UINSGD.AC.ID (Humas) – Menjelang pergantian Tahun Baru Hijriah 1448 H, sejumlah destinasi wisata religi di Bandung dan sekitarnya mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan.
Momentum 1 Muharam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender Islam, tetapi juga menjadi momen refleksi diri, memperbanyak ibadah, hingga melakukan perjalanan spiritual bersama keluarga dan kerabat.
Fenomena ini terlihat dari ramainya masjid-masjid ikonik hingga lokasi ziarah dan destinasi Haji yang dipadati masyarakat sejak beberapa hari sebelum malam pergantian tahun.
Banyak pengunjung memilih mengisi malam Tahun Baru Hijriah dengan mengikuti doa bersama, muhasabah, kajian Islam, hingga berziarah sebagai bentuk introspeksi dan harapan untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.
Berikut lima destinasi wisata religi yang menjadi magnet masyarakat menjelang Tahun Baru Hijriah:

Plaza Haji Al-Qosbah / Foto: TribunJabar
1. Plaza Haji Al-Qosbah
Berlokasi di Jl. Gedebage Utama No. Kav 7-8, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Plaza Haji Al-Qosbah menjadi salah satu pusat wisata religi yang ramai dikunjungi menjelang 1 Muharam. Kawasan ini dikenal sebagai pusat layanan dan edukasi seputar ibadah haji dan umrah yang menghadirkan nuansa spiritual bagi para pengunjung.
Menjelang Tahun Baru Hijriah, banyak masyarakat datang untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, berdiskusi mengenai perjalanan ibadah ke Tanah Suci, hingga mengisi waktu dengan refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman. Suasana yang religius menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorit untuk menyambut tahun baru Islam.

Masjid Raya Al-Jabbar / Foto: PojokSatu
2. Masjid Raya Al-Jabbar
Berdiri megah di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Masjid Raya Al-Jabbar selalu menjadi destinasi utama wisata religi di Bandung. Keindahan arsitektur modern yang dipadukan dengan danau retensi dan tata pencahayaan yang memukau membuat masjid ini dipadati pengunjung setiap momen besar Islam, termasuk Tahun Baru Hijriah.
Menjelang malam 1 Muharam, kawasan Masjid Al-Jabbar dipenuhi masyarakat yang ingin mengikuti doa bersama, zikir, serta menikmati suasana spiritual di tengah kemegahan bangunan masjid. Kedekatannya dengan Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung juga menjadikan masjid ini sebagai salah satu ruang refleksi religius bagi mahasiswa dan masyarakat umum.

Masjid Raya Bandung / Foto: Merdeka.com
3. Masjid Raya Bandung
Terletak di Jl. Dalem Kaum No.14, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Masjid Raya Bandung tetap menjadi ikon wisata religi yang tak pernah sepi pengunjung. Berada di kawasan Alun-alun Bandung, masjid ini menjadi titik berkumpul masyarakat untuk menyambut Tahun Baru Islam melalui berbagai kegiatan ibadah dan syiar keagamaan.
Kubah megah serta dua menara yang menjulang menghadirkan suasana khusyuk bagi para jemaah. Menjelang pergantian Tahun Baru Hijriah, halaman masjid dipenuhi warga yang ingin bermuhasabah, memanjatkan doa, dan mengawali tahun baru dengan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Masjid Al-Ukhuwah / Foto: BuanaSyiar
4. Masjid Al-Ukhuwah
Masjid Al-Ukhuwah yang beralamat di Jl. Wastukencana No.27, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, menjadi salah satu pusat kegiatan keislaman di Kota Bandung. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat masjid ini selalu ramai, terutama ketika momentum Tahun Baru Hijriah tiba.
Setiap menjelang 1 Muharam, masjid ini kerap menggelar tabligh akbar, zikir bersama, dan kajian refleksi akhir tahun Islam yang menarik ribuan jemaah dari berbagai daerah. Suasana kebersamaan dan semangat persaudaraan yang tercipta menjadikan Masjid Al-Ukhuwah sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam.

Makam Keramat Mama Eyang Rende / Foto: OkeZone
5. Makam Keramat Mama Eyang Rende
Berada di Jl. Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Makam Keramat Mama Eyang Rende menjadi destinasi ziarah yang mengalami peningkatan kunjungan menjelang Tahun Baru Hijriah. Banyak peziarah datang untuk mendoakan para tokoh terdahulu sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup mereka.
Tradisi ziarah menjelang 1 Muharam masih menjadi bagian dari budaya religius masyarakat Sunda. Suasana yang tenang dan sarat nilai spiritual menjadikan lokasi ini sebagai tempat yang dipilih masyarakat untuk melakukan perenungan, memperbanyak doa, serta memulai tahun baru Islam dengan hati yang lebih bersih dan penuh harapan.
Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, melainkan momentum untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih baik.
Meningkatnya kunjungan ke lima destinasi wisata religi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin menjadikan 1 Muharam sebagai ruang untuk memperkuat spiritualitas, mempererat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat refleksi diri di tengah dinamika kehidupan modern. (Fitri Awaliyah / Magan)