UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), guna mengoptimalkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta mewujudkan masyarakat yang aman, rukun, maju, dan berdaya saing.
Komitmen itu ditegaskan oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., saat memberikan sambutan pada Pembukaan Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) Peserta Didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Herman Mapolda Jabar, Selasa (6/10/2026).
Prof. Rosihon memaparkan bahwa UIN Bandung saat ini mengelola sekitar 35.000 mahasiswa. Besarnya jumlah sivitas akademika ini membutuhkan kolaborasi yang erat dengan berbagai pihak.
Menurutnya, sinergi UIN Bandung dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta Kementerian/Lembaga (K/L) dapat dimulai melalui empat langkah strategis. Pertama, penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Kedua, dukungan terhadap program pemerintah daerah di Jawa Barat. Keempat, kontribusi dalam pencegahan radikalisme, ketahanan sosial, dan menjaga kondusivitas wilayah. Keempat, kerja sama dalam penanggulangan bencana lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.
“UIN Bandung menjadi kekuatan intelektual, moral, dan sosial yang berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta penguatan ketahanan nasional,” jelas Prof. Rosihon.
Guru Besar Ilmu tafsir ini menegaskan kesiapan institusinya dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan ke depan. “Dengan adanya penguatan faktor internal, pemanfaatan peluang eksternal, serta mitigasi risiko dan potensi gangguan, UIN Bandung berkomitmen mendukung pembangunan Jawa Barat dan penguatan ketahanan nasional secara berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” bebernya.
Fokus Strategi Mitigasi di Jawa Barat
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Wakapolda Jabar), Brigjen. Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, S.I.K., M.Hum., M.S.M., menyambut baik pelaksanaan PKDN yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 9 Oktober 2026 tersebut.
Wakapolda menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki agenda strategis dengan fokus pada strategi mitigasi dan penanggulangan di wilayah Subang dan Karawang. Selain berdiskusi dengan instansi terkait di tingkat provinsi, para peserta Sespimti akan turun langsung ke lapangan.
“Peserta akan meninjau langsung kawasan industri serta berdiskusi dengan Kepala Bulog dan jajaran Forkopimda di Karawang. Kami berharap kegiatan ini dapat menyerap informasi strategis, inovasi daerah, serta menghasilkan rekomendasi dan evaluasi yang konstruktif bagi perbaikan institusi Polri ke depan,” tutur Wakapolda Jabar.
Perwira Pendamping Sespimti Polri, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan masukan akademis dari Rektor UIN Bandung. Widyaiswara kepolisian Utama TK I Sespim ini menjelaskan bahwa tema PKDN kali ini berfokus pada perwujudan sinergi pimpinan tingkat tinggi Polri, TNI, dan lembaga terkait dalam mendukung program strategis pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
“Pemilihan Kabupaten Karawang sebagai salah satu lokus karena wilayah tersebut merupakan salah satu penopang ekonomi nasional dan lumbung ketahanan pangan. Kami berharap diskusi akademis dan aplikasi di lapangan ini dapat memberikan wawasan komprehensif bagi para peserta,” ungkap Irjen Pol. Sabilul Alif.
Dengan adanya momentum PKDN Sespimti Polri ke-36 ini, penguatan sinergitas antara dunia akademik, kepolisian, dan instansi pemerintahan diharapkan tidak hanya sebatas wacana, melainkan terus terjalin secara berkesinambungan melalui langkah nyata di lapangan. Kolaborasi lintas sektoral yang solid ini dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan, memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mengawal visi besar perwujudan Indonesia Emas 2045.



