id Indonesian

FDK Kembali Sabet Gelar Moka UIN SGD

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) kembali menyabet gelar juara “Mojang Jajaka UIN Bandung” dalam acara tahunan Dema “Silih Asih dina Hiji Sasih” Selasa (03/03). Novita Ambarwati (Humas) dan Muhammad Tsulutsallaily (BKI) merupakan perwakilan FDK yang mampu mempertahankan gelar juara Mojang Jajaka UIN Bandung. Karena tahun lalu, Lisna Novita (Jurnalistik) dan Purna Irawan (Humas) juga menjadi perwakilan FDK yang menjadi juara di ajang yang sama.

Baik Novita maupun Tsulutsallaily mengaku senang dapat mempertahankan gelar juara serta mengharumkan nama FDK . Seperti yang dikatakan Muhammad Tsulutsallaily , “Alhamdulillah saya bisa bawa nama harum BKI dan FDK. Itu merupakan kebanggaan yang luar biasa,” ucapnya, (03/03).

Karena tidak mempersiapkan dengan matang, Novi mengaku sempat pesimis dan tidak menyangka namanya dipanggil sebagai juara. “Tadi waktu dipanggil itu sempat kaget, tidak menyangka sama sekali gituh dan sempat diam dulu sebentar sampai MC manggil nama saya 2 kali .” katanya, (03/03).

“Kita itu persiapannya hanya 1 malam untuk unjuk kabisa, tadi malam banget gituh, jadi kita tuh udah pesimistis duluan.” tambahnya kepada Jurnalpos.

Pun Tsulutsallaily, ia mengaku kaget dan pesimis ketika di belakang panggung. “Kaget, tadi di belakang pesimis banget gak akan menang, udahlah yang penting mah pengalaman dan tadi ketika presentasi itu deg-degan banget, tapi Alhamdulillah tiba-tiba jadi juara,” ujarnya, (03/03).

Purna Irawan, sebagai juri juga pemenang jajaka tahun lalu mengaku, pemilihan mojang-jajaka tahun ini lebih selektif dibanding tahun lalu. “ Perbedaannya tahun ini lebih selektif dan tentunya orang-orangnya lebih berkualitas dan bervariasi, sampai kita kebingungan buat nentuin siapa yang akan jadi juaranya, sampai akhirnya terpilih Taki (sebutan dari Muhammad Tsulutsallaily),” jelasnya, (03/03).

Lisna Novita mengaku, dalam pemilihan mojang-jajaka tahun ini sangat objektif dan tidak ada koperatif antar juri . “Masyarakat UIN yang ada di tempat ini bisa menilai siapa yang lebih baik, kami tidak ada koperatif sama setiap juri, kami masing-masing dalam penilaian, dan tentunya meskipun saya dari Fakultas Dakwah tapi tidak ada nepotisme karena memang ketika dilihat secara kasat mata pun mereka yang memang benar-benar memiliki prestasi lebih di banding peserta-peserta lain,” ungkapnya, (03/03).

Lisna yang didaulat sebagai juri juga pemenang mojang tahun lalu menambahkan, “dilihat dari segi public speaking, dari Fakultas Dakwah memang paling bagus, tak hanya itu, yang menjadi penunjang adalah ketika unjuk kabisa mereka berdua memiliki chemistry yang dapet dan bisa mengajak seluruh penonton, tak seperti peserta-peserta lain yang asik sendiri dalam penampilan,” tambahnya, (03/03).

Sebagai mojang-jajaka UIN yang baru, baik Novi ataupun Taki akan mulai melaksanakan tugas dan program kerjanya dalam waktu cepat. Muhammad Tsulutsallaily yang akrab disapa dengan sebutan Taki tersebut mengaku, berencana untuk menghijaukan kampus UIN.

“Saya tiap hari ngerasa panas, pengen ada yang namanya UIN hejo semoga rencana ini sampai ke rektorat, jadi rencananya gini setiap mahasiswa membawa 1 buah pohon, diberi nama masing-masing dan setiap mahasiswa bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan pohon tersebut,” ujarnya, (03/03).

Serupa dengan Taki, Novi menambahkan bahwa untuk menghijaukan kampus UIN butuh kerjasama dan dukungan dari pihak-pihak terkait.

“Untuk penghijauan kampus pastinya butuh dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, baik itu dari mahasiswa, dari para birokrat juga dari pihak-pihak terkait , kita harus sama-sama berpangku tangan dalam mewujudkan UIN hijau, mungkin nanti kami yang akan menjadi pendongkraknya, itulah pekerjaan dan tanggung jawab kita bersama, semoga nanti dengan terpilihnya kami akan terciptanya terobosan-terobosan baru guna menghijaukan kampus UIN ini,” pungkasnya, (03/03). [Febi Vitria Handayani/Jurnalpos]

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x