UINSGD.AC.ID (Humas) — Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2026 mengusung semangat membangun generasi mahasiswa yang berakar pada nilai keislaman, kebangsaan, keilmuan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat ini terangkum dalam tema “Gunung Djati Muda: Merawat Harmoni, Melestarikan Jagat, Mewujudkan Peradaban Dunia Berbasis Rahmatan Lil ‘Alamin.”
PBAK 2026 akan berlangsung selama tiga hari, 25–27 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Kehadirannya menjadi momentum pengenalan kehidupan akademik dan kemahasiswaan, PBAK menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk memahami nilai, identitas, dan arah pengembangan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Pesan ini divisualisasikan melalui logo PBAK 2026. Secara keseluruhan, logo berbentuk seperti pohon yang merepresentasikan konsep ekoteologi, yakni keseimbangan antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai spiritual, dan kelestarian alam. Pohon menjadi simbol kehidupan, pertumbuhan, sekaligus kesinambungan peradaban akademik yang berakar pada spirit keislaman dan keindonesiaan.

Kujang Emas dan Biru
Elemen kujang menegaskan identitas kultural Sunda sekaligus merepresentasikan senjata tradisional khas Jawa Barat. Warna emas melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan cita-cita luhur, sedangkan warna biru merepresentasikan intelektualitas, kedalaman ilmu pengetahuan, dan ketenangan.
Enam lubang pada kujang melambangkan enam rukun iman, yang menjadi fondasi keimanan dalam kehidupan mahasiswa.
Lima Helai Daun
Lima helai daun melambangkan Pancasila sebagai dasar negara sekaligus lima rukun Islam. Simbol ini menggambarkan keterhubungan antara nilai kebangsaan dan nilai keislaman dalam membentuk karakter mahasiswa.
Bendera Merah Putih
Bendera Merah Putih menjadi simbol nasionalisme dan patriotisme mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Elemen ini menegaskan pentingnya kecintaan terhadap tanah air dalam perjalanan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat akademik dan warga negara.
Satu Bintang Emas
Satu bintang emas melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sumber cahaya dan penuntun kehidupan. Simbol tersebut menegaskan bahwa cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 perlu dilandasi keimanan dan ketakwaan.
Tiga Lapisan Buku
Tiga lapisan buku merepresentasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penempatannya sebagai bagian akar pohon memiliki makna bahwa pertumbuhan dan kemajuan peradaban akademik harus dimulai dari ilmu pengetahuan. Ilmu menjadi fondasi bagi lahirnya gagasan, karya, dan kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
Pena: Intelektualitas yang Dipandu Wahyu
Bentuk pena di tengah daun besar menjadi simbol intelektualitas dan ilmu pengetahuan. Letaknya di atas bintang mengandung pesan bahwa pengembangan intelektualitas harus senantiasa dipandu oleh nilai-nilai ketuhanan.
Makna ini selaras dengan tagline UIN Sunan Gunung Djati Bandung, “Wahyu Memandu Ilmu.” Pena sekaligus menggambarkan peran mahasiswa sebagai generasi yang memiliki tanggung jawab untuk menulis dan membangun peradaban masa depan.
Logo UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Logo UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan identitas kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus bagian dari upaya membangun peradaban. Penempatannya di tengah buku menunjukkan posisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai penggerak Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan wawasan lingkungan.
Melalui rangkaian simbol itu, logo PBAK 2026 tidak sekadar menjadi identitas visual kegiatan. Logo ini menyatukan pesan tentang iman, ilmu, budaya, kebangsaan, lingkungan, dan peradaban sebagai nilai yang diharapkan menjadi bekal mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dengan semangat “Merawat Harmoni, Melestarikan Jagat, Mewujudkan Peradaban Dunia Berbasis Rahmatan Lil ‘Alamin,” PBAK 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya Gunung Djati Muda yang berilmu, berkarakter, peduli terhadap lingkungan, mencintai bangsa, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemanusiaan.

