UINSGD.AC.ID (Humas) — Jurnal Asy-Syariah yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) resmi terindeks Scopus, sehingga menambah jumlah jurnal internasional bereputasi yang dimiliki UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dengan capaian tersebut, kini UIN Sunan Gunung Djati Bandung memiliki tujuh jurnal yang telah terindeks Scopus, prestasi yang menunjukkan peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di tingkat global.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas capaian yang membanggakan tersebut. “Alhamdulillah, UIN Bandung menambah satu lagi jurnal terindeks Scopus. Saat ini berarti ada tujuh jurnal yang telah terindeks Scopus. Selamat kepada para pengelola. Dedikasi dalam menjaga kualitas jurnal merupakan kebanggaan bagi universitas,” tegasnya, Jumat (13/3/2026).
Pihak rektorat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim pengelola Jurnal Asy-Syariah atas dedikasi, kerja keras, serta konsistensi dalam menjaga kualitas pengelolaan jurnal hingga mampu memenuhi standar internasional.
Sebelumnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah memiliki enam jurnal yang lebih dahulu terindeks Scopus, yaitu:
– Jurnal Pendidikan Islam (JPI) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi
– International Journal of Halal Research (IJHAR) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijhar
– Khazanah Hukum https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/kh
– Jurnal Online Informatika (JOIN) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/join
– International Journal of Islamic Khazanah (IJIK) https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijik
– Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/mua
Dengan bergabungnya Jurnal Asy-Syariah dalam indeks Scopus, jumlah jurnal bereputasi internasional di lingkungan UIN Bandung kini bertambah menjadi tujuh.
Jurnal Asy-Syariah secara konsisten mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang membahas kajian muamalah, hukum ekonomi syariah, serta isu-isu kontemporer dalam keilmuan syariah. Keberhasilan ini menegaskan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam meningkatkan mutu riset dan publikasi ilmiah berstandar internasional, khususnya pada bidang keilmuan syariah.
Dari proses hingga jurnal dapat terindeks Scopus merupakan tahapan panjang yang menuntut berbagai peningkatan kualitas. Mulai dari penguatan tata kelola jurnal, konsistensi penerbitan, kualitas artikel ilmiah, hingga pemenuhan standar internasional dalam aspek substansi, sitasi, dan etika publikasi ilmiah.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, Berkah Ramadan! Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan reputasi akademik dan kontribusi keilmuan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) di tingkat internasional,” jelasnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras tim pengelola jurnal, para editor, reviewer, serta kontribusi para penulis yang terus menghadirkan karya ilmiah berkualitas di bidang hukum dan ekonomi syariah.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta peradaban. Barakallahu fiikum kepada seluruh tim yang telah berkontribusi,” paparnya.
Capaian ini sekaligus memperkuat posisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus mendorong budaya riset, publikasi ilmiah global, dan kontribusi keilmuan bagi masyarakat internasional.
Koordinator Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hamdan Sugilar, M.Pd didampingi oleh Dr. Busro, M.Ag., menegaskan komitmen lembaga ini dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada jurnal-jurnal ilmiah.
“Capaian 7 jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang terindeks Scopus hingga tahun 2026 merupakan prestasi akademik yang sangat membanggakan sekaligus bukti bahwa tata kelola jurnal di lingkungan kampus terus bergerak ke arah yang lebih profesional, konsisten, dan bereputasi internasional.
Kami tidak berhenti sampai di sini, karena masih ada beberapa jurnal yang telah disubmit dan menunggu hasil evaluasi, serta sejumlah jurnal lain yang sedang dipersiapkan untuk diajukan. Dalam seluruh proses tersebut, Rumah Jurnal turut terlibat aktif dalam pendampingan, penguatan tata kelola, dan peningkatan kualitas jurnal menuju standar internasional,” pungkasnya.
