Hari Pertama Kuliah, Awal Cerita Maba, dan Resolusi Mahasiswa Lama

UINSGD.AC.ID (Humas) —Hari pertama kuliah, Senin (31/8/2026) selalu membawa cerita yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Bagi mahasiswa baru, hari itu menjadi awal untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus bertemu dengan teman-teman baru.

Untuk mahasiswa yang telah melewati beberapa semester, kembali ke ruang kelas menjadi pengingat bahwa perjalanan perkuliahan terus berjalan dengan tantangan yang semakin serius.

Bagi Hasya Risda, mahasiswa baru Fakultas Sains dan Teknologi, hari pertama kuliah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Setelah sebelumnya menjalani pembelajaran di bangku sekolah menengah, ia kembali menemukan beberapa pelajaran yang pernah dipelajari ketika SMA dalam suasana perkuliahan.

“Kesan saya kuliah di hari pertama itu seru, bisa dapat teman baru, terus pelajaran yang sudah kita pelajari di SMA itu ketemu lagi di kuliah,” ujar Hasya, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan dengan teman-teman baru menjadi salah satu pengalaman yang membuat awal perkuliahan terasa berkesan. Memasuki lingkungan yang berbeda juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mulai membangun pertemanan dan beradaptasi dengan kehidupan kampus.

Bagi Hasya, memasuki dunia perkuliahan bukan hanya tentang mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga menjadi awal untuk memperluas pengetahuan. Ia berpesan agar mahasiswa tetap memiliki semangat dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-cita.

“Pesannya tetap semangat untuk mencari ilmu yang lebih luas, dan semangat juga untuk menggapai cita-cita kita,” tuturnya.

Berbeda dengan mahasiswa baru yang tengah menikmati pengalaman pertama di bangku kuliah, Khairunnisa Britani Suparno, mahasiswa semester 5 Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Hubungan Masyarakat, merasakan hari pertama kuliah dengan suasana yang berbeda.

Setelah melewati masa liburan yang cukup panjang, kembali bertemu dengan teman-teman menjadi hal yang menyenangkan. Namun, di semester yang semakin tinggi, perkuliahan mulai terasa lebih serius. Pembahasan mengenai tugas akhir dan persiapan job training menjadi bagian dari perjalanan akademik yang mulai dihadapi.

“Senang bisa ketemu teman-teman lagi setelah liburan lama. Tapi walaupun senang, agak kaget karena sudah memasuki semester yang cukup serius, sudah mulai ada pembahasan mengenai job training dan juga sidang,” ungkap Khairunnisa.

Meski mulai memasuki fase yang lebih serius, Khairunnisa justru merasa semakin bersemangat menjalani perkuliahan. Salah satu hal yang membuatnya antusias adalah kesempatan untuk kembali bertemu dengan dosen dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.

Pertemuan pada hari pertama kuliah memberikan pengalaman yang lebih personal bagi Khairunnisa. Ia kembali bertemu dengan salah satu dosen yang sebelumnya sempat tidak mengajar karena mengalami sakit stroke.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa perjuangan dalam menjalani kehidupan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa. Para dosen pun memiliki tantangan dan perjuangan masing-masing.

“Jadi tidak semua struggle itu hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi dosen juga memiliki struggle tersendiri,” ujarnya.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi refleksi bagi Khairunnisa untuk tidak menjadikan kesulitan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Ia merasa tersentuh karena dapat kembali melihat semangat seorang dosen untuk menjalani aktivitasnya dalam kondisi yang pernah dihadapi.

Baginya, kesehatan menjadi salah satu hal yang patut disyukuri sekaligus menjadi alasan untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu.

“Dalam kondisi apa pun, selagi kita sehat, kita harus semangat belajar dan menuntut ilmu,” ujarnya.

Dua pengalaman tersebut menunjukkan bahwa hari pertama kuliah memiliki makna yang berbeda bagi setiap mahasiswa. Bagi mahasiswa baru, ia menjadi langkah awal untuk mengenal teman, lingkungan, dan dunia akademik yang lebih luas. Sementara bagi mahasiswa semester 5, hari pertama menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju tahap akhir perkuliahan membutuhkan keseriusan dan semangat yang terus dijaga.

Pada akhirnya, kembali ke ruang kelas bukan hanya tentang dimulainya kegiatan akademik. Ada pertemuan baru, tantangan baru, serta refleksi yang dapat menjadi bekal untuk melanjutkan perjalanan. Dari mahasiswa baru hingga mereka yang mulai mendekati akhir masa studi, semangat untuk belajar menjadi satu hal yang terus mempertemukan setiap langkah di dunia perkuliahan. (Anggun Pratama Putri / Magang)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *