UKM LIKM, Kenalkan Dunia Bisnis kepada Mahasiswa Baru

UINSGD.AC.ID (Humas) — ‎Rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tidak hanya menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengetahui berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat menjadi ruang pengembangan diri di luar perkuliahan.

‎‎Salah satunya, melalui kehadiran stand UKM LIKM (Lembaga Inkubasi Kewirausahaan Mahasiswa), dalam rangkaian PBAK. Stand ini menjadi sarana pengenalan bagi mahasiswa baru untuk mengetahui lebih jauh mengenai kegiatan, program, serta peluang pengembangan bisnis yang ditawarkan UKM Kewirausahaan, khususnya yang memiliki ketertarikan terhadap dunia bisnis dan kewirausahaan.

‎Bagi mahasiswa yang sudah bergabung tetapi masih belum memiliki ide atau rencana bisnis, UKM LIKM  menyediakan program mentoring melalui Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Program tersebut ditujukan untuk membantu anggota aktif memperoleh arahan dan mengembangkan gagasan bisnis.

Salah satu pengurus UKM LIKM, Muhammad Mufid Muafii, menjelaskan bahwa UKM tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang telah memiliki bisnis. Mahasiswa yang baru memiliki keinginan atau ketertarikan untuk memulai usaha juga dapat bergabung dan mendapatkan pendampingan.

‎“Di UKM ini kita tidak hanya untuk orang-orang yang punya bisnis, tetapi kita juga menerima orang-orang yang ingin memiliki bisnis. Karena Kewirausahaan ini ada berbagai program yang tersedia, mahasiswa dapat mempelajari kewirausahaan tidak hanya melalui teori, tetapi juga melalui praktik bisnis,” ujarnya, Rabu, (26/8/2026).

‎‎Menurutnya, banyak pembelajaran juga didukung dengan program mentoring secara gratis yang menghadirkan alumni yang memiliki pengalaman dalam dunia usaha dan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran langsung mengenai usaha. Sehingga, diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus menjadi pembelajaran praktis bagi mahasiswa yang ingin mulai berwirausaha.

“Fasilitas mentoring tersebut diberikan secara gratis bagi anggota aktif. Jadi dengan demikian, mahasiswa atau anggota tidak perlu menunggu memiliki bisnis terlebih dahulu untuk mendapatkan kesempatan belajar mengenai kewirausahaan,” tuturnya.

‎Sementara itu, Departemen Ekonomi Kreatif, UKM LIKM, M. Fajar Nirwan Putra, menjelaskan bahwa salah satu hal penting yang dipelajari dalam kegiatan kewirausahaan adalah mengenali target pasar sebelum menentukan produk agar dapat membantu pelaku usaha menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

‎“Target pasar itu penting karena dari situ kita bisa menentukan produk mana yang kemungkinan sangat laku, bukan hanya menjual atau branding saja,” ujarnya.

‎Kehadiran stand UKM LIKM di PBAK menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai peluang tersebut kepada mahasiswa baru. Di tengah banyaknya pilihan organisasi dan UKM yang dapat diikuti, mahasiswa diharapkan dapat mengenali wadah yang sesuai dengan minat sekaligus memberikan ruang untuk mengembangkan potensi diri.

‎Dengan demikian, stand UKM LIKM dalam PBAK bukan sekadar menjadi tempat memperkenalkan sebuah organisasi, tetapi juga menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia kewirausahaan dan berbagai kesempatan pengembangan diri yang dapat mereka ikuti selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Informasi Open Recruitment, Instagram: @ukmlikm_official  (Fitri Awaliyah / Magang)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *