UINSGD.AC.ID (Humas) — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., resmi melantik empat Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha di lingkungan fakultas. Pelantikan yang berlangsung di Gedung Riset Peradaban Islam, Kampus II, Selasa (22/09/2026), menjadi momentum penguatan tata kelola administrasi dan pelayanan berbasis digital demi mewujudkan visi kampus membangun peradaban.
Keempat pejabat yang dilantik yaitu:
– Ocih Sukarsih, S.Ag., M.Pd. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Psikologi (FPsi);
– Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., ME. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP);
– Jakaria, M.Ag. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK); serta
– Iman Sulaeman, S.HI., MM. sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Adab dan Humaniora (FAH).
Nama-nama pejabat dibacakan langsung oleh Ketua Tim Kerja Bagian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH), H. Asep Saepudin Malik, M.Ag. Hadir bertindak sebagai saksi dalam prosesi pelantikan, Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag. dan Kepala Biro AUPK Dr. H. Ajam Mustajam, M.Si.

Jabatan sebagai Amanah Moral dan Spiritual
Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan rasa syukur atas terisinya kembali seluruh formasi Kepala Bagian Tata Usaha di lingkungan fakultas. Prof. Rosihon menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar prosesi seremonial atau pemenuhan administratif, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara sekaligus di hadapan Allah SWT.
“Sumpah yang telah diucapkan di bawah kitab suci bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral dan spiritual. Amanah ini dititipkan oleh kementerian melalui pimpinan universitas, dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tegas Rektor.

Tiga Pesan Pokok dan Evaluasi Kinerja 100 Hari
Rektor menitipkan beberapa instruksi penting bagi para pejabat yang baru dilantik:
Penguatan Literasi Regulasi dan Peran PPK
Para Kabag TU secara otomatis mengemban tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Rektor meminta pejabat baru proaktif memperdalam pemahaman regulasi keuangan dan administrasi negara. Segala keputusan strategis di fakultas wajib dikoordinasikan secara berkala dengan Dekan maupun pimpinan universitas, guna menghindari pengambilan keputusan sepihak tanpa landasan aturan yang jelas.
Optimalisasi Layanan Digital dan Evaluasi 100 Hari Pertama
Pelayanan terhadap sivitas akademika baik dosen maupun mahasiswa harus berjalan cepat, tepat, dan adaptif terhadap sistem digital kampus. Rektor menggarisbawahi bahwa progres 100 hari pertama kerja akan dipantau ketat sebagai indikator kedisiplinan dan capaian perbaikan tata kelola di fakultas masing-masing.
Jembatan Kebijakan Universitas ke Tingkat Fakultas
Kabag TU memegang peranan krusial sebagai penerjemah kebijakan universitas ke level implementasi teknis di fakultas. Rektor meminta komitmen penuh pejabat baru untuk selalu hadir dan aktif dalam rapat-rapat koordinasi tingkat universitas.

Menjaga Integritas di “Rumah Peradaban”
Menutup amanatnya, Prof. Rosihon mengapresiasi bahwa seluruh pejabat yang dilantik merupakan figur internal yang telah memahami iklim dan budaya kerja UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemilihan lokasi pelantikan di Gedung Riset Peradaban Islam dipandang sebagai simbol komitmen institusi.
“Pelantikan di Gedung Riset Peradaban Islam ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembenahan administrasi dan pelayanan kita adalah bagian dari ikhtiar membangun peradaban. Segera beradaptasi, jaga citra baik almamater, dan emban tugas ini dengan penuh integritas,” pungkasnya.
Dengan harap para pejabat yang baru dilantik dapat memperkuat sinergi, menjaga integritas, serta berkontribusi aktif dalam meningkatkan penguatan tata kelola administrasi dan pelayanan berbasis digital demi mewujudkan visi kampus yang unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis rahmatan lil alamin dalam membangun peradaban. Pemberian ucapan selamat kepada empat pejabat yang baru dilantik diawali oleh Rektor dan jajaran pimpinan, yang diikuti oleh seluruh hadirin.


