UINSGD.AC.ID (Humas) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan libur nasional dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan Rasulullah.
Maulid mengingatkan kita bahwa kehadiran Nabi Muhammad membawa teladan tentang akhlak, kasih sayang, kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian kepada sesama.
Karena itu, memperingati Maulid tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah kelahiran beliau, tetapi juga berusaha menghadirkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, libur nasional dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk memulihkan tenaga, berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, dan melakukan refleksi.
Kesempatan beristirahat menjadi penting agar setelah libur seseorang dapat kembali menjalankan tugas dengan lebih tenang, sehat, dan bertanggung jawab.
Hikmah yang dapat diambil adalah bahwa Maulid mengajarkan keteladanan, sedangkan libur memberi ruang untuk perenungan dan pemulihan.
Keduanya dapat dipadukan menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Semoga momentum Maulid Nabi tidak berhenti pada peringatan, tetapi berlanjut dalam sikap dan perilaku: lebih santun dalam berbicara, lebih sabar menghadapi keadaan, lebih peduli kepada sesama, serta lebih baik dalam menjalankan amanah.
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ. Semoga keteladanan beliau senantiasa menjadi inspirasi dalam kehidupan, dan hari libur menjadi kesempatan untuk kembali dengan semangat yang lebih baik.
S. Miharja, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung

