HomeBeritaBeritaTingkatkan Mutu, Sidang Pleno Senat UIN Bandung Bahas Usulan Pembukaan Prodi Kedokteran hingga Pedoman Generative AI

Tingkatkan Mutu, Sidang Pleno Senat UIN Bandung Bahas Usulan Pembukaan Prodi Kedokteran hingga Pedoman Generative AI

Tingkatkan Mutu, Sidang Pleno Senat UIN Bandung Bahas Usulan Pembukaan Prodi Kedokteran hingga Pedoman Generative AI

UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebagai komitmen nyata dalam peningkatan mutu akademik serta merespons dinamika era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), krisis kekurangan tenaga dokter di Jawa Barat, hingga tingginya fenomena gangguan kesehatan mental di tengah masyarakat yang menuntut lahirnya Program Magister (S2) Tasawuf dan Psikoterapi, Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sidang Pleno di Gedong Bodas Kampus II, Rabu (14/10/2026).

Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., didampingi Sekretaris Senat Universitas, Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag., memaparkan empat agenda pokok yang dibahas dan dipaparkan dalam sidang pleno tersebut:

Pertama, Pemaparan Naskah Akademik Usulan Pembukaan Program Studi Baru:

– Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Dokter

– Program Studi Magister (S2) Tasawuf dan Psikoterapi

Kedua, Pedoman Generative Artificial Intelligence (Gen-AI)

Ketiga, Pedoman Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

Dukungan Senat dan Ikhtiar Bersama

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., menyampaikan apresiasi tinggi atas peran dan dukungan konsisten pimpinan Senat Universitas yang telah menggagas dan mengawal langkah strategis pengembangan kelembagaan ini sejak tahap awal,

“Jadi insyaallah, mudah-mudahan… doakan dan support dari Senat, terutama Pak Ketua Senat dan Sekretaris. Terutama Ketua Senat, memang dulu yang penggagas utama adalah beliau. Jadi dari semua universitas-universitas Islam yang sekarang sudah pada bermunculan, kita termasuk as-sabiqun al-awwalun, penggagas. Alhamdulillah sudah mendapatkan persetujuan,” tutur Rektor.

Rektor memberikan penegasan khusus kepada masing-masing tim pengusul program studi baru agar sungguh-sungguh mengawal proses kelayakan serta persyaratan penerimaan mahasiswa baru. Keberhasilan pembukaan prodi anyar dinilai menuntut langkah proaktif dan sinergi bersama seluruh sivitas akademika.

“Saya minta kepada masing-masing pengusul untuk mengawal syarat, bahwa jumlah pendaftarannya tidak boleh kurang dari 20. Penerimaan mahasiswa baru itu tidak bisa hanya diserahkan kepada PMB, tapi kita semua harus berikhtiar,” tegasnya.

Sidang pleno ini menegaskan komitmen institusi dalam mempercepat integrasi keilmuan sains dan agama, khususnya kehadiran fakultas, rumpun kedokteran demi menjawab disparitas kebutuhan layanan medis daerah serta penguatan psikoterapi Islam untuk memulihkan kesehatan mental umat dan kesiapan kampus menghadapi lompatan teknologi lewat pedoman resmi Generative AI guna menjaga integritas mutu akademik.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *