Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya
Tadarus tarawih apalah gunanya
Lapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci
Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi
Lihatlah langit keampunan yang indah
Membuka luas dan anginpun semerbak
Nafsu angkara terbelenggu dan lemah
Bunga ibadah dalam ikhlas sedekah
UINSGD.AC.ID (Humas) — Begitulah senandung lagu Bimbo yang memberikan ilustrasi aktifitas baik pada bulan Ramadhan bagi insan yang beriman agar siap mengahadapi tantangan dan ujian.
Sebagaimana makna Ramadhan yaitu pembakaran karena cuaca panas Arab Saudi pada setiap bulan Ramadhan. Namun maksud pembakaran bukan secara fisik, tetapi pembakaran semangat perjuangan hidup agar dekat dengan Tuhannya dan berkasih sayang terhadap sesama.
Walaupun demikian sejarah memperlihatkan bahwa berbagai peristiwa penting yang sarat dengan perjuangan terjadi di bulan Ramadhan diantaranya perjuangan umat Islam pada perang Badar. Sebuah peristiwa heroik umat Islam yang dipimpin langsung oleh Rasulullah Saw dalam keadaan shaum di bulan Ramadhan.
Saat itu umat Islam yang sudah hijrah ke Madinah dipaksa untuk kembali ke suatu tempat yang berada diantara dua tempat suci yaitu Mekkah dan Madinah untuk melawan peperangan yang dilancarkan oleh kafir Quraisy.
Jumlah umat Islam dari kaum Muhajirin dan Anshar hanya berjumlah 313 orang menghadapi pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya 1000 orang, angka yang tidak seimbang. Namun atas izin Allah SWT, peperangan tersebut dimenangkan oleh umat Islam.
Para ulama tafsir menyebut bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan bertepatan dengan penetapan turunnya Al-Quran dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah oleh Allah SWT sebagaimana firman Nya: “Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. Q.S. Al-Anfal: 41.
Di tanah air, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang menandai berakhirnya perang dan penjajajahan yang cukup lama terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945 Masehi bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 Hijriyah. Sehingga boleh saja, jika menggunakan kalender hijriyah peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan pula pada setiap tanggal 9 bulan Ramadhan.
Pada Ramadhan 1447 hijriyah, dunia kembali terguncang oleh peristiwa perang antara Israel dan Iran di kawasa Teluk yang disinyalir oleh berbagai pengamat dapat berpotensi menyeret pada Perang Dunia ke 3.
Situasi ini juga berpotensi mengganggu perjalanan ibadah haji dan umrah bagi umat Islam. Kerajaan Arab Saudi sebagai negara yang bertanggungjawab secara teritorial terhadap dua kota suci Mekkah dan Madinah berupaya menjamin keamanan umat Islam namun juga keselamatan umat Islam.
Secara umum, dalam perspektif teori konstruksi sosial dari Petter L. Berger, Ramadhan bagi umat Islam setidaknya memiliki tiga makna.
Pertama, Ramadhan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan eksternalisasi yaitu pencurahan diri untuk mengekspresikan keimanan sehingga tampak suasana Ramadhan lebih bermakna dibanding bulan lainnya.
Kedua, objektivasi atau penyimpulan hasil hubungan antar manusia dapat dilakukan oleh lembaga tahu organisasi lintas negara dan agama untuk mencipta suasana Ramadhan sesuai harapan.
Ketiga, internalisasi yaitu penyerapan kembali nilai sosial sebagaimana indahnya Ramadhan damai pada masa anak-anak. Wallahu a’lam
Rohmanur Aziz, Pembimbing Tahliyah Tours & Travel, dan Ketua Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (Islamic Community Development) FDK UIN Sunan Gunung Djati Bandung.