UINSGD.AC.ID (Humas) — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Komitmen ini diwujudkan lewat penyaluran Bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahap IV kepada 32 mahasiswa penerima manfaat yang digelar di Gedong Bodas Kampus II UIN Bandung, Senin (24/8/2026).
Mewakili Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor IV Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata solidaritas sivitas akademika dan amanah dari para muzaki (pemberi zakat) di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Fathonih mengapresiasi kinerja pengurus UPZ yang telah bekerja ikhlas dan optimal dalam menyalurkan bantuan biaya pendidikan.
“Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian dan keikhlasan pengurus UPZ. Lembaga non-struktural ini digerakkan oleh tenaga sukarelawan yang mengelola dana dari zakat, infak, serta sedekah para mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan (tendik),” ungkapnya.
Wakil Rektor IV mengajak seluruh dosen dan tendik untuk berpartisipasi aktif dalam program payroll zakat. Dari sekitar 1.200 pegawai, tingkat partisipasi saat ini masih berada di kisaran 10 persen.
“Kita memiliki dosen dan tendik yang cukup banyak. Namun, yang mencatatkan dirinya untuk berzakat melalui UPZ baru sekitar 148 orang. Hal ini bisa dipahami karena pegawai UIN berada di bawah kementerian pusat, berbeda dengan ASN Pemda yang zakatnya langsung disalurkan ke Baznas daerah setempat. Ke depan, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin agar pendapatan UPZ ini terus meningkat,” paparnya.
Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum ini juga berpesan kepada para mahasiswa agar memanfaatkan bantuan tersebut sebaik-baiknya untuk fokus menyelesaikan studi tepat waktu.
“Bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan wujud nyata kepedulian kampus. Belajarlah yang rajin, jangan biarkan persoalan biaya membuat kalian putus asa. Kampus akan terus berupaya mencari jalan dan memperluas jaringan beasiswa dari berbagai pihak. Pengelolaan dananya pun transparan dan diaudit oleh Baznas Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.
Tantangan Optimalisasi Dana Umat Kampus
Dalam laporannya, Ketua UPZ UIN Bandung, Dr. H. Arif Rahman, S.Ag., M.Pd., memaparkan bahwa sejak Tahap I hingga Tahap IV, UPZ telah mendistribusikan total bantuan UKT senilai Rp195,5 juta. Selain pendidikan, UPZ menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako senilai Rp60 juta bagi tenaga honorer seperti petugas keamanan dan kebersihan pada bulan Ramadan lalu.
Meski demikian, Dr. Arif menyoroti adanya ketimpangan antara jumlah ketersediaan dana dengan tingginya kebutuhan mahasiswa. “Saat ini, UPZ baru bisa mengakomodasi puluhan mahasiswa, padahal jumlah pendaftar bisa mencapai 300 hingga 400 orang setiap semesternya.”
Guna memperkuat sumber dana dan layanan, UPZ UIN Bandung mengusulkan dua rekomendasi strategis kepada pimpinan universitas:
- Perubahan Status Surat Edaran: Mengusulkan agar imbauan partisipasi zakat/infak bagi tendik dan dosen (minimal bagi pejabat struktural) ditingkatkan statusnya dari sekadar surat edaran menjadi instruksi langsung.
- Peningkatan Status Kepegawaian: Merekomendasikan agar staf UPZ ditingkatkan statusnya menjadi pegawai BLU UIN Sunan Gunung Djati Bandung agar tugas dan fungsi mereka semakin optimal secara kelembagaan.
Di sisi lain, keberadaan UPZ di bawah naungan Baznas Jawa Barat turut membawa manfaat besar. “Pada tahun 2024 kita mendapatkan bantuan studi beasiswa penuh (semester 5–8) untuk 41 mahasiswa. Kemudian pada tahun 2026 ini, UPZ UIN Bandung kembali mendapatkan apresiasi berupa bantuan serupa bagi 39 mahasiswa,” ujarnya.
Amanah untuk Berprestasi
Bagi para mahasiswa, kehadiran program ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi. Riya Siti Aisyah, perwakilan mahasiswa penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukurnya atas kepedulian pimpinan kampus dan para muzaki.
“Bantuan ini bukan sekadar dukungan finansial untuk meredakan kekhawatiran kami dalam menempuh studi, melainkan sebuah amanah yang besar. Kepercayaan ini menjadi lecutan semangat bagi kami untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademis, tetapi juga bergerak untuk berproses, berprestasi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus maupun masyarakat,” tuturnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wakil Rektor IV yang didampingi Ketua UPZ dan Bendahara UPZ, Hj. Lina Yulianti, SE.Ak., MM., kepada Riya Siti Aisyah. Langkah ini menjadi bukti bahwa sinergi zakat dan pendidikan mampu memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi muda, dan memperkuat semangat gotong royong di lingkungan kampus.




