UINSGD.AC.ID (Humas) — Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025, khususnya kepada Amirul Hajj dan jajarannya yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam memastikan kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan jamaah haji Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini merupakan bukti nyata dari kerja kolaboratif antara pemerintah, Kementerian Agama, petugas haji, dan semua elemen yang berperan aktif dalam pelayanan jamaah. “Kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan profesionalisme Amirul Hajj, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., beserta tim. Pelayanan yang diberikan sangat terasa manfaatnya bagi para jamaah, termasuk dari Jawa Barat dan khususnya dari kalangan sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” tegasnya, Rabu (18/6/2025).

Apresiasi ini sejalan dengan pernyataan Menteri Agama selaku Amirul Hajj dalam Exit Meeting Evaluasi Haji di Jeddah, Senin (16/6/2025). Menag menyebut penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung tertib dengan perbaikan nyata, “Pergerakan jemaah dari Makkah ke Madinah maupun Jeddah telah tertata baik. Pola layanan transportasi dan logistik, termasuk kelancaran antar-jemput ke Masjidil Haram serta jarak dekat hotel di Madinah yang turut diapresiasi jemaah.” ujar Menag di hadapan tim Media Center Haji.
Mengingat pentingnya menjaga semangat pelayanan dan keikhlasan dalam mengemban amanah sebagai pelayan tamu-tamu Allah dan mendorong agar pengalaman sukses tahun ini dijadikan landasan untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan haji di masa yang akan datang.
Pihak kampus sangat mengapresiasi partisipasi aktif sejumlah dosen dan pimpinan UIN Bandung yang turut menjadi petugas haji, sebagai pembimbing ibadah. “Ini menjadi bukti bahwa kontribusi akademisi tidak terbatas di ruang kelas, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat, termasuk dalam pelayanan ibadah haji yang sakral dan suci,” jelas Rektor.
Dengan selesainya puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), Rektor mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, sampai kembali ke tanah air dalam keadaan mabrur dan selamat.
Kesuksesan haji 2025 bukan semata pencapaian teknis, melainkan cerminan integritas dan pengabdian tinggi jajaran Kementerian Agama, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta relawan.
“Mudah-mudahan ibadah haji tahun ini membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi seluruh umat Islam. Tentunya menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pendidikan, dan pengabdian,” pungkasnya.