UINSGD.AC.ID (Humas) — Dinamika industri keuangan syariah yang terus berkembang menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing global. Menjawab tantangan tersebut sekaligus mendorong capaian Akreditasi Internasional dan Unggul, Program Studi (Prodi) Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Review Kurikulum di Aula FEBI, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan regulator dan industri, Arif M. Putra dari Bank Syariah Nasional (BSN), Eneng Nia dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk, Friska M dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
FGD dibuka oleh Wakil Dekan III FEBI, Dr. H. Kadar Nurjaman, S.E., M.M. dengan melibatkan Gugus Penjamin Mutu (GPM), dosen, praktisi, alumni, mahasiswa Akuntansi Syariah.
Dalam sambutannya, Dr. H. Kadar menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Program ini dilaksanakan sebagai upaya link and match antara universitas dengan dunia usaha dan dunia industri. Kita harus adaptif dan selalu up to date dalam mempersiapkan lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.
FGD menjadi forum strategis untuk menghimpun masukan dari para stakeholder terkait visi, misi, serta penguatan kurikulum. “Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang relevan dengan zamannya. Karena itu, pembaruan harus terus dilakukan,” ujarnya.
Menurutnya, Prodi Akuntansi Syariah memiliki tiga misi utama: Pertama, menghasilkan lulusan dengan kualifikasi kuat di bidang ekonomi dan bisnis. Kedua, mencetak lulusan yang mampu menjadi penggerak ekonomi. Ketiga, menyiapkan lulusan sebagai pelaku utama dalam dunia ekonomi dan bisnis.
“FGD ini merupakan bagian dari hilirisasi tiga misi tersebut. Harapannya, kita dapat merumuskan penguatan kurikulum dan desain lulusan FEBI secara tepat dan terukur,” jelasnya.
Ketua Jurusan Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, M.Ag., didampingi Sekretaris Prodi, Fithri Dzikrayah, S.E., M.E., menegaskan bahwa FGD bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa sekaligus menyelaraskan kurikulum dengan misi FEBI dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
“Prodi Akuntansi Syariah berkomitmen untuk terus meng-upgrade diri dan beradaptasi dengan dinamika persaingan kerja. Lulusan harus memiliki value yang menjadikannya unggul. Proses ini memang tidak mudah, baik bagi dosen, mahasiswa, maupun lembaga, tetapi menjadi keharusan demi mewujudkan ketangguhan SDM masa depan,” pungkasnya.