UINSGD.AC.ID (Humas) – Enam mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2025.
Wakil Rektor III UIN Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA., menjelaskan bahwa program GSA merupakan ajang bergengsi yang mencari mahasiswa terpilih untuk menjadi duta Google, khususnya dalam mempromosikan dan mengembangkan ekosistem Artificial Intelligence (AI) di lingkungan kampus.
Keenam mahasiswa yang terpilih sebagai Google Student Ambassador 2025 adalah:
1. Alya Amelia Darmawan, mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
2. Desy Windayani Budi Artik, mahasiswa Jurusan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK)
3. Hanif Erliana Fajarzuli, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
4. Rafa Ghassan Rasyidi, mahasiswa Jurusan/Fakultas Psikologi (FPsi)
5. Ripki Albabila, mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
6. Rizka Aulia Fauziah, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi (FST)
Pengumuman resmi disampaikan melalui email Google dan situs Google Student Ambassador pada 11 September 2025. Dari ribuan pendaftar, mereka termasuk enam dari 800 mahasiswa se-Indonesia yang dinyatakan lolos seleksi.
Program GSA memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan produk dan teknologi Google, terutama AI Gemini kepada sivitas akademika, berbagi pengetahuan, mendorong inovasi, membangun kolaborasi, serta mendukung terciptanya ekosistem digital yang kreatif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Seleksi GSA dilakukan secara online melalui tiga tahapan formulir pendaftaran:
- Formulir pertama: data pribadi.
- Formulir kedua: opsional, berupa tantangan dari tim Google, seperti mengidentifikasi masalah kampus, mengusulkan solusi berbasis Gemini AI Canvas, membuat video pemanfaatan Gemini Canvas, menyusun proposal acara pembelajaran AI, hingga membuat video animasi ajakan penggunaan AI melalui Gemini Veo 3.
- Formulir ketiga: pengenalan diri, mencakup kelebihan-kekurangan, pengalaman, hobi, minat, kaitannya dengan GSA, serta tiga fakta unik tentang peserta.
Peserta yang lolos tahap awal kemudian mengikuti wawancara video bersama tim Google.
Program ini mencari mahasiswa yang memiliki ketertarikan besar pada AI, pemikiran kreatif, kemampuan komunikasi, semangat memberikan dampak positif, serta keinginan memperoleh pengalaman eksklusif dan akses langsung ke produk-produk Google terkini. Program GSA berlangsung selama satu semester.
Keuntungan bagi Ambassador
Mahasiswa terpilih akan menerima Welcome Kit eksklusif Google berisi merchandise resmi, akses kelas AI dari Dicoding, dan sertifikat khusus.
Selain itu, tersedia tiga level penghargaan dengan benefit berbeda:
- Gemini Rising Star, merchandise eksklusif (tote bag, laptop sleeve, cap, dll.) serta dukungan event kampus.
- Gemini Achiever, seluruh hadiah Rising Star ditambah backpack, varsity jacket, akomodasi workshop di kantor Google Indonesia, dan akses kelas teknologi Dicoding 90 hari.
- Gemini Trailblazer, seluruh hadiah sebelumnya, ditambah earbuds/TWS, plakat pencapaian, pelatihan kepemimpinan eksklusif, serta Google Cloud Generative AI Leader Certification.

Ajang Bergengsi untuk Mahasiswa Indonesia
“Syukur alhamdulillah. Kami atas nama pimpinan mengucapkan selamat dan sukses kepada enam mahasiswa. Keberhasilan enam mahasiswa UIN Bandung sebagai Google Student Ambassador 2025 menjadi bukti semangat mahasiswa dalam berinovasi dan berkontribusi nyata untuk bangsa dan agama, terutama di bidang teknologi,” tegasnya, Rabu (17/9/2025).
Program ini bukan hanya ajang prestisius, tetapi memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, memperluas jaringan, serta menjadi pionir pemanfaatan AI di kampus masing-masing.
Google berharap para duta terpilih dapat menjadi motor penggerak komunitas AI di Indonesia sekaligus menjembatani mahasiswa lain untuk lebih dekat dengan teknologi Google. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, GSA 2025 menjadi peluang luar biasa bagi mahasiswa untuk berkembang, berjejaring, dan menunjukkan peran nyata dalam dunia teknologi, khususnya AI.
Bagi mahasiswa yang aktif, kreatif, serta bersemangat membangun komunitas, program ini bisa menjadi batu loncatan menuju karier global.
