SPMS 2026 di IDX Jabar, Mahasiswa Ekonomi Syariah Didorong Melek Investasi Islam

UINSGD.AC.ID (Humas) — Galeri Investasi Syariah (GIS) Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar “Studi in IDX Jabar: Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) 2026” di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).

SPMS dibuka oleh Wakil Wakil Dekan I FEBI, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Ag., M.Pd., M.E.Sy., menegaskan pentingnya penguasaan literasi keuangan dan investasi syariah bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi modern.

Menurutnya, mahasiswa FEBI tidak hanya dituntut memahami teori ekonomi syariah di ruang kelas, tetapi perlu memiliki pengalaman praktis dan wawasan yang luas mengenai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

“Ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami mekanisme pasar modal syariah secara langsung dari Bursa Efek Indonesia, Korea Investment and Securitas Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kompetensi akademik, kesiapan menghadapi dunia kerja dan industri keuangan syariah,” tegasnya.

Jurusan Ekonomi Syariah UIN Bandung, Evi Sopiah, M.Ag., CIIQA., CIELP, menjelaskan kegiatan yang diikuti oleh semester 6 berjumlah 115 orang ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan mahasiswa, dan memperkenalkan dunia pasar modal syariah secara lebih dekat melalui pembelajaran langsung di lingkungan Bursa Efek Indonesia.

Pihak Jurusan Ekonomi Syariah sangat mengapresiasi terselenggaranya SPMS yang memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan industri pasar modal. “Pengalaman belajar langsung di Bursa Efek Indonesia akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai ekosistem investasi syariah,” jelasnya.

Pembina GIS BEI FEBI UIN Bandung Agni Aulia menjelaskan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) merupakan program edukasi yang dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar investasi syariah, mekanisme perdagangan efek syariah, hingga peluang pengembangan karier di sektor pasar modal.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan minat mahasiswa untuk menjadi investor muda yang cerdas, kritis, dan berorientasi pada prinsip-prinsip syariah,” ujarnya.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pemaparan dari Sri Herlinawati, Deputi Kepala BEI Jawa Barat, yang menjelaskan perkembangan pasar modal Indonesia serta peluang investasi bagi generasi muda. Materi kedua disampaikan oleh Asep Muhammad, S.Pd., Gallery Manager KISI Bandung, yang mengulas langkah-langkah praktis memulai investasi serta pentingnya membangun budaya investasi sejak dini.

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis mengenai pasar modal syariah, tetapi mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan praktisi industri.

“Mudah-mudahan dari Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) 2026 dapat melahirkan generasi muda yang semakin sadar investasi, memiliki literasi keuangan yang baik, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” pungkas Evi.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *