UINSGD.AC.ID (Humas) — Praktik jurnalistik modern dituntut tidak sekadar beradaptasi dengan lompatan teknologi digital, melainkan harus tetap berakar kuat pada etika kemanusiaan dan empati sosial.
Pesan substantif ini mengemuka dalam seminar kejurnalistikan tahunan MindTalk 2026 yang berlangsung di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Philanthropic Journalism in the Digital Age: Where Humanism Meets Idealism and Innovation” dengan moto “Think with Vision, Act with Compassion!”, forum ini menyoroti peran strategis jurnalisme filantropi di tengah derasnya arus informasi serbacepat.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik ini menyedot perhatian lebih dari 300 peserta, melampaui target awal penyelenggara yang mayoritas terdiri dari sivitas akademika Program Studi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Hadir sebagai narasumber pertama, Jurnalis Republika Thoudy Badai Rifanbillah membedah realitas lapangan terkait misi kemanusiaan seorang jurnalis, terutama saat meliput situasi krisis dan bencana. Menurutnya, kecepatan peliputan tidak boleh mengorbankan kondisi psikologis para penyintas.
Jurnalis dituntut menjunjung tinggi batasan etis: Pertama, Menghormati ruang privasi korban dan tidak mengeksploitasi duka demi sensasionalisme berita.
Kedua, Menerapkan pendekatan humanis dengan menunggu kesiapan psikologis narasumber sebelum memulai wawancara.
Ketiga, Mengambil dokumentasi visual secara bermartabat tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta empati terhadap subjek berita.
Perspektif etika dan profesionalisme media diperkuat pada sesi kedua oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Iqbal T. Lazuardi. Diskusi berlangsung interaktif melalui dialog kritis antara peserta dan pemateri seputar tantangan independensi serta kompromi moral di ruang redaksi masa kini.
Sebagai penyegar di sela diskursus intensif, agenda seminar dilengkapi dengan penampilan musik dari Niwang Nastiti serta sesi evaluasi materi interaktif melalui Quizizz.
Dengan adanya penyelenggaraan MindTalk 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya dalam membekali calon praktisi media dengan idealisme jurnalisme berperspektif korban, memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berjalan beriringan dengan nurani kemanusiaan. (Aulia Syifa Salsabila / Kontributor)

