diharapkan dapat mendorong jurnal-jurnal ilmiah di lingkungan kampus untuk terus meningkatkan kualitas dan reputasinya sehingga mampu berkontribusi lebih besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan budaya akademik, serta peningkatan daya saing UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tingkat nasional dan internasional.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *