Ketua IKA Jurnalistik Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Israel di Gaza

Empat jurnalis dan satu aktivis dari Indonesia yang diculik Israel saat menuju Gaza dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026. Foto: Instagram globalpeaceconvoy

UINSGD.AC.ID (Humas) — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengecam penangkapan jurnalis Indonesia oleh tentara Israel dalam misi kemanusiaan kapal Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza pada Senin (18/5/2026).

Ketua IKA Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kelik Nursetiyo Widiyanto menilai tindakan itu melanggar hukum humaniter internasional karena para jurnalis berstatus sebagai warga sipil.

“Mengutuk keras tindakan penangkapan tersebut yang dipantau langsung oleh Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Tindakan ini melanggar Hukum Humaniter Internasional, terutama melalui Protokol Tambahan I Tahun 1977 Konvensi Jenewa,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Kelik menjelaskan, para jurnalis yang ditangkap sedang menjalankan tugas jurnalistik dalam misi kemanusiaan, bukan terlibat dalam aktivitas militer. Karena itu, hak-hak sipil harus tetap dilindungi.

IKA Jurnalistik UIN Bandung menyoroti penangkapan tersebut yang disebut dipantau langsung oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Mereka lalu mendesak Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas melalui jalur diplomatik maupun lewat lembaga internasional agar para jurnalis segera dibebaskan.

Organisasi alumni itu mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. “Para jurnalis yang ditangkap sedang bertugas dalam misi kemanusiaan kapal Global Sumud Flotilla yang sedang dalam perjalanan menuju Jalur Gaza, bukan sebagai tentara untuk berperang. Oleh karenanya hak warga sipilnya berlaku,” ujarnya.

Selain mendesak pemerintah, IKA Jurnalistik UIN Bandung menyerukan solidaritas dari kalangan alumni untuk membantu upaya pembebasan para jurnalis yang ditahan. Salah satu jurnalis yang ditangkap disebut merupakan alumni Jurnalistik UIN Bandung, yakni Thoudy Badai. Bentuk dukungan itu, menurut Kelik, dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing, termasuk melalui doa.

IKA Jurnalistik UIN Bandung mengajak alumni dan masyarakat memberikan dukungan nyata bagi perjuangan rakyat Palestina. Seruan itu disampaikan sejalan dengan pesan yang disebut datang dari Thoudy Badai dan rekan-rekannya yang saat ini ditahan.

“Kami mendorong seluruh alumni Jurnalistik UIN Bandung untuk menyedekahkan sebagian hartanya untuk perjuangan rakyat Palestina sebagai bentuk nyata keberpihakan,” jelasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *