UINSGD.AC.ID (Humas) — Psikologi tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi harus mampu membentuk karakter dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bangsa, negara, serta kehidupan beragama. Penegasan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., saat menyampaikan orasi ilmiah pada puncak Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Aula Anwar Musaddad, Rabu (8/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Fakultas Psikologi meluncurkan Program Studi Magister (S2) Psikologi sebagai tonggak baru pengembangan pendidikan tinggi. Prof Kamaruddin Amin, mengapresiasi capaian Fakultas Psikologi yang berhasil meraih Akreditasi Unggul. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika.
“Saya mengucapkan selamat dan bangga atas pencapaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya Fakultas Psikologi yang telah memperoleh rekognisi formal sebagai fakultas dengan Akreditasi Unggul. Ini merupakan capaian yang patut disyukuri dan dibanggakan karena lahir dari kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika,” tegasnya.
Keberadaan psikologi memiliki posisi yang sangat strategis di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Menurutnya, psikologi berperan penting dalam membangun kualitas kehidupan beragama, membentuk karakter, memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan kebangsaan.
“Dalam perspektif Islam, manusia memiliki dimensi jasmani, rohani, dan nafs. Karena itu, ilmu psikologi memiliki peran yang sangat penting, terlebih di tengah perubahan global yang menghadirkan berbagai persoalan sosial, kebangsaan, dan keagamaan. Psikologi semakin relevan untuk memberikan solusi atas berbagai tantangan kehidupan,” jelasnya.
Ilmu psikologi kini semakin menemukan relevansi tertingginya di tengah gempuran era disrupsi, pergeseran struktur demokrasi, dampak geopolitik global, hingga ancaman perubahan iklim. Rentetan fenomena global tersebut dinilai berdampak langsung pada beban kejiwaan dan dinamika sosial masyarakat.
“Kehadirannya memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial, kehidupan kebangsaan, keagamaan, hingga persoalan keseharian kita,” tegasnya.
Sebagai ilustrasi, Prof Kamaruddin membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Jepang. Pendidikan moral yang diajarkan sejak usia dini menjadi fondasi terbentuknya karakter masyarakat yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab.
Selama ini di Jepang pembentukan karakter dilakukan secara radikal dan konsisten melalui kurikulum moral education (pendidikan moral) sejak TK hingga bangku kuliah bertumpu pada tiga nilai utama, yaitu menghargai diri sendiri, mencintai orang lain, dan mencintai lingkungan.
“Anak-anak diajarkan bahwa disiplin, berprestasi, hidup sehat, dan tepat waktu merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Mereka dibiasakan membantu orang lain dengan tulus serta mencintai lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini. Nilai-nilai sederhana ini membentuk karakter bangsa yang kuat,” paparnya.
“Di Jepang, siswa maupun mahasiswa wajib membersihkan WC sekolahnya sendiri karena tidak ada cleaning service. Hasilnya? Sungai bersih, jalanan rapi, hidup mereka teratur tapi santai, damai, dan bahagia karena ikhlas,” tuturnya.
Nilai-nilai ini memiliki relevansi yang sangat erat dengan pengembangan ilmu psikologi. “Psikologi harus mengambil peran penting dalam membangun karakter bangsa. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, psikologi memiliki ruang yang sangat luas untuk menghadirkan solusi bagi persoalan keluarga, pendidikan, kehidupan beragama, hingga pelayanan publik,” tandasnya.
Fakultas Psikologi UIN Bandung ditantang untuk mampu mereplikasi semangat tersebut. “Tantangan kita adalah bagaimana ilmu yang kita miliki bisa diterjemahkan menjadi sesuatu yang impact full (berdampak kuat) dalam membentuk karakter dan budaya masyarakat,” imbuhnya.
Prof Kamaruddin berharap Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak hanya berhenti pada capaian akreditasi, tetapi mampu menjadi pusat pengembangan ilmu yang berdampak nyata.
“Bagi saya, yang tidak kalah penting dari Akreditasi Unggul adalah bagaimana Fakultas Psikologi memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Ruang aktualisasi psikologi sangat luas, mulai dari layanan konseling, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan karakter bangsa. Ilmu yang dimiliki harus mampu diterjemahkan menjadi karya dan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama,” pesannya.
Menutup orasi ilmiahnya, Prof Kamaruddin menyatakan optimistis Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan terus berkembang menjadi institusi yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita semua menunggu kiprah Fakultas Psikologi, bukan hanya di tingkat local, nasional, regional hingga internasional. Dengan sinergi, kolaborasi, dan semangat saling menghargai, saya yakin Fakultas Psikologi akan terus melahirkan prestasi dan memberikan kontribusi besar bagi Indonesia,” ujarnya.
Acara dihadiri Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., para wakil rektor, kepala biro, dekan, pimpinan lembaga, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, mitra kerja sama, pimpinan pondok pesantren, alumni, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai institusi, seperti Bawaslu Jabar, DPRD Jabar.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., CPCE., MCE., mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan dua dekade Fakultas Psikologi yang diwarnai berbagai capaian membanggakan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pimpinan universitas, para dekan, mitra, pimpinan pondok pesantren, alumni, dosen, mahasiswa, dan seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan energi dan doa bagi kemajuan Fakultas Psikologi,” ujarnya.
Keberhasilan Fakultas Psikologi bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi seluruh sivitas akademika. “Saya yakin keberhasilan Fakultas Psikologi bukan karena perorangan, tetapi merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh sivitas akademika. Kebersamaan inilah yang mengantarkan Fakultas Psikologi terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Prof Ulfiah mengenang amanah yang diberikan Rektor saat dirinya dilantik sebagai dekan untuk membawa Fakultas Psikologi menjadi fakultas unggul.
“Saat saya dilantik, Pak Rektor memberikan tantangan agar Fakultas Psikologi menjadi unggul. Saya tidak berjanji, tetapi berikhtiar bersama seluruh sivitas akademika. Alhamdulillah, sebelum memasuki usia 20 tahun, Program Studi Psikologi berhasil meraih Akreditasi Unggul dari BAN-PT. Ini adalah buah dari kerja keras, kolaborasi, dan ridha Allah SWT,” ungkapnya.
Dengan melaporkan peluncuran Program Studi Magister (S2) Psikologi yang diharapkan semakin memperkuat kontribusi Fakultas Psikologi.
“Hari ini kami me-launching Program Studi Magister Psikologi. Mudah-mudahan menjadi langkah awal untuk terus bertumbuh, berkembang, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat sesuai semangat kami, Bertumbuh Bersama, Berdampak untuk Sesama,” katanya.
Prof Ulfiah turut mengapresiasi para alumni yang telah menunjukkan kiprah di berbagai bidang, mulai dari legislatif, penyelenggara pemilu, akademisi hingga organisasi profesi psikologi.
“Alumni Fakultas Psikologi telah menunjukkan kiprah yang membanggakan di berbagai sektor. Ini menjadi bukti bahwa lulusan Fakultas Psikologi mampu bersaing, berkontribusi, dan membawa nama baik almamater di tingkat nasional,” ujarnya.
Prof Ulfiah tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pimpinan universitas, para mantan dekan psikologi, sivitas akademika dan alumni yang turut andil dalam pengembangan fakultas. Saat ini kiprah alumni Psikologi UIN Bandung sudah tersebar di berbagai posisi strategis nasional.
“Alumni ada yang jadi ketua Bawaslu, anggota DPR, ketua Prodi Psikologi di Perguruan Tinggi lain, dan lain-lain. Pokoknya alumni kita ada di mana-mana dan bisa ke mana-mana,” bebernya.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang memberikan orasi ilmiah pada momentum Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi.
“Atas nama sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., atas kehadiran dan kesediaannya memberikan orasi ilmiah. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Rektor mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi yang bertepatan dengan capaian Akreditasi Unggul. “Alhamdulillah, pada usia yang ke-20 ini Fakultas Psikologi berhasil mempersembahkan hadiah istimewa berupa Akreditasi Unggul. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan,” katanya.
Keberhasilan ini merupakan hasil estafet kepemimpinan seluruh dekan sejak awal berdirinya Fakultas Psikologi mulai dari Prof. Dr. H. Endin Nasrudin, M.Si (2006 – 2008), Dr. Mursidin, M.Pd (2008 – 2010), Prof. Dr. H. Adang Hambali, M.Pd (2010 – 2015), Prof. Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi.Psikolog (2015 – 2023), sampai Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si., CPCE., MCE (2023 – 2027).
“Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu orang, tetapi buah perjuangan seluruh dekan yang pernah memimpin Fakultas Psikologi. Kepemimpinan Ibu Dekan saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun para pendahulunya,” ujarnya.
Prof Rosihon melaporkan bahwa dari 75 program studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sekitar 75 persen telah meraih Akreditasi Unggul.
Dengan harapan Program Studi Magister Psikologi yang diluncurkan pada momentum Dies Natalis ini segera berkembang menjadi program studi unggulan. “Hari ini kita meluncurkan Program Studi Magister Psikologi. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan program ini mampu meraih Akreditasi Unggul dan memberikan kontribusi besar bagi pengembangan ilmu psikologi,” harapnya.
Selain orasi ilmiah, rangkaian Dies Natalis ke-20 Fakultas Psikologi diisi dengan santunan kepada 20 anak yatim, refleksi perjalanan dua dekade Fakultas Psikologi, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai mitra (Ketua Bawaslu Jabar Zacky Muhammad Zam Zam, S.Psi., M.MPd., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Andrie Kustria Wardana, S.STP., M.Si., CRBD., Ketua Forum Pondok Pesantren Provinsi Jawa Barat Dr. H. R. Edi Komarudin, M.Ag), pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi, serta penampilan seni dari sivitas akademika dengan bintang tamu Gita KDI.
Menginjak usia dua dekade, Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung meneguhkan komitmennya untuk terus bertumbuh sebagai pusat pendidikan psikologi yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berusaha menghadirkan kontribusi nyata bagi pembentukan karakter, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, serta kemajuan bangsa dan kehidupan beragama.

