id Indonesian

Sukses Puasa Ramadhan dan Sindiran Rasul

Ceramah Tarawih (Cetar) Ramadhan 1441 H, kembali menyapa pembaca dan pemirsa YouTube Pikiran-Rakyat.com.

Cetar Ramadhan 1441 H, memasuki edisi ke-8. Penceramah yang akan memberi tausiah dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi serta Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Untuk edisi kali ini, penceramah adalah Ketua Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Aang Ridwan. M,Ag.

Kang Aang sapaannya, membahas “Sambut Puasa dengan Iman yang Berkualitas”. Berikut ulasan Cetar Edisi 8 Ramdhan 1441 H.

Ternyata, Ini yang Diwajibkan Puasa

Ibu dan bapak kawan-kawan yang saya cintai dan Allah muliakan. Yang diundang Allah melaksanakan ibadah mulia di Bulan Suci Ramadhan ini, ternyata hanyalah orang-orang yang beriman.

Mari kita tafakuri sejenak dalam Alquran Surah Albaqarah Ayat 183.

Lalu pertanyaannya, iman yang mana? Dalam narasi para ulama, adalah iman yang berkualitas.

Lalu kenapa iman kita harus berkualitas? Para ulama menjawab, sebab jika iman kita berkualitas, maka puasa kita akan berkualitas.

Jika iman kita berkualitas, tarawih kita akan berkualitas. Namun, tanpa iman yang berkualitas, maka ibadah Ramadhan yang dilakukan hanya sekadar rutinitas.

Lalu, manakah iman yang berkualitas itu. Kata para ulama ahli tauhid, iman yang berkualitas adalah iman yang didasari ilmu dan diperkaya amal. Karena itu, mari kita sambut Ramadhan 1441 H ini dengan mengkaji ilmu tentang Ramadan.

Kita kaji fiqih puasa, kita kaji fiqih salat sunat tarawih, kita kaji fiqih zakat fitrah dan lain sebagainya. Sebab dengan berbasis ilmu fiqih, maka puasa akan jadi amal shaleh bukan sekadar lapar haus dan dahaga saja.

Rasul pernah menyindir banyak orang yang berpuasa, bukan pahala puasa yang didapat, kecuali hanya lapar haus dan dahaga.

Kenapa? bisa jadi karena puasanya tidak berbasis ilmu. “Dengan berbasis fiqih tentang salat tarawih, maka salat tarawih kita akan menjadi amal sholeh, bukan sekedar ritualitas yang melelahkan,” jelasnya.

Dengan berbasis ilmu fiqih itikaf kita akan menjadi amal saleh. Bukan sekadar begadang yang melelahkan dengan berbasis ilmu.

Maka amaliah Ramadhan kita akan menjadi amal saleh yang berkualitas bukan sekadar rutinitas.

Selain kerja sama UIN Bandung, yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Syariah dan Hukum, program ini pun didukung lembaga pendidikan Daarul Qur’an.

Kerjasama tersebut menyajikan ceramah offline yang disampaikan ustad dan kiai dari tiga lembaga pendidikan agama Islam di Jawa Barat tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an, Hendrawan Saleh mengatakan Cetar Ramadhan 1441 H ini, menjadi alternatif solusi untuk tetap berdakwah dan mencari ilmu di tengah wabah virus corona seperti saat ini.

Ceramah offline pengganti tarawih ini adalah merupakan sebuah terobosan bagus di mana masyarakat tetap mendapatkan hak informasi dan hak spiritualnya untuk mendapatkan nasehat tausiah yang bermakna selama Bulan Suci Ramadhan 1441 H.

“Biasanya dilakukan dengan pertemuan ceramah-ceramah. Ini kemudian akan bisa dinikmati secara offline oleh seluruh sahabat Pikiran-Rakyat.com di mana pun berada,” jelas Hendrawan Saleh.

Cetar Ramadhan 1441 H ini pun diharakan menjadi jalan dakwah dan memotivasi serta rasa optimisme di tengah pandemi COVID-19.***

VIDEO EDISI 8 Program Cetar Ramadhan 1441 H (KLIK LINK)

Sumber, Pikiran Rakyat 30 April 2020 19:33 WIB

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x