UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebanyak 971 mahasiswa baru Program Magister (S2) dan Doktor (S3) mengikuti Matrikulasi dan Orientasi Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Anwar Musaddad, Jumat (28/8/2026).
Pembukaan orientasi yang dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Ketua dan Sekretaris Senat Universitas Prof. Dr. H. Mahmud, MSi., Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M. Ag., Wakil Direktur II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Prof. Dr. H. Aden Rosadi, M.Ag., Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, MA., Prof. Dr. Agus Abdul Rahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CIPP., para Dekan dan Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi S2, S3 di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Agenda ini digelar sebagai langkah awal menanamkan budaya integritas akademik, tradisi riset, dan adaptasi ekosistem keilmuan pascasarjana.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., yang secara virtual menegaskan mahasiswa pascasarjana yang disapa sebagai Gunung Djati Senior ini memikul tanggung jawab keilmuan yang lebih mendalam dibanding jenjang sarjana.
“Alhamdulillah pada kesempatan pagi hari ini, di hari Jumat, Sayyidul Ayyam, kita semua berkumpul untuk mengikuti kegiatan orientasi dan matrikulasi di Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tentu saya memohon maaf tidak bisa hadir secara langsung bertemu dengan Bapak, Ibu sekalian, tanpa mengurangi rasa hormat dan rasa bangga saya kepada Bapak, Ibu semua,” tegasnya.
Pihak rektorat sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, “Saya memberikan apresiasi kepada Pak Direktur beserta jajaran, termasuk para Dekan yang mengelola Pascasarjana, atas kegiatan hari ini. Kalau S1 kita menyapanya Gunung Djati Muda, karena nama kampus kita Sunan Gunung Djati maka kita menyapanya Gunung Djati Muda. Untuk mahasiswa Pascasarjana ini kita menyebutnya Gunung Djati Senior, ya, Gunung Djati Senior karena sudah Pascasarjana,” jelasnya.
Tentunya saya menghaturkan selamat datang di kampus kita, di kampus kebanggaan kita, kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tentu Bapak, Ibu sekalian adalah sekian dari peserta yang diterima di Pascasarjana. Ini merupakan salah satu anugerah yang Allah berikan kepada Bapak, Ibu sekalian, bisa bersama-sama kami untuk membangun peradaban melalui proses perkuliahan di Pascasarjana.
Sebagaimana tadi disampaikan oleh Direktur, “S1 itu berbeda dengan S2. Walaupun sama-sama di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tetapi stratanya sudah berbeda; tidak lagi S1, tetapi sudah S2 dan S3. Nanti gelarnya pun berbeda. Oleh karena itu, ruang akademik yang akan Bapak, Ibu sekalian hadapi atau alami di kampus kebanggaan kita ini tentu menuntut kedalaman berpikir, kemandirian, dan tentu kontribusi keilmuan yang nyata. Itu harus nampak dalam setiap proses akademik di Pascasarjana, baik dalam proses pembelajaran di kelas, tugas-tugas keseharian mata kuliah, apalagi dalam tugas akhir, baik itu tesis maupun disertasi. Mohon itu semua menjadi identitas yang tidak terpisahkan dari Gunung Djati Senior di Pascasarjana,” bebernya.
Matrikulasi dan orientasi yang hari ini sedang dihadapi oleh Bapak, Ibu sekalian tentu punya tujuan yang sangat mulia:
1. Menunjukkan arah dan perbedaan antara kuliah di S1 dengan S2 dan S3.
2. Memahami budaya akademik, etika akademik, tradisi penelitian, dan sistem pembelajaran di Pascasarjana UIN Bandung.
3. Mengetahui ekspektasi pengelola terhadap mahasiswa Magister dan Doktor.
“Bagi mahasiswa yang alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentu sedikit banyak sudah memiliki wawasan tentang tradisi akademik kampus ini. Namun bagi yang baru, orientasi ini sekaligus memperkenalkan kultur dan sistem di UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” ujarnya.
Pada kesempatan penting ini, saya ingin berpesan:
Untuk mahasiswa Magister (S2). “Jangan berhenti pada kemampuan memahami ilmu semata, tetapi sudah mulai menghasilkan pengembangan ilmu. Ada proses pengembangannya.”
Untuk mahasiswa Doktor (S3). Jangan hanya menjadi orang yang menguasai ilmu, tetapi harus mampu menghasilkan kebaruan ilmu (novelty) dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Dalam tataran ijtihad dan istinbath, sejatinya doktor-doktor UIN SGD Bandung menghasilkan inovasi keilmuan yang berkontribusi besar bagi peradaban. Pikirkan sejak dini inovasi apa yang akan disumbangkan sesuai kompetensi program studi yang dipilih,” paparnya.
Arah Kebijakan UIN Bandung Tahun Akademik 2026/2027
1. Peningkatan Mutu Akademik: Terus menjadi fokus utama yang kita kejar secara berkesinambungan.
2. Penguatan Riset dan Publikasi Internasional: Riset dan publikasi menjadi keunggulan UIN Bandung. “Hasil riset mahasiswa S2 dan S3 harus dipublikasikan di jurnal terindeks internasional (seperti Scopus) sebelum pelaksanaan sidang terbuka, guna mendukung pemeringkatan universitas. Masa studi S3 diupayakan selesai tepat waktu (lazimnya semester 6),” ungkapnya.
3. Internasionalisasi Kampus: Memperluas rekognisi global melalui publikasi karya ilmiah internasional.
4. Penguatan Reputasi Institusi: Mewujudkan visi kampus yang unggul, kompetitif, inovatif, dan berbasis Rahmatan lil ‘Alamin. “Reputasi nasional dan internasional mahasiswa akan memperkuat reputasi institusi,” tuturnya.
5. Peningkatan Kualitas Lulusan: Menjaga tradisi keilmuan dan kepatuhan terhadap regulasi serta etika akademik yang ditetapkan universitas yang dapat diakses melalui JDIH, website resmi, maupun media sosial kampus.
6.Kolaborasi Nasional dan Internasional: Membangun jejaring riset kolaboratif dengan perguruan tinggi luar negeri maupun lembaga penelitian lainnya.
7. Kontribusi Nyata dan Berdampak: Arah riset diarahkan untuk mendukung program prioritas pemerintah/BRIN serta Kementerian Agama, seperti ekoteologi, kurikulum berbasis cinta, dan moderasi beragama.
“Pascasarjana merupakan etalase keilmuan, pusat pengembangan ilmu dan peradaban, serta wadah melahirkan pemikir, peneliti, dan akademisi yang unggul (mumtaz),” tandasnya.
Terdapat lima pesan utama bagi mahasiswa yang disampaikan oleh Rektor:
1. Jaga Integritas Akademik: Hindari plagiarisme dan manipulasi akademik, terutama dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI). “AI hanya boleh digunakan secara bijak sebagai alat bantu (tool), bukan pengganti pemikiran orisinal,” ujarnya.
2. Budayakan Membaca dan Menulis: Pemikiran mendalam lahir dari literasi yang kuat, akrab dengan jurnal internasional, buku, dan diskusi ilmiah.
3. Terbuka terhadap Dialektika dan Perbedaan Pendapat: Debat keilmuan yang sehat di ruang kelas maupun diskusi kritis bersama dosen adalah bagian penting dari lahirnya gagasan orisinal.
4. Bangun Jejaring (Networking): Terjemahkan silaturahmi ke dalam jejaring riset dan kolaborasi akademik yang luas.
5. Jaga Nama Baik Almamater: Ukir prestasi, bangun reputasi positif, dan laporkan capaian membanggakan ke jajaran pimpinan, Wadir agar tercatat sebagai rekognisi kampus.
Guru Besar Ilmu Tafsir ini menegaskan “Pendidikan yang kita tempuh harus menghadirkan dampak nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. “Lulusan Pascasarjana UIN Bandung diharapkan tidak hanya sukses akademik, tetapi menjadi agen kemaslahatan, Khairukum anfa’ukum lin-nas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama). Jadikan niat awal perkuliahan ini untuk menjadi insan yang Al-‘Alim wal ‘Amil Ma’an, berilmu sekaligus mengamalkan ilmunya dengan sebaik-baiknya.”
Dalam laporannya, Direktur Pascasarjana UIN Bandung, Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag., melaporkan bahwa total 971 peserta terdiri dari 936 mahasiswa di lingkungan Pascasarjana (mencakup 3 Prodi Doktor dan 15 Prodi Magister) serta 35 mahasiswa dari tiga prodi magister berbasis fakultas: Magister Manajemen FEBI (14 orang), Magister PGMI FTK (13 orang), dan Magister Teknik Informatika FST (8 orang).
Rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari (28–29 Agustus 2026), meliputi orientasi kelembagaan, pembekalan khusus mahasiswa doktoral, serta matrikulasi berbasis program studi sebelum perkuliahan semester ganjil dimulai serentak pada Senin mendatang.
“Pada kesempatan orientasi dan matrikulasi kita sekarang ini, ingin saya sampaikan kepada Pak Rektor, mereka akan diajak merenung, berpikir, berefleksi, bahkan berdiskusi selama dua hari: hari ini dan besok hari Sabtu.
Hari ini full, dari pagi sampai sore tapi tidak untuk seluruh prodi. Di ruangan ini kita nanti sampai jam 10.00. Nanti kita akan mendengarkan pemaparan dari Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, kemudian dari direksi, kemudian dari KPM, dari Formaca, dari perpustakaan, dan dari tendik atau tata usaha. Sudah dipatok dan dibandrol itu harus selesai semuanya jam 10.00 siang, karena kita tidak boleh nanti mengganggu agenda kita untuk melaksanakan salat Jumat,” paparnya.
Untuk proses perkuliahan akan dimulai dari hari Senin tanggal 31 Agustus 2026. “Dan hari Seninnya, kita sudah siap mulai berjuang, berjihad akademik, yaitu mengikuti kuliah di semester ganjil semester pertama dengan sungguh-sungguh. Nah, jadi Senin itu kita sudah mulai kuliah, jadi istirahatnya hanya satu hari saja,” ujarnya.
Dengan adanya matrikulasi dan orientasi ini, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara intelektual, tetapi kukuh dalam etika dan kejujuran ilmiah. Seluruh mahasiswa baru diimbau menanamkan niat menjadi insan Al-‘Alim wal ‘Amil Ma’an, pribadi yang menguasai ilmu sekaligus mengamalkannya dengan penuh integritas demi menghadirkan kemaslahatan nyata bagi umat dan bangsa.

