UINSGD.AC.ID (Humas) — Direktur dan Sekretaris Eksekutif Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., MA, Dr. H. Syahrul Anwar, M.Ag., bersama jajaran melakukan audiensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, di Ruang Rapat Kakanwil, Senin (20/4/2026).
Pertemuan ini turut didampingi Plt. Kepala Bagian Tata Usaha, H. Muhammad Nur Rochmat Robi Abdulrohim.
Audiensi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi program moderasi beragama, penguatan kerukunan, serta pengembangan ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu fokus kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Direktur Eksekusi Rumah Moderasi Beragama Prof. Usep , menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan, sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Menurutnya kampus memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi kepada mahasiswa yang berasal dari latar belakang beragam.
“Mahasiswa datang dari berbagai daerah dengan tradisi yang berbeda. Karena itu, Rumah Moderasi Beragama hadir untuk memperkenalkan, mensosialisasikan, dan mengimplementasikan nilai-nilai moderasi sejak awal, termasuk melalui kegiatan pengenalan kehidupan kampus,” ujarnya.
Mengingat pentingnya kolaborasi lintas lembaga, baik di lingkungan Kementerian Agama maupun dengan pihak eksternal seperti pemerintah daerah dan lembaga riset. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bandung, serta lembaga seperti BRIN.
Selain itu, menggarisbawahi pentingnya respons terhadap isu global seperti perubahan iklim melalui pendekatan ekoteologi. Program ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin berkontribusi menunjukkan bahwa Jawa Barat terus mengalami perbaikan dalam isu moderasi beragama. Meski masih ada tantangan, tren positif mulai terlihat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman, menyambut baik inisiatif kolaborasi dari Rumah Moderasi Beragama UIN Bandung. Ia menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama memang membutuhkan sinergi dengan perguruan tinggi.
“Kolaborasi dengan kampus sangat penting, khususnya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman moderasi beragama,” ujar Dudu.
Program moderasi beragama di Jawa Barat melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat kabupaten/kota. Kolaborasi antara FKUB dan Rumah Moderasi Beragama dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Dudu mengakui bahwa isu intoleransi di Jawa Barat masih menjadi perhatian, namun menunjukkan tren penurunan. Pihaknya terus berupaya memperkuat pemahaman keberagaman melalui peran para pembimas dan kepala kantor Kemenag di daerah.
Dengan mendorong agar setiap daerah di Jawa Barat memiliki program unggulan yang mencerminkan nilai moderasi dan kearifan lokal, termasuk dalam penguatan ekoteologi, gerakan zakat, serta harmoni kehidupan beragama.
“Kita ingin setiap kabupaten/kota memiliki inovasi program yang menonjol, sehingga menjadi kekuatan bersama dalam membangun kerukunan,” tambahnya.
Audiensi ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan tindak lanjut program kolaboratif antara Kanwil Kemenag Jawa Barat dan Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai upaya nyata membangun masyarakat yang rukun, toleran, dan berkelanjutan.