UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat implementasi Green Campus berbasis ekoteologi. Komitmen ini diwujudkan melalui partisipasi aktif pada Lokakarya Nasional UI GreenMetric Tahun 2026 yang digelar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Convention Hall, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan nasional ini mengusung tema “Integrasi UI GreenMetric dalam Mewujudkan Kampus Hijau Berbasis Ekoteologi” dan dihadiri pimpinan serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun budaya kampus berkelanjutan.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung diwakili oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Mohamad Irfan, S.T., M.Kom., Ph.D. menjelaskan kehadiran UIN Bandung dalam ajang ini menjadi bagian dari agenda penandatanganan Piagam Komitmen Bersama bersama 50 pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui inisiatif Green Campus.
Mohamad Irfan menyampaikan bahwa momentum berkumpulnya puluhan pimpinan perguruan tinggi ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran terhadap kelestarian lingkungan telah menjadi arus utama di dunia pendidikan tinggi.
“Forum nasional ini menjadi ajang bertukar gagasan, pengalaman, dan inovasi antarperguruan tinggi, sehingga praktik-praktik terbaik pengelolaan lingkungan dapat diadaptasi dan diterapkan di kampus masing-masing, termasuk di Tanah Pasundan,” tegasnya.
Dalam piagam komitmen tersebut, perguruan tinggi peserta sepakat mendorong tiga komitmen utama, yakni mewujudkan manusia inklusif dan sejahtera, membangun lingkungan lestari dan inovasi, serta memperkuat tata kelola dan kemitraan global. “Nilai-nilai ini selaras dengan visi UIN Bandung dalam membangun kampus unggul, hijau, dan berdaya saing global yang berbasis rahmatan lil alamin,” jelasnya
Selama ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan tata kelola kelembagaan. Implementasinya diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan, pengabdian kepada masyarakat, serta riset yang menyoroti isu strategis seperti perubahan iklim, energi terbarukan, dan keadilan sosial.
Pada aspek operasional, kampus juga mengembangkan berbagai praktik ramah lingkungan, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, penghijauan kawasan kampus, hingga pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Dengan adanya forum ini semakin meneguhkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang berperan aktif dalam mendukung pencapaian SDGs serta mendorong terwujudnya masa depan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
