UINSGD.AC.ID (Humas) — Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA. menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bukan sekadar program akademik selama satu bulan, melainkan awal perjalanan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Karena itu, pengalaman di lapangan harus menjadi bekal untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, secara berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri pelepasan mahasiswa KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang tergabung dalam Organisasi Daerah (Orda) Kembara Mitra Pemerintah Daerah di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung Barat, Minggu (19/7/2026). Kegiatan itu secara resmi dilepas oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi.
Prof Husnul Qodim mengapresiasi DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk memulai pengabdian dari gedung rakyat.
Menurutnya, penggunaan Gedung Paripurna DPRD sebagai lokasi pelepasan memiliki makna simbolis bahwa lembaga legislatif terbuka terhadap dunia pendidikan dan kolaborasi untuk kepentingan masyarakat.
Wakil Rektor III mengingatkan bahwa KKN harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk belajar, berkontribusi, dan berusaha membangun kepedulian sosial yang akan terus melekat setelah menyelesaikan pendidikan.
“Pengabdian selama KKN bukan akhir, tetapi awal perjalanan untuk terus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jadikan pengalaman di tengah masyarakat sebagai bekal untuk terus mengabdi. Abadi Dalam Mengabdi,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Asep Dedi, mengajak mahasiswa menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan KKN tidak cukup diisi dengan kegiatan seremonial yang berulang setiap tahun, tetapi harus menghasilkan gagasan dan solusi yang memberikan dampak nyata.
“Jangan hanya fokus pada kegiatan yang bersifat seremonial seperti membuat plang, gapura, atau tong sampah. Masyarakat sudah mampu melakukan hal-hal tersebut. Yang dibutuhkan sekarang adalah inovasi yang mampu menjawab persoalan di lapangan,” tegasnya.
Asep berharap setiap kelompok KKN mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Mahasiswa didorong aktif mengidentifikasi berbagai persoalan riil di masyarakat sehingga hasil pengabdian tidak berhenti sebagai laporan akademik, melainkan menjadi masukan konstruktif bagi DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Prosesi pelepasan berlangsung penuh semangat dengan dihadiri Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Bandung Barat, perwakilan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, dosen pembimbing lapangan, unsur Kodim 0609/Cimahi, Polres Cimahi, serta jajaran pemerintah daerah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan aparat dalam mendukung pelaksanaan KKN sebagai wahana pemberdayaan masyarakat. Para mahasiswa selanjutnya akan diterjunkan ke wilayah Kecamatan Cisarua untuk melaksanakan pengabdian dengan membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.


