HomeBeritaBeritaPerkuat Kompetensi Investasi, Aksy dan GIS Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

Perkuat Kompetensi Investasi, Aksy dan GIS Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

Perkuat Kompetensi Investasi, Aksy dan GIS Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

UINSGD.AC.ID (Humas) — Memiliki pemahaman komprehensif mengenai mekanisme perdagangan, instrumen investasi, dan pengelolaan pasar modal berdasarkan prinsip syariah merupakan kompetensi esensial bagi mahasiswa Akuntansi Syariah (Aksy). Guna memperkuat itu, Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkolaborasi dengan Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah (Aksy) menyelenggarakan “Sekolah Pasar Modal Syariah” di Aula FEBI, Kampus II, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan edukasi intensif yang diikuti oleh 100 mahasiswa di lingkungan FEBI ini menghadirkan dua narasumber ahli. Sesi pertama mengenai Manajemen Pasar Modal Syariah diisi oleh Sri Herlinawati, Deputi Kepala Wilayah Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat. Untuk sesi kedua berfokus pada praktik industri yang disampaikan oleh representatif PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Asep Muhammad Saepul Milah, RTA., dan dipandu oleh dosen FEBI UIN Bandung, Naila Sri Sukma Ayu, S.Akun., M.E., selaku moderator.

Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., CPS., CMC., CTT., yang didampingi oleh Sekretaris, Hj. Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA. menegaskan bahwa pasar modal syariah merupakan instrumen penting untuk membangun kesadaran investasi yang tidak sekadar berorientasi pada keuntungan finansial.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengikuti Kuliah Umum Sekolah Pasar Modal Syariah. Investasi bukan cuma soal cuan. Di pasar modal syariah, kita belajar menumbuhkan harta dengan cara yang halal, transparan, dan bebas dari unsur gharar, maysir, serta riba. Jadi selain cuan, keberkahan kita kejar. Semua investor hebat memulai langkahnya dari nol, karena itu jangan takut untuk belajar dan memulai investasi sejak dini,” jelas Mia.

Penyelenggaraan Kuliah Umum dari Mata Kuliah Manajemen Keuangan pada Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Bank dan Non-Bank yang diampu oleh Hj. Fithri Dzikrayah, M.E.Sy., CIFA., dengan menggandeng GIS ini menjadi salah satu upaya FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan perkembangan industri keuangan syariah.

“Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai literasi keuangan dan investasi, termasuk memahami pentingnya mengambil keputusan investasi berdasarkan pengetahuan, analisis, dan prinsip kehati-hatian. Dengan harapan mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pasar modal syariah serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan industri keuangan,” tuturnya.

Pembina GIS FEBI UIN Bandung, Gina Sakinah, S.E.Sy., M.E., memaparkan bahwa Sekolah Pasar Modal Syariah adalah program unggulan untuk mencetak investor muda yang kritis dan berorientasi pada prinsip syariah. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada konsep dasar, tetapi strategi, analisis, dan pengelolaan portofolio.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai edukasi semata, tetapi mampu mendorong lahirnya kesadaran pengelolaan keuangan keluarga, ketahanan ekonomi, serta membebaskan masyarakat dari praktik keuangan ilegal demi masa depan yang lebih sejahtera,” paparnya.

Dalam pemaparannya, Asep Muhammad Saepul Milah, menyampaikan Sekolah Pasar Modal Syariah dengan memperkenalkan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) sebagai lembaga keuangan berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Didukung oleh modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) yang menembus Rp1 triliun, KISI berkomitmen memberikan rasa aman bagi para investor yang ingin berinvestasi secara syariah.

Berdasarkan pelajaran dari buku The Psychology of Money, ditegaskan bahwa “Mengelola uang dengan baik tidak ada hubunganya dengan kecerdasan anda dan lebih banyak berhubungan dengan perilaku anda.” Hal ini menekankan bahwa pola pikir serta kedisiplinan individu memegang peranan yang sangat krusial dalam menjaga kestabilan finansial jangka panjang.

Selain perihal perilaku, materi ini menggarisbawahi prinsip penting lainnya yaitu “Menghasilkan uang dengan mengelola uang adalah kedua keahlian yang berbeda.” Oleh karena itu, seseorang tidak cukup hanya mengandalkan pendapatan, tetapi harus bijak mempraktikkan pengolahan uang kembali melalui instrumen investasi resmi.

Pasar modal menyediakan berbagai instrumen investasi resmi seperti saham, reksadana, obligasi, dan sukuk yang sesuai dengan prinsip syariah. “Saham sendiri diartikan sebagai bukti kepemilikan sebagian dari perusahaan di mana investor berpotensi memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) maupun pembagian dividen,” ujarnya.

Dalam melakukan analisis saham, terdapat dua pendekatan utama yaitu analisis fundamental (apa yang dibeli) dan analisis teknikal (kapan membeli). Analisis fundamental dapat dilakukan menggunakan Top-Down Approach yang menganalisis dari ekonomi makro hingga laporan keuangan emiten, atau Bottom-Up Approach yang berfokus mendalam langsung pada kinerja internal perusahaan.

Penilaian kinerja keuangan perusahaan didukung oleh berbagai rasio penting seperti rasio profitabilitas (NPM, ROA, ROE) serta rasio solvabilitas (DER, DAR). Pemahaman mengenai kapitalisasi pasar (3 lapis saham) serta pemanfaatan aplikasi transaksi digital seperti iKISI turut membantu investor dalam mengambil keputusan investasi secara terukur dan aman.

Dengan adanya kuliah umum ini sinergi antara BEI dan KISI, GIS FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkokoh perannya sebagai pusat literasi investasi di perguruan tinggi. Penyelenggaraan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas finansial serta berkontribusi nyata dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *