id Indonesian

Gubernur Jabar: FSH Lahirkan Perekayasa Ekonomi

[www.uinsgd.ac.id] Di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung hadir berbagai ilmu yang merangsang perekayasa-perekayasa ekonomi. Diharapkan, para lulusan FSH mampu menjadi pemikir, tenaga pofesional, ekonom, dan pemimpin yang mampu merekayasa semua potensi alam untuk kemakmuran bangsa ini.

Gubernur Jawa Barat Dr H Ahmad Heryawan menyatakan hal itu saat memberikan sambutan pada Milad Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN SGD Bandung yang ke-3, Rabu (8/10/2014). “Saya faham kelahiran FISIP di belakangnya ada FSH, dan hukum dasar keilmuan apapun ada  di FSH,” kata Gubernur di hadapan Rektor UIN SGD Prof Dr H Deddy Ismatullah, SH, M.Hum; Dekan FISIP Dr Sahya Anggara, M.Si dan segenap sivitas akademika;  serta para dekan fakultas lainnya.

Allah SWT, lanjut Gubernur, membuka sepuluh pintu untuk manusia dalam meraih rizki di dunia ini. Sembilan pintu untuk pengusaha dan satu pintu untuk pegawai. “Saya berharap yang sembilan pintu ini lahir dari FSH, karena FSH menjebolkan para perekayasa ekonomi yang bisa memakmurkan negeri ini,” harapnya.

Ia mengutip buku karangan Imam Besar abad ke-6 Hijriyah Ibnu al-Qoyyim Al Jauziah bahwa ada empat golongan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan peradaban di dunia ini. Pertama, masyarakat yang berkontribusi dalam hal ilmu pengetahuan (ilmuwan); mereka adalah para pemikir yang mampu merekaya bidang-bidang kehidupan, termasuk  bidang ekonomi dan sosial.

Kedua, kelompok profesional yang mampu merekayasa dan memberdayakan semua potensi sumber daya alam, hingga bisa mensejahterakan masyarakat. “Korea Selatan merdekanya berbeda dua hari dengan RI, tetapi masyarakatnya lebih dulu sejahtera. Perdapatan perkapita warga Korea Selatan sudah mencapai 35.000 USD, sedangkan kita baru 3.500 USD. Kita lebih rendah, karena sumber daya manusia kita belum berbanding lurus dengan sumber daya alam yang dimiliki,” jelas Gubernur Heryawan.

Ketiga, kontributor perekonomian/harta kekayaan. Harus ada di kalangan muslim yang memiliki jiwa tijarah, tidak hanya  dalam arti perdagangan tetapi juga mampu merekayasa perekonomian. Keempat, masyarakat yang memiliki kontribusi kepemimpinan. “Ini yang sangat mahal, karena  pemimpin inilah yang bisa mengendalikan para pemikir, kelompok profesional, dan para pengusaha. “Silakan mahasiswa UIN Bandung untuk memilih, mau jadi apa?” Tanya  Gubernur. [Nank]

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x