UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus mendorong penguatan internasionalisasi kampus melalui berbagai program akademik global. Salah satunya dengan melepas tiga mahasiswa untuk mengikuti program Student Exchange di Universiti Utara Malaysia (UUM), yang dirangkaikan dengan kegiatan Iftar Jama’i (buka puasa) bersama mahasiswa internasional.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh International Office UIN Bandung ini berlangsung di Aula O. Djauhari Gedung Rektorat Kampus I, Senin (16/3/2026). Acara dihadiri pimpinan universitas, perwakilan fakultas dan program studi, mahasiswa internasional, serta mahasiswa volunteer dan staf International Office.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan tilawatil Qur’an, dilanjutkan dengan laporan Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., serta arahan dari Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.
Dalam laporannya, Prof. Fathonih menyampaikan bahwa minat mahasiswa mengikuti program student exchange cukup tinggi. Namun, kuota yang tersedia di Universiti Utara Malaysia (UUM) pada semester ini hanya tiga orang.
“Dari sejumlah pendaftar, akhirnya terpilih tiga mahasiswa yang akan mengikuti perkuliahan di UUM pada periode akhir Maret hingga Agustus 2026,” ujarnya.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Clara Wulandari dari Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik; Alya Hasna Firdaus dari Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora; Haisani binti Sahari dari Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin.
Dalam amanahnya, Rektor Prof. Rosihon Anwar menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang berhasil lolos mengikuti program student exchange di UUM semester ini.

“Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk ikut serta dalam berbagai program internasional sebagai bagian dari upaya internasionalisasi UIN Bandung,” ungkapnya.
Rektor berpesan agar para peserta dapat menunjukkan prestasi akademik yang baik selama menjalani studi di luar negeri dan tetap menjaga nama baik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ke depan, universitas berharap semakin banyak kegiatan akademik internasional serupa yang dapat diikuti mahasiswa, baik di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, maupun wilayah lainnya di dunia. “Sosialisasi program internasional diharapkan dapat dilakukan lebih awal kepada mahasiswa baru agar mereka dapat mempersiapkan diri sejak awal masa studi,” jelasnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan Iftar Jama’i yang diikuti mahasiswa asing yang tidak pulang ke negara asalnya selama Ramadan. Mereka berasal dari berbagai negara, antara lain Thailand, Malaysia, Filipina, Somalia, dan Yaman.

Rektor berharap para mahasiswa internasional yang merayakan Idulfitri di Bandung dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Indonesia, termasuk suasana Lebaran dan aktivitas sosial di tengah masyarakat.
Setelah prosesi pelepasan peserta student exchange secara simbolik oleh Rektor, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua IO, Dr. H. Munir, MA, sebelum seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan mahasiswa ke luar negeri, tetapi menjadi ruang perjumpaan budaya yang hangat antara mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional di tengah suasana Ramadan, ” pungkasnya.
