UINSGD.AC.ID (Humas) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Sosialisasi dan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik DRPPAD (Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Disabilitas) yang berlangsung di Gedung Rachmat Djatnika, Kamis, (11/6/2026)
Kegiatan yang diikuti oleh peserta KKN ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap isu perempuan, anak, dan disabilitas di lingkungan.
Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan yang ramah disabilitas, panitia turut menyediakan layanan interpreter bahasa isyarat selama sosialisasi berlangsung. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mendorong inklusivitas di lingkungan akademik maupun dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekretaris LP2M, Dr. H. Sarbini, M.Ag., menjelaskan bahwa KKN Tematik Inklusif merupakan program yang relatif baru sehingga memerlukan persiapan yang matang, baik bagi mahasiswa maupun dosen pembimbing Lapangan.
Menurutnya, pembekalan perlu dilakukan sejak awal agar peserta memiliki pemahaman yang utuh mengenai konsep inklusivitas dan mampu mengimplementasikannya selama menjalankan program KKN di masyarakat.
”Kita ingin mendorong inklusivitas yang selama ini sering kali belum menjadi perhatian utama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan KKN tidak hanya menjadi sarana pengabdian, tetapi juga proses pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami berbagai potensi dan permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat berdasarkan potensi yang dimiliki setiap wilayah sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag., menjelaskan bahwa KKN merupakan salah satu mata kuliah wajib berbobot dua SKS yang memiliki peran penting dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan realitas sosial di lapangan.
Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari pelaksanaan program, tetapi juga dari dampak positif yang mampu ditinggalkan bagi masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.
”Apakah program yang dijalankan memberikan dampak positif dan apakah nilai-nilai yang dibangun tetap bertahan setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN, itu menjadi hal yang penting,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, peserta KKN Tematik DRPPAD akan ditempatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat. Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai isu sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk persoalan yang berkaitan dengan perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Dengan menggunakan pendekatan Sistem Pemberdayaan Masyarakat (Sisdamas) yang terdiri atas empat siklus. Tahapan tersebut dimulai dari refleksi sosial dan rembuk warga, pemetaan kondisi masyarakat, penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat, pelaksanaan program hingga seminar hasil dan tindak lanjut program.
Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai responsivitas gender dan pencegahan kekerasan seksual melalui materi yang disampaikan oleh Dr. Neng Hannah, M.Ag. selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS P2KS). ”Pencegahan lebih baik dari pengobatan” ujarnya sebagai ungkapan pembuka.
Materi tersebut membahas 16 bentuk kekerasan, baik verbal maupun nonverbal, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan kasus kekerasan di lingkungan masyarakat.
Pembekalan berikutnya disampaikan oleh Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Irma Riyani, Ph.D., yang mengangkat isu gender, disabilitas, dan perlindungan anak.
“Disekitar kita, siapa yang paling sering tidak didengar?” ujarnya.
Dalam sesi itu, mahasiswa diajak untuk memahami berbagai persoalan yang sering kali tidak terlihat di sekitar mereka, sekaligus mendorong terciptanya sikap gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan penguatan nilai-nilai nondiskriminatif di masyarakat.
Dengan adanya KKN Tematik DRPPAD ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program kerja, tetapi mampu menjadi fasilitator perubahan sosial yang mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berdaya. (Mohamad Farhan Fadilah /Magang)