Bangun Karakter, Menag Dorong Mahasiswa UIN Bandung Terapkan Nilai ISTIQAMAH di Era Digital

UINSGD.AC.ID (Humas) — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., mengajak sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menjadikan nilai ISTIQAMAH sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi masa depan.

Pernyataan itu disampaikannya saat meresmikan Gedung Riset dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Jadilah UIN Bandung yang istiqamah,” pesan Menag di hadapan sivitas akademika.

Menurutnya, kecerdasan akademik harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan spiritual agar mahasiswa mampu menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Imam Besar Masjid Istiqlal menjelaskan bahwa ISTIQAMAH merupakan akronim dari Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Ikhsan, Qanaah, Amanah, Muruah, Akhlak, dan Hilmi. Nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan mahasiswa dan menjadi pedoman dalam menjalani proses pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Tidak cukup hanya mencetak orang yang benar dan baik. Perguruan tinggi juga harus mencetak generasi yang mampu memahami perkembangan zaman, memiliki kemampuan bahasa, keterampilan seni, olahraga, serta karakter yang kuat,” tegasnya.

Mengingat tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan prestasi akademik, tetapi pada kemampuan membangun karakter mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Karena itu, nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, tawadhu, dan istiqamah perlu terus ditanamkan dalam kehidupan kampus.

Prinsip ISTIQAMAH dapat diwujudkan melalui berbagai sikap positif, seperti ikhlas dalam berbuat kebaikan tanpa mengharapkan pujian, sabar dalam menghadapi ujian dan proses kehidupan, serta tawadhu atau rendah hati dalam berinteraksi dengan sesama. Selain itu, mahasiswa perlu memiliki sikap qanaah, yaitu merasa cukup dan senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Menag menekankan pentingnya sikap amanah dalam menjalankan tanggung jawab, membiasakan muhasabah atau evaluasi diri secara berkelanjutan, serta mengedepankan husnuzan atau prasangka baik kepada orang lain.

“Nilai-nilai ini harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi menjadi pribadi yang berintegritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menag memberikan apresiasi atas berbagai capaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terutama dalam pengembangan kampus hijau dan inovasi riset. “Harapannya UIN Bandung terus meningkatkan prestasi dan memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan peradaban Islam yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya. (Fitri Awaliyah dan Sahara Putri Amiliana / Magang)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *