Menjemput Asa di Kota Batik, Perjalanan Kontingen UIN Bandung Menuju PORSI JAWARA II

UINSGD.AC.ID (Humas) — Matahari sedang terik-teriknya di atas langit Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (8/9/2026).

Di pelataran Rektorat Gedung O. Djauharuddin AR, semburat warna biru mendadak mendominasi pandangan. Ratusan mahasiswa berjaket kontingen tampak menyemut, bersiap menaiki tiga bus Kalingga Jaya yang telah terparkir rapi.

Senyum renyah berpadu dengan guratan gugup di wajah-wajah muda itu, penanda dimulainya perjalanan panjang menuju panggung pembuktian di Pekalongan.

Sebelum deru mesin bus membelah jalanan, pelepasan penuh khidmat digelar di dalam gedung rektorat lantai II. Sebanyak 117 orang rombongan yang terdiri atas 79 atlet, 8 pelatih, dan 30 ofisial lintas sembilan fakultas dikukuhkan untuk bertolak ke ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (PORSI JAWARA) II di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan dari tanggal 9-13 September 2026.

Pesan penuh daya ditiupkan oleh Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag yang membakar nyali para delegasi agar pantang gentar menghadapi lawan di gelanggang. Dengan menjunjung tinggi keberanian, sportivitas, disiplin, akhlak, semangat meraih prestasi terbaik, doa dan ikhtiar bersama. “Jangan minder menghadapi kontingen lain. Boleh jadi mereka lebih tinggi atau lebih besar, tetapi kita harus berani,” tegasnya.

Menurutnya, keberanian harus berjalan seiring dengan sportivitas. “Menang harus hormat, kalah tetap bermartabat,” pesan Rektor.

Lebih dari sekadar trofi, Rektor menitipkan pesan persaudaraan, menjadikan ajang ini ruang silaturahmi untuk merekatkan keragaman nusantara. “… benar. Kita ini pantang untuk menyerah. Sportif. Sportif harus. Menang terhormat, kalah ter martabat. Kemudian disiplin, berakhlak. Di sana tolong jaga perilaku, jaga akhlak, dan jaga budaya Sunda. Dengan ini, saya melepas Kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengikuti Porsi Jawara II tahun 2026, dengan bersama-sama membaca Ummul Qur’an, ‘alā hādzihin niyyah wa ‘alā kulli niyyatin shālihah, Al-Fātihah…”

Tantangan mempertahankan gelar juara umum PORSI JAWARA I ini digarisbawahi oleh Wakil Rektor III, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA. Dengan mengingatkan mempertahankan mahkota juara jauh lebih menantang daripada merebutnya. “Mari kita berjuang bersama dengan tetap menjaga kesehatan, sportivitas, dan nama baik almamater. Tampilkan semangat kompetitif yang berlandaskan akhlakul karimah,” pesannya penuh harap.

Tepat pukul 13.30 WIB, doa bersama dipanjatkan. Tiga bus perlahan meninggalkan gerbang kampus, meluncur sejauh 75,2 kilometer menuju Rumah Makan Pesona Rasa Amelia Tomo Sumedang untuk santap siang masakan khas Sunda.

Pukul 16.30 WIB, roda kembali berputar menembus bentangan Tol Trans-Jawa sejauh 196 kilometer. Rute Cipali, Palimanan-Kanci, hingga Pejagan-Pemalang dilalap dalam laju yang tenang dan nyaman.

Di dalam bus, ragam cerita bersemi. Muhammad Fadhil Zikri, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin yang mewakili cabang MHQ 20 Juz putra, sempat menuturkan perjalanannya. “Awalnya sempat ragu karena ini ajang perdana saya di tingkat PTKIN se-Jawa Madura. Namun, dorongan dari ustadz di Rumah Tahfidz Kampus III Cileunyi dan Ponpes UQ memantapkan langkah saya. Bismillah, semoga memberi yang terbaik untuk kampus tercinta,” ungkap Fadhil lirih penuh keyakinan.

Kenyamanan perjalanan itu diamini oleh Rio Herman Hidayat, ofisial tim bola voli. “Dukungan dan fasilitas terbaik dari kampus menjadi suntikan energi positif bagi kami untuk fokus membidik prestasi,” ucapnya di sela perjalanan.

Waktu menunjukkan pukul 20.30 WIB ketika iring-iringan bus akhirnya menepi di pelataran Grand Dian Hotel Pekalongan.

Udara pesisir menyambut rombongan yang disambut hangat oleh tim pendahulu dan panitia lokal.

Suasana mendadak riuh bergotong royong, tas dan koper diturunkan, air diangkut bergantian, antrean kunci kamar mengular tertib, disusul pembagian nasi kotak untuk mengisi perut yang lapar.

Malam kian larut di Kota Batik, memberi ruang bagi 117 pejuang kampus untuk mengistirahatkan raga. Mulai esok, semangat “Energi Juara Harmoni Nusantara” akan diuji di 24 cabang lomba rumpun olahraga, seni, dan ilmiah. Di balik lelapnya tidur mereka malam ini, asa besar almamater siap dinyalakan esok fajar.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *