UINSGD.AC.ID (Humas) — Pengalaman dan praktik pengelolaan teknologi informasi Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi rujukan UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi dalam memperkuat Sistem Informasi Akademik (SIA). Kolaborasi ini menegaskan peran PTIPD UIN Bandung dalam berbagi praktik baik pengelolaan layanan akademik digital untuk mendukung transformasi tata kelola perguruan tinggi.
Kolaborasi antara kedua perguruan tinggi tersebut berlangsung di Unit Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UTIPD) UIN STS Jambi. Kepala PTIPD UIN SGD Bandung, H. Mohamad Irfan, S.T., M.Kom., Ph.D., bersama tim berdiskusi dengan Kepala UTIPD UIN STS Jambi, Titin Agustin Nengsih, Ph.D., beserta jajaran mengenai penguatan sistem dan layanan akademik berbasis teknologi informasi.
Diskusi tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga bagaimana teknologi informasi dapat menopang tata kelola akademik yang efektif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi tata kelola SIA, integrasi data, pengelolaan proses akademik, kualitas layanan bagi mahasiswa dan dosen, keamanan sistem, hingga keandalan infrastruktur teknologi informasi.
Kepala UTIPD UIN STS Jambi, Titin Agustin Nengsih, Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan SIA menjadi bagian penting dalam transformasi layanan akademik. Menurutnya, sistem yang terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi dan memberikan kemudahan akses informasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan.
“Pengembangan Sistem Informasi Akademik tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga menyangkut perbaikan proses bisnis, ketepatan data, dan kualitas pelayanan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mempelajari pengalaman UIN SGD Bandung serta mengidentifikasi praktik-praktik yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan UIN STS Jambi,” ujarnya.
Dalam sesi teknis, tim PTIPD UIN Bandung dan UTIPD UIN STS Jambi turut mendalami arsitektur sistem, pengelolaan basis data, integrasi antarplatform, pembagian kewenangan pengguna, pemeliharaan sistem, serta mekanisme penanganan kendala layanan akademik.
Berbagi pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem informasi yang tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga mampu mendukung proses bisnis akademik secara menyeluruh. Praktik yang dinilai relevan selanjutnya dapat diadaptasi UIN STS Jambi sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan arah pengembangan institusinya.
Penguatan SIA diharapkan mendorong terwujudnya layanan akademik yang semakin terintegrasi, transparan, akurat, dan responsif. Sistem yang andal menjadi fondasi bagi pengelolaan data dan pengambilan keputusan berbasis informasi yang lebih cepat dan tepat.
Bagi UIN Bandung, kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi PTIPD dalam membangun ekosistem transformasi digital antarputerguruan tinggi. Sementara bagi UIN STS Jambi, pengalaman yang dibagikan menjadi modal untuk memperkuat layanan akademik digital dan tata kelola berbasis data.
Sinergi kedua perguruan tinggi ini diharapkan terus berkembang melalui kerja sama yang lebih luas, baik dalam pengembangan teknologi informasi maupun bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan kelembagaan.

