id Indonesian

THE 1ST BANDUNG INTERNATIONAL CONFERENCE ON S0CIAL SCIENCE

(UINSGD.AC.ID)-Centre for Asian Social Science Research (CASSR) bekerjama dengan jurusan-jurusan Sosiologi, Administrasi Publik dan Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung mengadakan konferensi internasional dengan nama Bandung International Conference on Social Science (BICOSS) pada tanggal 6, 7, dan 8 Juli 2021. BICOSS kesatu ini mengusung tema “Contemporary Issues and Trends in Social Science in the Era of the Internet of Things. 

A.M. Iqbal, Ph.D., Conference Chair menjelaskan pada 2021 ini, BICOSS menghadirkan beberapa pembicara utama dari Indonesia dan luar negeri yang mempunyai reputasi internasional dan nasional di bidangnya, yaitu Prof. Vedi Hadiz dari University of Melbourne, Australia; Prof. Merlyna Lim dari Carleton University, Kanada; Prof. Purwo Santoso dari UNU Yogyakarta, Indonesia; Riswanda, PhD. dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia; Prof. Frans Wijsen dari Radboud University, Belanda; dan Prof. Syed Farid Alatas dari National University of Singapore.

“Konferensi kali ini menampilkan 62 paper dalam berbabagi diskusi panel dan dihadiri oleh 400 lebih peserta yang mendaftar,” jelasnya, Kamis (8/7/2021).

Konferensi internasional ini dimaksudkan sebagai upaya strategis untuk mewujudkan visi UIN Bandung menjadi universitas yang unggul dan kompetitif di tingkat ASEAN pada 2025 dan memperoleh rekognisi sebagai kampus dengan kegiatan ilmiah pada tingkat nasional dan global.

BICOSS ini merupakan forum prestisius di mana para akademisi ilmu sosial berkumpul dan mendiseminasikan hasil penelitian dan pemikiran mereka pada era the internet of things ini. “Konferensi ini juga membuka peluang bagi  para akademisi dan peneliti untuk membangun network dan berkolaborasi dalam penelitian, pengembangan akademik dan lainnya sesuai bidang keahlian dan minat masing-masing,” terangnya.

Selain itu, konferensi ini dimaksudkan sebagai ajang untuk menjaring hasil penelitian-penelitian yang berkualitas yang selanjutnya dapat diterbitkan pada jurnal-jurnal yang ada di lingkungan FISIP seperti JISPO, JASSR, Temali, Politicon, dan Publika. Hal ini sekaligus juga dapat menjadi ajang promosi dan peningkatan kualitas tulisan pada jurnal-jurnal di FISIP.

“Melalui konferensi ini, diharapkan akan terbangunnya iklim akademik yang kondusif dan penuh semangat di kalangan dosen UIN Bandung, khususnya FISIP, ” pungkasnya.


Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x