UINSGD.AC.ID (Humas) — Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kompetensi praktis mahasiswa melalui Praktikum Audit System for Assessment (AUTHEN). Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan proses audit berbasis sistem dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan praktik profesional.
Praktikum berlangsung di Aula FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rabu (23/9/2026), pukul 08.00–16.00 WIB. Acara ini diikuti 150 mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah angkatan 2023, 2024, dan 2025, dengan menghadirkan Putri Nuril Wulanatining Asih, S.Pd., M.Ak., dari PT Piranha Multi Talenta sebagai narasumber.
Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., melalui Wakil Dekan I Prof. Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., M.E.Sy., mengatakan praktikum auditing menjadi bagian penting dalam mempertemukan pemahaman akademik dengan kebutuhan dunia profesional.

“Praktikum auditing bertujuan untuk memperkuat pemahaman konsep, keterampilan teknis, serta kepercayaan diri mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan secara nyata,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami perkembangan sistem audit yang semakin membutuhkan kemampuan analitis, ketelitian, serta pemanfaatan teknologi.
“Melalui kegiatan ini, kita mempersiapkan mental dan keahlian praktis agar mahasiswa siap menghadapi dunia profesional sebagai auditor atau akuntan,” jelasnya.
Prof Iwan menjelaskan kompetensi ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa Akuntansi Syariah yang nantinya dapat berkiprah di berbagai bidang, mulai dari sektor keuangan syariah, perusahaan, lembaga pemerintahan, hingga profesi audit.
“Tujuan pendidikan di FEBI adalah menghasilkan lulusan yang ahli dalam teori keilmuan sebagai pemikir, ahli dalam keterampilan sebagai penggerak, dan ahli dalam dunia kerja sebagai pelaku,” paparnya.

Dalam laporannya, Ketua Program Studi Akuntansi Syariah Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM., C.PS., C.MC., CTT., menjelaskan bahwa Praktikum AUTHEN tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang aplikatif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya program studi memperkuat rekam kompetensi mahasiswa dalam SKPI.
“Praktikum ini menjadi salah satu upaya yang dilakukan pihak Akuntansi Syariah untuk penguatan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Dokumen ini menjadi bagian penting dalam merekam kompetensi mahasiswa, mulai dari pengalaman organisasi, sertifikasi, kegiatan akademik, hingga berbagai capaian selama menempuh pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan SKPI memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kompetensi dan pengalaman mahasiswa yang tidak seluruhnya tercermin dalam ijazah.
“SKPI menjadi instrumen penting untuk menunjukkan kompetensi lulusan secara lebih menyeluruh. Ijazah menunjukkan kelulusan, sementara SKPI memberikan gambaran mengenai kemampuan dan pengalaman yang dimiliki mahasiswa,” katanya.
Praktikum dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep audit yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mengenal penerapannya dalam praktik profesional.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual yang dipelajari di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapan audit dalam praktik profesional,” ujarnya.

Dalam praktikum ini, Putri Nuril Wulanatining Asih memperkenalkan alur kerja audit digital berbasis aplikasi. Proses ini mencakup tiga tahapan utama, yakni planning atau perencanaan audit, substantive testing atau pengujian substantif, serta reporting atau pelaporan audit.
AUTHEN (Audit System for Assessment) merupakan perangkat lunak praktikum audit berbasis web dan simulasi yang dirancang secara terintegrasi. “Platform ini memungkinkan mahasiswa mempelajari proses audit secara lebih terstruktur melalui pendekatan yang mendekati praktik di lapangan,” tuturnya.
Sebelumnya, platform ini dikenal dengan nama Eduaksa sebelum bertransformasi menjadi AUTHEN dengan identitas dan pengembangan layanan yang lebih profesional. Pemanfaatannya didukung modul praktis, antara lain buku Audit Substantif Perusahaan Manufaktur: Simulasi, Pengujian, dan Analisis Berbasis Aplikasi AUTHEN.
Pemanfaatan teknologi dalam praktikum audit menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan profesi akuntansi. ‘Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami konsep dan prinsip akuntansi syariah, tetapi diharapkan mampu mengoperasikan pendekatan dan perangkat yang digunakan dalam proses audit modern,” ujarnya.
Kolaborasi dengan praktisi dan penyedia teknologi pendidikan harus membuka ruang bagi Program Studi Akuntansi Syariah untuk memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman. AUTHEN sendiri telah dimanfaatkan oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia sebagai salah satu perangkat pendukung praktikum audit berbasis teknologi.
Dengan adanya Praktikum AUTHEN, Akuntansi Syariah UIN Bandung terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori, keterampilan, dan pengalaman profesional. Langkah ini diharapkan memperkuat kesiapan mahasiswa Akuntansi Syariah untuk memasuki dunia kerja dengan bekal keilmuan, keterampilan teknis, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi audit.

